Wednesday, 30 March 2011

My Quotes of the Day

"Ada kalanya saat kita ingin sendiri, dan ada kalanya saat kita ingin berdua. Tapi sebenarnya yang kita lakukan saat kita sendiri adalah mengingat kembali apa yang kita lakukan saat kita berdua."

"Tidak ada cinta tanpa terbesit perasaan benci, dan tidak ada rasa benci yang sepenuhnya benci. Tidak ada cinta yang sempurna, tapi itu yang membuat cinta begitu nyata."

"Love isn't a fairytale. Love isn't so wonderful. But that makes love powerful."

"Hidup tak selamanya hitam, hidup tak selamanya putih. Hidup tak selamanya baik, hidup tak selamanya buruk. Hidup itu abu-abu. Di mana ada kebaikan di balik itu pasti ada keburukan."

"Satu kata cinta tak cukup untuk membuat kita bahagia. Tapi satu kata benci cukup untuk membuat kita hancur."

"Love is when they are at their worst, we see them as they are at their best."

"Cinta yang kuat ialah ketika dua perasaan sulit bertemu, dan kau tidak pernah lelah mengejarnya."

Sunday, 27 March 2011

My Quote

Saturday, 26 March 2011

Jangan Dengarkan

Mereka bilang kau bukan apa-apa
Tapi mereka juga bukan siapa-siapa
Jangan kau anggap mereka
Karena itu hanya kata-kata belaka

Mereka bilang kau jelek
Tapi kadang kecantikan itu hanya merek
Mereka bilang kau rendah
Tapi mereka juga tak indah
Mereka bilang kau bodoh
Sebenarnya bibir mereka itu yang ceroboh
Karena mereka bicara tak senonoh

Kau indah seperti itu
Mereka hanya iri padamu
Dan mereka ingin menjatuhkanmu
Tak ada yang mampu menyamaimu
Jadi jangan kau ragu
Jangan kau ragu
Dan jangan kau dengarkan mereka
Mereka hanya berkata-kata
Itu bukan apa-apa

Sunday, 13 March 2011

Pic Quote

Wednesday, 9 March 2011

Berontak

Daun-daun beterbangan seperti kupu-kupu
Orang-orang tertawa tapi bagiku tak lucu
Aku baru saja mengalami derita baru
Dan aku sama sekali tak tahu apa yang harus kulakukan untuk itu

Orang-orang selalu menyiksaku
Seakan hanya itu pekerjaan yang mereka tahu
Aku tak terima, dengarkan aku!
Aku bukanlah kuman di sepatumu
Yang bau dan tak bermutu
Aku bukan serangga macam kutu
Yang bisa kalian injak seenak perutmu
Asalkan kalian tahu

Hatiku sudah sesak
Aku berontak
Dan jiwaku berteriak
Aku tak suka gayamu yang seperti merak!
Kata-katamu menusuk seperti duri landak
Suaramu berkaok-kaok mirip suara gagak
Dan kalian sombong seakan kalian setinggi cagak
Kalian sok dan gemar berlagak
Dan aku berontak

Biarkan aku sendiri
Atau aku akan mati
Liang kubur sudah menunggu jasadku ini
Jadi selamat tinggal dunia yang menyakitkan hati
Aku tidak akan kembali
Mungkin kalian akan kuhantui
Jadi siap-siap saja nanti
Kalian akan ketakutan setengah mati
Sampai ajal kalian menghampiri

Monday, 7 March 2011

Khawatir

Aku merasa cemas
Bulu kudukku rasanya tak mau melemas
Aku merasa sangat aneh
Apa yang akan terjadi ?

Aku biasa terbangun pada malam hari
Menatap dalam kegelapan
Lalu tiba-tiba aku menangis
Aku tak tahu apa yang membuatku begini
Biasanya aku tak seperti ini

Aku terkadang menatap ke luar jendela
Pada saat matahari masih bertengger di angkasa
Dan tiba-tiba air mata sudah membanjir
Aku tak tahu kenapa
Aku menjadi seperti ini

Terkadang aku melihat perbedaan
Dan aku jatuh dalam lautan kekelaman
Aku seperti lemah
Seperti menjadi kecil lagi

Aku khawatir
Diriku berubah total
Apa ini berarti ...

Sunday, 6 March 2011

Aku Ingin ...

Seringkali aku melihat dan membaca
Tentang kematian dan derita
Tentang jalan hidup yang nelangsa
Dan tanda-tanda mata merana
Makin lama aku memikirkannya
Batinku menjadi semakin hampa

Dan aku memutuskan
Hanya ada satu hal yang kuinginkan
Ya, dan itu berhubungan dengan kematian
Aku ingin ...

Tidak harus merasakan derita itu
Ketika nyawaku melepaskan diri dari jasadku
Aku ingin kematian itu setenang melodi lagu
Dan cepat seperti mematikan lampu
Aku ingin ...

Kematianku tidak berat
Aku tidak ingin lama sekarat
Aku ingin ...

Mati dalam ketenangan
Yang diamnya menghanyutkan
Menghanyutkanku dalam kesunyian
Hingga aku tak perlu kesakitan

Aku ingin ...
Mati cepat
Sebelum aku terbunuh

Melawan Takdir

Aku melihat dunia hitam di sekelilingku
Aku terperangkap
Dan aku tak bisa keluar
Aku terkungkung dalam duniaku sendiri
Dalam deritaku ini
Dan aku ingin sekali keluar
Tempat ini mirip sangkar


Orang bilang ini takdir
Bagiku ini derita
Dan aku kerap kali berpikir
Bisakah aku melawan takdir
Karena takdir itu sebenarnya apa
Aku pun tak tahu pasti
Karena takdir terkadang membingungkan
Dan aku ingin mendobraknya


Aku mendorong segalanya
Semua gelap
Aku menangis
Dan orang bilang ini takdir
Aku tak tahu takdir itu apa
Tapi takdir terkadang tak pasti
Dan aku ingin keluar dari sini
Membangun hidupku sendiri


Oh Tuhan
Berilah aku kesempatan
Mendobrak dinding takdir yang kokoh ini
Karena di sini hanya ada derita
Orang bilang ini takdir
Tapi terkadang takdir tak pasti
Jadi bisakah aku melawan maut
Dan menangkan pertarungan ini ?

Saturday, 5 March 2011

Rindu

Aku tak tahu harus bilang apa
Ketika kita harus berpisah
Kita sudah bertahun-tahun bersama
Sekelas, dan berbagai hal luar biasa kita lalui
Pertengkaran tiap hari, lalu tangis tak menentu
Dan sekarang kita berpisah

Ingatkah
Ketika kita kabur bersama
Berlari dalam hutan
Menghadang semak belukar yang berduri
Dan berjalan menyusuri sungai ?
Bersembunyi di balik semak berduri
Dan melintasi kuburan yang sepi ?
Tertawa dan menangis bersama
Apa kalian masih ingat ?

Ingatkah
Ketika kita membolos pelajaran
Bagaimana guru-guru membujuk kita
Aku ingin menangis bila teringat masa-masa itu
Karena mungkinkah
Kita bertemu lagi sesudah ini ?

Aku rindu saat-saat itu
Ketika kita menangis dan pertengkar
Ketika kita menyanyi bersama
Lalu memperdebatkan syair
Aku masih ingat jelas
Saat-saat itu terpeta dengan rapi di benakku
Dan pertanyaan ini sering mengusikku

Akankah kita bertemu lagi setelah ini ?

Tuesday, 1 March 2011

Pintar vs Beruntung

Hari ini guruku bicara tentang hal ini, dan aku ingin memaparkan apa pendapatku.
Pertama-tama, aku ingin bilang apapun yang tadi diucapkan oleh guruku, aku tetap memilih pintar. Karena berbagai hal, aku akan menjelaskannya.

Bagiku kepintaran adalah kunci berbagai hal. Meskipun keberuntungan juga bisa menjadi kunci tapi bagiku kepintaran tetap nomor satu. Aku tak peduli apapun yang guruku bilang mengenai keberuntungan, karena meskipun kita beruntung, belum tentu kita bisa menjadi pintar. Dan meskipun orang pintar tak selalu beruntung aku percaya orang yang beruntung karena pintar pasti memiliki kepuasan tersendiri daripada orang yang beruntung cuma-cuma. Karena untuk menjadi pintar membutuhkan usaha, dan orang yang berusaha akan merasa bangga meskipun terkadang hasilnya tak sesempurna yang diharapkan. Itu yang aku pilih, daripada beruntung bagai kejatuhan bulan permata tapi bodohnya tidak karuan.
Orang bilang untuk menjadi pintar membutuhkan uang. Memang, tapi jika kau bisa sekolah gratis dan kau bisa menjadi pintar luar biasa di sana, aku yakin pasti keberuntungan menghampirimu. Tergantung seberapa kerasnya kau berusaha. Orang bilang kau harus kaya, tapi jika kau bisa menjadi pintar dari awal, maka kau akan menjadi kaya karena pintar, bukan pintar karena kaya.
Menurutku, bukan keberuntungan yang membawa kesuksesan. Karena meski beruntung, itu akan berlangsung hanya sesaat karena keberuntungan bisa menjadi kesialan sewaktu-waktu. Bila kau pintar dan tiba-tiba menjadi bodoh, kau bisa belajar dan berusaha menjadi pintar kembali, tapi bila keberuntunganmu berubah menjadi kesialan, kau tidak bisa mempelajari cara menjadi beruntung. Kau tidak bisa mengubah kesialanmu kecuali dengan berdoa. Doa itu mujarab tapi apa kepuasan yang terima bila kau tak berusaha dengan tenaga dan pikiranmu sendiri? Sama seperti tidak ada artinya. Bila kau beruntung, kau akan senang, gembira bukan main, tapi di mana letak kepuasanmu? Puas hanya sesaat, itupun hanya karena yang kau ingini bisa tercapai. Tapi bila kau pintar, lalu kau berhasil, kau akan puas, puas selamanya, meski setelah itu kau jatuh. Karena kepuasanmu berasal dari usaha yang kau kerahkan, usahamu sendiri. Karena meski kau jatuh kau akan tetap merasa bangga atas usahamu. Aku yakin, aku percaya akan hal itu.
Orang bilang, bila kau ingin menjadi orang, kau harus kaya. Bila kau ingin bekerja, kau harus kaya dulu. Itu aneh. Karena bukankah kau bekerja agar menjadi kaya? Lalu apa point-nya bekerja bila kau sudah kaya? Untuk menambah kekayaan? Bisa jadi, tapi sebenarnya tujuan bekerja itu untuk memperoleh penghasilan. Kau memang harus punya modal, tapi bila kau lebih pintar, kau tak butuh embel-embel yang disebut uang itu. Kau tak perlu bingung mencari pekerjaan, karena aku yakin, aku percaya, pekerjaan itu yang akan mencarimu. Kau perlu berusaha, mengeluarkan pikiran, kau harus pintar. Itu sudah menjadi dasar yang cukup mengapa aku lebih memilih pintar daripada beruntung.
Orang beruntung pasti menang bila dibandingkan dengan orang pintar. Semua orang tahu itu. Tapi kepuasan yang dimiliki orang beruntung jauh lebih rendah daripada orang yang pintar. Mengapa kau bisa beruntung? Karena keberuntungan menghampirimu? Karena kau berdoa? Susah dianalisa. Tapi mengapa kau pintar? Karena kau berusaha, dan berusaha, berusaha, berusaha itu yang menjadi dasar kesuksesan.

Aku yakin, suatu hari, kau akan setuju. Meski tidak nanti, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau berpuluh-puluh tahun ke depan. Tapi aku yakin, kau akan terpaksa mengakui itu benar, karena kepuasan itu yang mendasari segalanya. Untuk apa kau beruntung, bila kau tidak bangga? Kau beruntung hanya sesaat, lalu bagaimana bila kau jatuh? Kau tak bisa mencari ilmu untuk menjadi beruntung. Tapi kau bisa mempelajari caranya menjadi pintar.