Halaman Harianku

Selasa, 9 November 2010


Dear Pembaca-yang-Bahkan-Aku-Tidak-Tahu,
  

   Mau tahu apa? Aku benci punya teman. Aku benci. Mau tahu kenapa? Karena teman selalu mengecewakanmu. Yah, setidaknya sih, teman perempuan. Mereka selalu saja membuatmu kecewa. Aku berani taruhan dengan siapa saja, tak ada perempuan yang bisa menjaga rahasiamu. Mau tahu kenapa? Karena mereka memang bukan penjaga rahasia. Titik. Ya, aku benar, dan kalau kau mau menggugatku, silakan. Coba saja. Beri seseorang rahasia terbesarmu dan percaya padaku, suatu hari, entah kapan itu, pasti rahasiamu itu sudah terbongkar. Entah bagaimana caranya, pasti sudah terbongkar. Entah dengan sindiran, gossip, atau oh, entahlah, pokoknya begitulah. Tidak ada rahasia yang benar-benar aman di tangan orang lain selain dirimu, percaya padaku.
   Ya. Teman-teman perempuan selalu saja mudah dipengaruhi. Selalu begitu dan jangan tanya kenapa. Sedikit saja dengar ini-itu, langsung percaya, lalu oh, hebat sekali, dalam hitungan detik saja kau sudah dijauhi. Gossip. Aku benci itu. Itu kenapa aku tidak suka terlalu dekat dengan orang lain. Aku selalu dibuat kecewa dan sedih. Aku tidak suka dipermainkan. Dulunya, dulunya, kami dekat dan karab, lalu suatu hari, ketika aku masuk sekolah, tepatnya, masuk kelas, rasanya seperti debu yang berjalan. Aku. Aku menyapanya, dan dia seperti merak, mengacuhkanku, dan tentu saja aku heran. Baru kemarin rasanya kami tertawa bersama dan OH HEBAT SEKALI perubahan terjadi, hari ini aku seperti angin lalu. Sulit sekali menjadi aku.
   Aku benci punya teman dekat, karena mereka selalu mengecewakanku, dan jangan berani-berani protes, karena itu benar. Yah, setidaknya bagiku.


Salam,
          Anak-Dalam-Masalah