Sunday, 13 November 2011

Semudah Itu

Kau marah-marah
Karena semua yang kutulis
Kau tidak terima
Karena kau merasa dijelek-jelekkan
Kau bilang aku tidak bisa menjaga rahasia

Tapi rahasia apa?
Sudah rahasia negara kau bertingkah jahat
Dan sebenarnya mudah saja
Bila kau tidak ingin aku menulis semuanya
Maka jangan lakukan apa-apa
Bila kau tidak ingin namamu tercoreng
Maka jangan coreng namamu dengan tindakanmu
Semudah itu

Kau Salah

Tetesan air mataku jatuh
Mengotori tanah yang kecokelatan
Aku termangu, duduk diam
Menangis

Karena tidak ada yang mengerti
Tidak ada yang mau tahu
Dan yang tahu pun tak peduli

Tidak ada yang peduli pada keringat yang aku keluarkan
Tidak ada yang peduli pada sakit yang kurasakan
Dan tidak ada yang peduli pada air mata yang berjatuhan

Yang ada bukan simpati atau peduli
Namun cacian, makian, ejekan, cemoohan
Kata-kata kasar, tudingan-tudingan
Dan dengan begitu beraninya mereka menunjuk-nunjuk diriku
Mengatakan aku lemah, aku cengeng, aku masih kecil
Dengan alasan satu : aku menangis

Tapi mereka salah, kau salah, semua salah
Ya, kau salah
Kau salah mempertimbangkan aku
Kau salah menafsirkanku
Dan kau salah melakukan ini padaku

Dan suatu saat nanti
Akan kubuktikan bahwa kau salah
Di depan seluruh sekolah, kota, negara bahkan mungkin dunia
Seperti ketika kau membentakku
Di depan semua orang

Sunday, 4 September 2011

Bagaimana Rasanya ...

Pernahkah kau berpikir
Tentang hal-hal yang dianggap terlalu jauh?
Seperti bagaimana rasanya digantung
Tercekik dan kesakitan
Kesulitan bernafas, tenggorokan perih
Dan kaki menendang-nendang?
Bagaimana rasanya terbang
Kaki jauh di atas tanah
Memandang ke bawah
Dan melambai pada yang lain?
Atau bagaimana perasaan orang-orang bila kau tak ada
Apa mereka bersedih?
Apa mereka gembira?
Apakah mereka bahkan tidak merindukanmu?

Friday, 2 September 2011

Jangan Lihat ke Belakang

Beribu-ribu halaman telah kita lalui
Jutaan kalimat telah kita ukir
Di halaman-halaman pengalaman kita
Jangan lihat ke belakang
Lihatlah terus ke depan
Di mana halaman-halaman masih kosong
Kita isi mereka
Dengan hal-hal baru

Friday, 26 August 2011

Yang Tak Pernah Kutahu

Melihat matahari terbenam
Membuatku berpikir, sangat dalam
Yang mungkin terjadi
Keesokan hari?

Apakah besok hari akan cerah
Seperti sekarang?
Apakah besok aku masih bisa melihat awan
Mengambang di langit dengan begitu ringan
Apa esok aku masih bisa tersenyum
Tanpa beban apapun?
Apa esok aku masih bisa melihat bunga
Yang ada diluar taman?

Apakah kita masih bisa menari
Seperti saat ini?
Apakah kita masih bisa melihat dunia
Dan tersenyum bahagia?
Apa esok kita masih bisa berdiri
Tepat di tempat ini lagi?
Apa esok kita masih bisa bernafas
Menghirup udara yang hangat?

Saturday, 16 July 2011

(Untitled)

Aku mendengar ocehanmu
Tentang diriku
Kaupikir tak menyakitkan mendengarmu?
Kau membuatku nyaris beku
Karena sebenarnya ini bukan salahku
Ini semua salahmu
Bila kautadi bicara baik-baik padaku
Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini
Asalkan kau tahu saja
Bila kau tadi tidak memanggilku dengan nama benda
Kau mungkin akan mendapatkan pinjamannya
Bukan malah musuh yang tak pernah kauduga
Kemarahanku lebih mengerikan dari Hantu Gua
Aku bisa membuatmu terkapar di tanah
Berlumuran darah, bila kau minta
Tanganku sudah gatal ingin menamparmu
Tapi aku mencoba bersabar
Mungkin ini hanya cobaan bagimu
Tapi syukurlah kau mendapat balasanmu
Belum ada lima menit kau sudah mati kutu
Terpaku di tempatmu itu
Berlumuran lumpur yang bau

Saturday, 25 June 2011

Mimpi Buruk

Kemarin malam aku mimpi buruk sekali
Membuat hati sakit tak terperi
Aku mimpi ia terbang pergi
Sungguh mengerikan sekali
Aku mimpi arwahnya datag padaku
Dan berkata agar jangan sedih terlalu
Tapi sepertinya tak mungkin mimpi ini palsu
Karena biasanya mimpi yang datang padaku
Benar-benar terjadi setelah beberapa hari berlalu

Aku berharap ini tak menjadi kenyataan
Mimpinya sungguh mengerikan
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Apa harus duduk dan terus memikirkan
Atau berusaha melawan apa yang sudah ditakdirkan
Karena aku belum siap kehilangan
Salah satu anggota keluarga
Yang manyayangiku apa adanya

Saturday, 21 May 2011

Tak Akan Menyesal

Aku telah meninggalkan semuanya
Jauh di belakang, terlupakan
Mereka bilang aku bodoh
Mereka bilang aku konyol
Mereka bilang aku pasti menyesal
Esok hari
Tapi aku tak akan menyesal
Aku tahu itu
Aku tidak akan melihat ke belakang
Aku yakin itu
Karena semuanya telah berlalu
Aku tak mau mengingat-ingat hal itu

Aku tidak akan menyesal
Apapun yang kaukatakan
Aku masih punya jalan hidup di depan
Dan aku tidak mau menyesal
Aku akan terus berjalan

Tuesday, 17 May 2011

Biarlah Aku Bermimpi

Semuanya seperti tak nyata
Seperti sukar dipercaya
Segalanya seperti petir
Membuatku merasa getir
Hati ini sangat sakit
Menerima semua ini sangat sulit

Jadi biarlah aku bermimpi
Melupakan semua ini
Aku tak mau tahu apa yang terjadi
Aku tidak mau lari
Tapi melihat aku tak berani
Jadi biarlah aku bermimpi

Thursday, 12 May 2011

Masih Menunggu

Waktu berlalu
Dan aku masih menunggu
Angin malam menyapu
Menyambut malam tahun baru
Dan aku menunggu
Menunggu kepastian darimu

Aku tak pernah lelah
Aku melupakan segala yang sudah
Aku memang pasrah
Membiarkan takdir berbuat terserah
Tapi harapanku tak pernah punah

Kau memang tak pernah memandang
Bagaimana aku tak patah arang
Tapi aku tak peduli
Harapanku takkan pernah mati
Jadi tolonglah lihat ke sini
Sebentar saja
Buatlah aku bahagia

Sudah tiba, tahun baru
Dan aku masih menunggu
Kehadiran dirimu
Dalam relung hatiku

Tuesday, 10 May 2011

Kesepian

   Malam ini menyebalkan. Ya, malam ini malam Halloween, dan semua orang--yah hampir semuanya, memakai kostum hantu. Mereka pikir itu lucu, padahal tidak. Aku hantu, dan bayangkan bila ada beberapa orang yang memakai kostum dirimu, pasti tidak akan lucu. Apalagi bila yang melakukannya saudara tirimu sendiri, yang kau anggap saudara kandungmu. Sangat menyakitkan, mengingat dialah pembunuhku.
   Aku Rachel Fortnight, dan aku mati lima tahun yang lalu. Angela, saudara tiriku, 'tidak sengaja'  mendorongku dari balkon lantai dua rumah kami, dan aku jatuh. Dan mati. Seperti sekarang ini. Menyebalkan.
 
   Aku bisa melihat Angela menyiapkan wig hitam panjangnya untuk pesta Halloween nanti. Ia bolak-balik melihat bayangan dirinya di cermin kamarnya, memastikan ia terlihat sempurna. Ya, ia memang cantik. Ia mengibaskan rambut merahnya lalu mengerucutkan bibirnya untuk melihat kilauan lipgloss-nya. Rasa marahku menggelegak melihatnya. Ia bisa hidup dan melakukan banyak hal sementara aku terjebak di dunia MATI selamanya. Angela kembali menengok bayangan dirinya di cermin, dan kali ini aku menampakkan diri di belakangnya. Ingin ketawa rasanya melihat Angela menjerit. Aku cepat-cepat membuat diriku tak tampak lagi dan menonton Angela mencari-cari diriku di sekeliling ruangan.
   "Rachel?" Bisiknya cemas. "Apa itu kau?"
   Sunyi. Yeah, tentu saja sunyi, aku tidak mau menjawabnya.


(bersambung)
NB. cerita ini hanya bisa kulanjutkan bila ada yang menyukainya. Jadi tolong centang salah satu 'reaction' di bawah bila Anda ingin membaca kelanjutannya.

Sunday, 8 May 2011

Picture Quotes

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri




 

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri

Picture found by: Google.com
Picture edited by: Fadhilah Fitri
      

NB. Gambar-gambar di atas bukan milik saya, namun quotes serta tulisan yang ada di gambar-gambar di atas milik saya.

Menunggu di Batu Nisan

Di sini aku sendirian
Menunggu seorang teman
Dan aku kedinginan
Sudah lama aku tak merasakan kehangatan
Di sekelilingku hanya kegelapan
Di sini tak ada lagi penerangan
Dan aku menunggu
Di batu nisan

Burung gagak melayang di atas
Sekarang aku merasa kemampuanku sangat terbatas
Aku pun tak bisa menulis di atas kertas
Seperti apapun aku menangis
Tak ada seorangpun yang menggubris
Karena aku tak terlihat
Sejak aku mengalami sekarat

Aku kesepian
Sudah lima tahun aku dihampiri kematian
Meninggalkan segala kehidupan
Dan sekali lagi, aku kesepian
Aku menunggu seorang teman
Aku menunggu di batu nisan
Ayo kemari, bisakah kita berteman?

Sunday, 24 April 2011

Tak Mau Lagi

Sudah berapa kali kau berkata begitu
Mengira aku masih lugu seperti dulu
Beratus-ratus kali kau berbohong padaku
Sudah simpan saja kebohongan selanjutnya
Aku sudah tahu kenyataannya
Kau bilang ini untuk kebaikanku juga
Tapi sekarang aku tak percaya
Aku tak mau lagi
Tak mau lagi
Kaubohongi

Aku tak mau lagi
Tak mau lagi
Mendengar kata-katamu lagi
Kata-katamu sungguh menyakitkan hati
Apalagi
Ketika aku tahu aku dibohongi

Saturday, 23 April 2011

Aku Benci Kamu

Kau bilang ini semua untuk kebaikanku
Tapi jangan kira aku tak tahu
Karena aku sudah tahu dari dulu
Kau menghalang-halangi jalanku
Selalu membuatku menunggu
Menahan apa yang ingin kucapai
Mambuatku selalu gagal menggapai

Tak bisakah kau membiarkanku bebas
Membiarkanku di alam, lepas
Lepas dari siapapun
Tak bisakah kau terima kenyataan
Aku tak butuh lagi pengawasan
Bukannya aku ingin sendirian
Hanya saja, aku ingin merasakan
Aku ingin dilepaskan
Aku tidak mau terus berada di kurungan

Katamu ini untuk kebaikanku
Tapi kau menunda melulu
Aku ingin lepas darimu
Jauh-jauh dari peraturan konyolmu
Karena, lihatlah aku sudah tumbuh
Kau tahu apa?
Aku BENCI padamu


Friday, 22 April 2011

Edited Photos

Ini foto-foto pada Hari Kartini yang ku-edit. Yah, hobby-ku memang memoto dan mengeditnya. Sudah rutin.


Di depan kelas ...

Lagi iseng-iseng sama kamera

Aku dan Tata ...

Sehabis berdiri di lapangan, kami foto-foto hehe

Sayang skali Tata gak liat kamera

Aku kelihatan gendut ya? Hahahaaa

Saturday, 9 April 2011

Jadi Diriku Sendiri

Jangan kira aku tak melihatmu
Aku tahu kau cantik bagaikan kupu-kupu
Aku sudah tahu suaramu lebih dari merdu
Tapi aku tidak ingin menjadi dirimu
Aku hanya ingin menjadi diriku
Diriku sendiri
Apa adanya

Kau boleh populer
Kau bisa saja terkenal
Tapi kehidupanku yang paling indah bagiku
Aku tak butuh kecantikan untuk bahagia
Ataupun ketenaran
Ataupun suara yang merdu
Aku bahagia apa adanya
Dan tak perlu lagi kau tanyakan padaku
Apakah aku ingin menjadi sepertimu
Aku ingin menjadi diriku
Diriku sendiri

Thursday, 7 April 2011

Foto Kenangan




Monday, 4 April 2011

Mereka Siapa

Di sini kita banyak ditekan
Dirongrong oleh berbagai paksaan
Dan disakiti oleh bermacam siksaan
Oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan
Benar-benar memalukan
Mereka berpikir kekuasaan segalanya
Mereka tak pernah berpikir

Mereka siapa
Mereka bukan siapa-siapa
Mereka boleh berkuasa
Tapi itu bukan apa-apa
Karena bagiku mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Jadi mau apa

Silahkan bilang aku keras kepala
Memang begitu kenyataannya
Bilang saja aku seenaknya
Karena bukannya sebenarnya itu mereka ?
Biar mereka berkata apa
Aku bisa hidup tanpa mereka
Mereka bilang yang bisa mengatur hanya mereka
Tapi tak pernah terbesit di kepala

Mereka siapa

Mereka bukan siapa-siapa
Mereka boleh berkuasa
Tapi itu bukan apa-apa
Karena bagiku mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Jadi mau apa

Karena mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Tanpa mereka aku tidak akan mati sengsara
Jadi lupakan saja
Siapa mereka
Siapa mereka
Bukan siapa-siapa

Wednesday, 30 March 2011

My Quotes of the Day

"Ada kalanya saat kita ingin sendiri, dan ada kalanya saat kita ingin berdua. Tapi sebenarnya yang kita lakukan saat kita sendiri adalah mengingat kembali apa yang kita lakukan saat kita berdua."

"Tidak ada cinta tanpa terbesit perasaan benci, dan tidak ada rasa benci yang sepenuhnya benci. Tidak ada cinta yang sempurna, tapi itu yang membuat cinta begitu nyata."

"Love isn't a fairytale. Love isn't so wonderful. But that makes love powerful."

"Hidup tak selamanya hitam, hidup tak selamanya putih. Hidup tak selamanya baik, hidup tak selamanya buruk. Hidup itu abu-abu. Di mana ada kebaikan di balik itu pasti ada keburukan."

"Satu kata cinta tak cukup untuk membuat kita bahagia. Tapi satu kata benci cukup untuk membuat kita hancur."

"Love is when they are at their worst, we see them as they are at their best."

"Cinta yang kuat ialah ketika dua perasaan sulit bertemu, dan kau tidak pernah lelah mengejarnya."

Sunday, 27 March 2011

My Quote

Saturday, 26 March 2011

Jangan Dengarkan

Mereka bilang kau bukan apa-apa
Tapi mereka juga bukan siapa-siapa
Jangan kau anggap mereka
Karena itu hanya kata-kata belaka

Mereka bilang kau jelek
Tapi kadang kecantikan itu hanya merek
Mereka bilang kau rendah
Tapi mereka juga tak indah
Mereka bilang kau bodoh
Sebenarnya bibir mereka itu yang ceroboh
Karena mereka bicara tak senonoh

Kau indah seperti itu
Mereka hanya iri padamu
Dan mereka ingin menjatuhkanmu
Tak ada yang mampu menyamaimu
Jadi jangan kau ragu
Jangan kau ragu
Dan jangan kau dengarkan mereka
Mereka hanya berkata-kata
Itu bukan apa-apa

Sunday, 13 March 2011

Pic Quote

Wednesday, 9 March 2011

Berontak

Daun-daun beterbangan seperti kupu-kupu
Orang-orang tertawa tapi bagiku tak lucu
Aku baru saja mengalami derita baru
Dan aku sama sekali tak tahu apa yang harus kulakukan untuk itu

Orang-orang selalu menyiksaku
Seakan hanya itu pekerjaan yang mereka tahu
Aku tak terima, dengarkan aku!
Aku bukanlah kuman di sepatumu
Yang bau dan tak bermutu
Aku bukan serangga macam kutu
Yang bisa kalian injak seenak perutmu
Asalkan kalian tahu

Hatiku sudah sesak
Aku berontak
Dan jiwaku berteriak
Aku tak suka gayamu yang seperti merak!
Kata-katamu menusuk seperti duri landak
Suaramu berkaok-kaok mirip suara gagak
Dan kalian sombong seakan kalian setinggi cagak
Kalian sok dan gemar berlagak
Dan aku berontak

Biarkan aku sendiri
Atau aku akan mati
Liang kubur sudah menunggu jasadku ini
Jadi selamat tinggal dunia yang menyakitkan hati
Aku tidak akan kembali
Mungkin kalian akan kuhantui
Jadi siap-siap saja nanti
Kalian akan ketakutan setengah mati
Sampai ajal kalian menghampiri

Monday, 7 March 2011

Khawatir

Aku merasa cemas
Bulu kudukku rasanya tak mau melemas
Aku merasa sangat aneh
Apa yang akan terjadi ?

Aku biasa terbangun pada malam hari
Menatap dalam kegelapan
Lalu tiba-tiba aku menangis
Aku tak tahu apa yang membuatku begini
Biasanya aku tak seperti ini

Aku terkadang menatap ke luar jendela
Pada saat matahari masih bertengger di angkasa
Dan tiba-tiba air mata sudah membanjir
Aku tak tahu kenapa
Aku menjadi seperti ini

Terkadang aku melihat perbedaan
Dan aku jatuh dalam lautan kekelaman
Aku seperti lemah
Seperti menjadi kecil lagi

Aku khawatir
Diriku berubah total
Apa ini berarti ...

Sunday, 6 March 2011

Aku Ingin ...

Seringkali aku melihat dan membaca
Tentang kematian dan derita
Tentang jalan hidup yang nelangsa
Dan tanda-tanda mata merana
Makin lama aku memikirkannya
Batinku menjadi semakin hampa

Dan aku memutuskan
Hanya ada satu hal yang kuinginkan
Ya, dan itu berhubungan dengan kematian
Aku ingin ...

Tidak harus merasakan derita itu
Ketika nyawaku melepaskan diri dari jasadku
Aku ingin kematian itu setenang melodi lagu
Dan cepat seperti mematikan lampu
Aku ingin ...

Kematianku tidak berat
Aku tidak ingin lama sekarat
Aku ingin ...

Mati dalam ketenangan
Yang diamnya menghanyutkan
Menghanyutkanku dalam kesunyian
Hingga aku tak perlu kesakitan

Aku ingin ...
Mati cepat
Sebelum aku terbunuh

Melawan Takdir

Aku melihat dunia hitam di sekelilingku
Aku terperangkap
Dan aku tak bisa keluar
Aku terkungkung dalam duniaku sendiri
Dalam deritaku ini
Dan aku ingin sekali keluar
Tempat ini mirip sangkar


Orang bilang ini takdir
Bagiku ini derita
Dan aku kerap kali berpikir
Bisakah aku melawan takdir
Karena takdir itu sebenarnya apa
Aku pun tak tahu pasti
Karena takdir terkadang membingungkan
Dan aku ingin mendobraknya


Aku mendorong segalanya
Semua gelap
Aku menangis
Dan orang bilang ini takdir
Aku tak tahu takdir itu apa
Tapi takdir terkadang tak pasti
Dan aku ingin keluar dari sini
Membangun hidupku sendiri


Oh Tuhan
Berilah aku kesempatan
Mendobrak dinding takdir yang kokoh ini
Karena di sini hanya ada derita
Orang bilang ini takdir
Tapi terkadang takdir tak pasti
Jadi bisakah aku melawan maut
Dan menangkan pertarungan ini ?

Saturday, 5 March 2011

Rindu

Aku tak tahu harus bilang apa
Ketika kita harus berpisah
Kita sudah bertahun-tahun bersama
Sekelas, dan berbagai hal luar biasa kita lalui
Pertengkaran tiap hari, lalu tangis tak menentu
Dan sekarang kita berpisah

Ingatkah
Ketika kita kabur bersama
Berlari dalam hutan
Menghadang semak belukar yang berduri
Dan berjalan menyusuri sungai ?
Bersembunyi di balik semak berduri
Dan melintasi kuburan yang sepi ?
Tertawa dan menangis bersama
Apa kalian masih ingat ?

Ingatkah
Ketika kita membolos pelajaran
Bagaimana guru-guru membujuk kita
Aku ingin menangis bila teringat masa-masa itu
Karena mungkinkah
Kita bertemu lagi sesudah ini ?

Aku rindu saat-saat itu
Ketika kita menangis dan pertengkar
Ketika kita menyanyi bersama
Lalu memperdebatkan syair
Aku masih ingat jelas
Saat-saat itu terpeta dengan rapi di benakku
Dan pertanyaan ini sering mengusikku

Akankah kita bertemu lagi setelah ini ?

Tuesday, 1 March 2011

Pintar vs Beruntung

Hari ini guruku bicara tentang hal ini, dan aku ingin memaparkan apa pendapatku.
Pertama-tama, aku ingin bilang apapun yang tadi diucapkan oleh guruku, aku tetap memilih pintar. Karena berbagai hal, aku akan menjelaskannya.

Bagiku kepintaran adalah kunci berbagai hal. Meskipun keberuntungan juga bisa menjadi kunci tapi bagiku kepintaran tetap nomor satu. Aku tak peduli apapun yang guruku bilang mengenai keberuntungan, karena meskipun kita beruntung, belum tentu kita bisa menjadi pintar. Dan meskipun orang pintar tak selalu beruntung aku percaya orang yang beruntung karena pintar pasti memiliki kepuasan tersendiri daripada orang yang beruntung cuma-cuma. Karena untuk menjadi pintar membutuhkan usaha, dan orang yang berusaha akan merasa bangga meskipun terkadang hasilnya tak sesempurna yang diharapkan. Itu yang aku pilih, daripada beruntung bagai kejatuhan bulan permata tapi bodohnya tidak karuan.
Orang bilang untuk menjadi pintar membutuhkan uang. Memang, tapi jika kau bisa sekolah gratis dan kau bisa menjadi pintar luar biasa di sana, aku yakin pasti keberuntungan menghampirimu. Tergantung seberapa kerasnya kau berusaha. Orang bilang kau harus kaya, tapi jika kau bisa menjadi pintar dari awal, maka kau akan menjadi kaya karena pintar, bukan pintar karena kaya.
Menurutku, bukan keberuntungan yang membawa kesuksesan. Karena meski beruntung, itu akan berlangsung hanya sesaat karena keberuntungan bisa menjadi kesialan sewaktu-waktu. Bila kau pintar dan tiba-tiba menjadi bodoh, kau bisa belajar dan berusaha menjadi pintar kembali, tapi bila keberuntunganmu berubah menjadi kesialan, kau tidak bisa mempelajari cara menjadi beruntung. Kau tidak bisa mengubah kesialanmu kecuali dengan berdoa. Doa itu mujarab tapi apa kepuasan yang terima bila kau tak berusaha dengan tenaga dan pikiranmu sendiri? Sama seperti tidak ada artinya. Bila kau beruntung, kau akan senang, gembira bukan main, tapi di mana letak kepuasanmu? Puas hanya sesaat, itupun hanya karena yang kau ingini bisa tercapai. Tapi bila kau pintar, lalu kau berhasil, kau akan puas, puas selamanya, meski setelah itu kau jatuh. Karena kepuasanmu berasal dari usaha yang kau kerahkan, usahamu sendiri. Karena meski kau jatuh kau akan tetap merasa bangga atas usahamu. Aku yakin, aku percaya akan hal itu.
Orang bilang, bila kau ingin menjadi orang, kau harus kaya. Bila kau ingin bekerja, kau harus kaya dulu. Itu aneh. Karena bukankah kau bekerja agar menjadi kaya? Lalu apa point-nya bekerja bila kau sudah kaya? Untuk menambah kekayaan? Bisa jadi, tapi sebenarnya tujuan bekerja itu untuk memperoleh penghasilan. Kau memang harus punya modal, tapi bila kau lebih pintar, kau tak butuh embel-embel yang disebut uang itu. Kau tak perlu bingung mencari pekerjaan, karena aku yakin, aku percaya, pekerjaan itu yang akan mencarimu. Kau perlu berusaha, mengeluarkan pikiran, kau harus pintar. Itu sudah menjadi dasar yang cukup mengapa aku lebih memilih pintar daripada beruntung.
Orang beruntung pasti menang bila dibandingkan dengan orang pintar. Semua orang tahu itu. Tapi kepuasan yang dimiliki orang beruntung jauh lebih rendah daripada orang yang pintar. Mengapa kau bisa beruntung? Karena keberuntungan menghampirimu? Karena kau berdoa? Susah dianalisa. Tapi mengapa kau pintar? Karena kau berusaha, dan berusaha, berusaha, berusaha itu yang menjadi dasar kesuksesan.

Aku yakin, suatu hari, kau akan setuju. Meski tidak nanti, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau berpuluh-puluh tahun ke depan. Tapi aku yakin, kau akan terpaksa mengakui itu benar, karena kepuasan itu yang mendasari segalanya. Untuk apa kau beruntung, bila kau tidak bangga? Kau beruntung hanya sesaat, lalu bagaimana bila kau jatuh? Kau tak bisa mencari ilmu untuk menjadi beruntung. Tapi kau bisa mempelajari caranya menjadi pintar.

Saturday, 26 February 2011

Kenyataan

Terkadang
Saat kenyataan muncul di hadapanku
Aku akan berpaling, menjauh
Karena terkadang
Kenyataan terlalu menyakitkan

Kenyataan selalu menghantuiku
Memenuhi seluruh rongga kepalaku
Membuatku frustasi, tak mampu berpikir lagi
Kenyataan selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi
Seperti lalat, seperti nyamuk yang mengganggu

Aku tahu kenyataan itu nyata
Lebih nyata daripada apapun
Tapi terkadang
Memilih untuk terus berkhayal
Terasa paling baik untuk hatiku
Membiarkan segala yang menyakitkan namun benar
Lewat begitu saja
Hingga hati ini tak terlalu sakit, tak terlalu perih

Aku tahu kenyataan itu yang membangun hidup
Tapi terkadang
Membangun kehidupan sendiri dalam bayangan
Terasa paling benar, paling baik
Aku takkan perlu mengkhawatirkan apapun
Karena ini duniaku, duniaku

Aku tak mau melihat kenyataan
Terkadang kenyataan terlalu menyakitkan
Aku ingin membangun duniaku sendiri
Membatasinya dari segala kenyataan
Membuat semuanya tak nyata
Karena yang nyata itu menyakitkan

Wednesday, 23 February 2011

Dusta

Semua tampak seperti dusta
Ketika aku bilang aku bahagia
Semua tampak berbeda dari apa yang terjadi pada mulanya
Yang semula putih sekarang sehitam jelaga
Segala kebahagiaanku takkan tahan lama
Karena pasti esok hari aku harus membayarnya
Dengan kesedihan yang seperti siksa
Semua yang tampak seperti bunga
Esok akan seperti layu dimakan cuaca
Bagaimanapun aku memohon pada Yang Maha Kuasa
Hidupku akan terus seperti ini juga
Tapi aku ingin mencoba
Melawan takdir yang tampak sebebal baja
Hanya untuk sekali saja
Merasakan sulitnya melawan derita

Monday, 21 February 2011

Hanya Ingin Membaur

Aku tidak ingin berbeda
Tapi guru-guru menanggapku tak sama
Hanya karena sebuah kesempatan yang telah kuambil
Itu bukan salahku
Ataupun pilihanku
Tapi tampaknya mereka menganggapnya begitu
Oh Tuhan tolonglah aku
Aku hanya ingin membaur

Bila aku tak pernah mengambil kesempatan itu
Apakah aku akan diperlakukan seperti ini oleh para guru
Oh sungguh aku tak tahu
Terkadang aku berharap sesuatu akan terjadi
Seperti muncul bintang di siang hari
Aku sering berharap aku bisa mati
Karena terkadang ini tak mampu kuatasi
Sungguh bisakah mukjizat terjadi di sini
Untuk membantuku yang terpuruk sendiri

Mereka bilang aku beruntung
Tapi aku tidak menanggapnya begitu
Karena aku selalu dianggap kuman di ujung sepatu
Meski terkadang mereka yang memintaku untuk membantu
Mereka sama sekali tak tahu
Bahwa sebenarnya hatiku telah membatu

Bisakah mereka membiarkanku membaur
Aku tidak bermaksud sombong
Ataupun meremehkan yang lain
Tapi terkadang aku tak bisa mencegah tanganku
Mengulas lukisan di kertas
Aku hanya ingin membaur

Sunday, 20 February 2011

Hidup

Hidup seperti jalan yang tak tentu
Yang dulu tidak bisa kau buat baru
Kau terus berjalan ke depan
Mengalahkan apa yang bisa kau kalahkan
Dan menangkan semua yang bisa kau menangkan
Dan jangan pernah kau lewatkan segala kesempatan
Karena masa-masa itu takkan bisa kau kembalikan
Jadi jangan kau lewatkan

Hidup itu tak selamanya indah
Kau akan merasakan bagaimana bunga mawar merekah
Tapi akan merasakan bagaimana kristal bisa pecah
Dan menghilang tanpa bekas
Seperti kau membakar kertas

Bila kau terus berjalan
Dan kau melihat ke belakang
Kau akan melihat sejarah terukir di sana
Segala kenangan bersama Ayah Bunda
Yang penuh cinta dan bahagia
Oh bisakah kau kembali ke sana
Saat kau dan mereka sedang tertawa
Kembali pada saat kalian bercanda

Hidup selalu berubah
Seperti kuning menjadi merah
Dan bahagia menjadi amarah
Air menjadi darah
Gelap menjadi cerah
Tapi jangan kau biarkan perubahan itu
Merubah dirimu
Karena meskipun hidup berubah
Kau harus tetap berdiri di tempat yang sama
Seperti dulu

Saturday, 19 February 2011

Menjadi Diriku

Menjadi diriku seperti menjadi hantu
Kau lewat di mana-mana tak ada yang tahu
Kau seperti asap di balik batu
Kau pergi takkan ada yang melihatmu
Tapi jangan sampai kau buat kesalahan
Kau bisa mendapat berbagai siksaan
Sampai kau merasa kau tak pernah dilahirkan


Jangan sampai kau berharap menjadi diriku
Tahu tidak, aku dianggap kuman di ujung sepatu
Aku dianggap serangga yang bau
Cobalah kau jadi aku
Pasti kau rasanya ingin membeku
Karena kaudekati saja takkan ada yang mau ...


Menjadi aku sungguh menyakitkan
Layaknya aku telah mengalami kematian
Dan menerima banyak siksaan


Aku ingin menjerit keras-keras
Seakan aku telah disiram air panas
Ini sama sekali tidak patut ditertawakan
Aku bukanlah tokoh guyonan


Aku telah menggali liang kuburku sendiri
Aku telah bersiap-siap mati
Selamat tinggal kawanku yang baik hati
Jangan lupakan aku nanti
Dan bilang pada orang yang telah membuatku sakit hati
Dia akan kuhantui
Sampai dia pun pergi
Pergi dari dunia penuh siksa ini

Kau Sakiti Aku Lagi

Kau sakiti aku lagi
Seakan itu tak membuatku sakit hati
Kau tahu rasanya aku ingin sekali mati
Meninggalkanmu dengan dosamu sendiri
Yang telah membuatku tak mampu bangkit lagi

Kau pikir menyakiti itu menyenangkan
Padahal di sini aku yang merasakan
Betapa kejamnya kata-kata yang kau katakan
Seperti racun yang tak tersembuhkan


Bisakah kau berhenti melontarkan leluconmu
Yang sama sekali tidak lucu
Aku sama sekali tidak menganggapmu melucu
Aku menganggapmu membunuhku
Hanya dengan kata-katamu itu


Kau sakiti aku lagi
Kau telah mendorongku untuk mati
Kau akan kuhantui nanti
Sampai nafasmu itu berhenti
Dan aku akan tertawa melepas sakit hati
Yang telah kauberi sebelum aku meninggalkan dunia ini

Wednesday, 16 February 2011

Pembunuh

Bila kau ini pembunuh
Mengapa kau tak bilang dari awal
Kau takkan perlu menyamar
Sebagai guru yang sok sabar
Yang sebenarnya membuat hati kami memar
Kata-katamu bukan petunjuk
Tapi hanya duri yang menusuk
Membuat perasaan kami remuk

Kau pembunuh
Kau mencabik-cabik semangat kami
Kau menghancurkan nyali kami
Kau melukai perasaan kami
Dan kau pikir kami menyukai dirimu
Teruslah bermimpi, karena itu tak mungkin terjadi
Karena kau terus sakiti hati kami

Kau pembunuh
Dan kau menganggap dirimu peri
Sungguh memalukan

Friday, 11 February 2011

Curhat Perasaan

Bagaimana perasaanmu bila kau disakiti? Jelas sakit-lah. Tidak ada yang disakiti malah senang. Itu konyol. Tapi rasanya sakit ini tak bisa dibendung, sakitnya benar-benar tak bisa ditahan.
   Yah, aku punya masalah. Dengan teman, yang orang seharusnya kuanggap teman, tapi menurutku dia hanya orang yang kebetulan saja berada dalam kelas yang sama denganku. Ya, lalu aku curhat ke BK. Dan tampaknya guru konselingku sama sekali tak menaruh perhatian. Aku benci itu. Dia hanya mengangguk-angguk, tersenyum, dan berkata semua baik-baik saja. Tapi masalahnya, ini tidak akan selesai dengan baik-baik saja! Dan guru konselingku sama sekali tak mengerti perasaanku. Rasanya aku semakin sakit ketika guru itu bilang ini persoalan biasa yang akan selesai dengan sendirinya, dan yang perlu aku lakukan hanya tersenyum pada semua orang seperti orang sinting, tapi aku SUDAH ramah pada semua orang, bahkan melebihi yang kumau. Tapi guru tak ada yang tahu masalah itu, dan tampaknya juga tak mau tahu. Kalau begitu kenapa menjadi guru konseling? Benar-benar tak masuk akal.
   Dan tampaknya teman-bukan-teman-ku itu menjadi semakin jijik padaku seakan aku seonggok kotoran anjing yang ditempatkan di bangku terdepan di kelas. Aku sakit. Tak ada yang tahu air mataku berusaha melewati dinding kokoh yang kupasang di mataku. Tak ada yang tahu, dan tak ada yang mau tahu. Aku tak melakukan apa-apa! Aku tak salah apa-apa ... Aku tidak tahu apa yang telah kuperbuat padanya sehingga dia menjadi kejam padaku. Semenjak aku LDK, padahal aku menghadiri LDK itu bukan urusannya, bukan haknya untuk ikut campur dan menilai, dan sama sekali bukan urusan yang bisa dia cium di hidungnya! Dia mungkin berpikir aku tak layak menjadi OSIS, tapi kenapa? Aku toh tidak minta, aku disuruh, dan biarpun dibayar aku tak mau mundur sebelum waktunya. Dia mungkin berpikir aku sombong, tapi bila aku sombong aku takkan sekalipun berpikir mengapa dia tak suka padaku. Bila aku sombong aku takkan bicara pada teman-temanku. Benar-benar tak masuk akal, dan guru konselingku sama sekali tak mau mendengarkan aku meratapi nasibku yang malangnya jauh melebihi malang. Dia malah berusaha menghentikanku sambil berkata semua akan baik-baik saja. Ingin rasanya menambahkan, "Ya, baik-baik saja bila aku MATI!!!" Ihhh ...
   Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku tak ingin dibenci, dan tampaknya hanya dia yang perilakuknya membuatku sakit. Aku tak tahu, aku tak tahu apa-apa. Hanya satu yang kutahu. Aku ingin mati.
Titik.

Aku MATI ...

Thursday, 10 February 2011

Aku Benci

Kau bilang kau guru
Tapi bagiku kau pembunuh
Kau pembunuh semangat muridmu
Kau membunuh hati kami
Kata-katamu bukan ilmu
Tapi pedang beracun yang buta
Kau tak tahu betapa bencinya kami padamu
Betapa jengkelnya kami pada dirimu


Kau selalu mengomeliku
Berkata sekolah bukanlah milikku
Tapi sebenarnya
Sekolah juga bukan milikmu
Kau tak punya hak berkata semaumu
Kau bilang aku harus menuruti kata guru
Tapi sebenarnya siapa sih guru
Hingga bisa menyuruh dengan siapa aku harus duduk
Atau menentukan metode-metode yang harus kuikuti
Dan lagipula
Sekolah bukan milik guru
Jadi kau tak punya hak apa-apa atas diriku
Sama denganku, yang tak punya hak melakukan yang kumau
Tapi bukan berarti kau bisa menguasaiku
Tahu tidak,
Aku benci dirimu

Tuesday, 8 February 2011

Perubahan

Semua cepat sekali berubah
Semua cepat sekali menghilang
Bagai abu ditelan angin
Begitu juga pertemanan kita
Begitu cepat menguap
Dan hilang tak berbekas
Seakan dunia tak ingin pertemanan kita meninggalkan sejarah


Sulit melupakan betapa eratnya kita dulu
Seperti kertas dan pena
Sangat sulit dipisahkan
Aku tak tahu bagaimana semua begitu cepat berubah
Begitu cepat menghilang
Sulit dan sakit sekali rasanya
Melihat jauhnya jarak antara kita sekarang
Seakan terpisahkan jurang kematian
Dunia seakan berkata tak ada yang bisa memperbaiki hubungan kita


Terkadang aku melihat ke belakang
Berharap segala kenangan masih terukir di jalan
Tapi tampaknya sejarah tak ingin menyimpannya

Saturday, 5 February 2011

Aku Takut

Aku takut
Aku takut pada kegelapan ?
Tidak
Aku takut pada kesepian ?
Tidak
Aku takut pada keadaan ?
Tidak
Aku takut pada diriku sendiri


Aku takut pada pikiranku
Aku takut pada semua yang kupikirkan
Aku takut pada diriku sendiri
Aku takut


Rasa takut membayangiku
Aku tak bisa menghilangkannya
Rasa takut menghantuiku
Aku tak bisa mengusirnya
Aku sangat takut, sangat takut !
Aku terperangkap dalam pikiranku sendiri
Aku terjatuh dalam lubang pikiranku sendiri
Dan aku tak bisa keluar, tak bisa keluar
Aku hanya bisa memanjat
Tapi tepi lubang tak pernah terlihat
Aku terperangkap di antara jeruji
Jeruji ketakutan
Aku takut, aku takut !
Tapi aku tak bisa menghilangkannya


Aku jatuh lebih dalam lagi
Semua semakin gelap, gelap
Aku terperangkap lebih jauh lagi
Aku terpuruk lebih dalam
Aku tak bisa keluar, aku tak bisa keluar !


Aku bisa mendengar bisikan di sekelilingku
Aku bisa mendengar apa yang mereka katakan
Mereka mengatakan apa yang aku pikirkan
Mereka mendesis-desis
Mereka mengatakan segalanya
Dan aku terjatuh lagi, lebih dalam lagi
Aku terperangkap, aku tak bisa keluar
Karena aku takut

Tuesday, 18 January 2011

Beri Aku Kesempatan

Kalian tak hiraukan tetes air mataku
Dan kalian harap aku melihat wajah murungmu
Kalian tahu aku berusaha menghilangkan sakit hatiku
Tapi kalian malah menambah parah beban pikiranku


Kalian berkata aku egois
Tapi bukan maksudku aku menjadi seperti keris
Aku bukannya sombong
Hanya saja kalian tak mampu mengisi hidupku yang kosong
Aku bukannya merasa tinggi
Tapi kalian tak bisa menghargai diri
Jadi mau apa kalian ini
Mengejek diriku yang sakit hati
Tanpa merasa malu pada diri sendiri


Kalian memarahiku seakan aku anjing yang nakal
Mungkin kelakukanku memang seperti berandal
Tapi aku masih punya pikiran dan akal
Kalian saja yang jahat bermental barbar
Aku bukannya kurang ajar
Tapi terkadang aku memang kasar
Pada orang-orang yang memperlakukanku seperti serangga kena cacar


Beri aku kesempatan
'Tuk buktikan aku bukan anak yang merasa seperti Tuhan
Aku bukan mau melawan
Tapi aku tak tahu kalian harus kuapakan


Beri aku kesempatan lagi
'Tuk buktikan aku bukan anak yang keras hati
Aku tak bisa ungkapkan apa yang sebenarnya ada di hati ini
Ini rahasiaku sampai nanti


Beri aku kesempatan
Akan kubuktikan
Aku bukan seperti yang kalian katakan

Aku Tak Bisa Mengatakan

Aku tak tahu mengapa
Aku seakan tak bisa mengatakannya
Dan kalian semua yang menatapku tak percaya
Kalian bicara yang sama sekali beda
Berbeda dengan apa yang ada di hatiku yang tersiksa


Kalian bicara dengan lirih
Seakan mendengar itu semua hatiku tak perih
Apa kalian tak tahu hati ini sangat pedih (?)
Kalian tak lihat mataku yang menangis sedih
Meski wajahku tak terlihat mendidih


Aku ingin bisa mengutarakan apa isi hati ini
Tapi mulutku seakan terkunci
Seakan bila aku bicara aku akan mati
Apa kalian tak melihat tangis di mataku ini
Yang sama sekali tak bisa kutahan lagi
Karena kalian telah membuatku sakit hati
Yang tampaknya tak bisa diobati

Dengarlah ratapan hatiku yang merana
Yang sudah sering kalian siksa
Kalian tak bisa percaya
Kalau aku bukan seperti yang kalian kira


Apa salahku pada kalian
Hingga semua ini kalian lakukan
Kalian telah membuatku merasa seperti air selokan
Yang sama sekali tak bisa disucikan
Apa seperti itu mau kalian
Aku mati karena berbagai siksaan
Yang kalian lakukan tapi aku yang merasakan


Apa kalian tak lihat air mataku
Menderas karena sudah banyak jarum di hatiku
Apa kalian tak bisa merasakan sakitnya diriku
Kalian injak-injak dan hina seperti kutu
Seakan aku ini kuman di sepatumu
Yang sama sekali tak bermutu
Yang hanya bisa mengeluarkan bau


Aku bukan yang kalian kira
Tapi aku juga tak bisa mengungkapkan rahasia
Semua guru bicara hal-hal yang membuatku tersiksa
Tapi aku tak bisa bilang apa-apa
Biarlah mereka mau bilang apa
Mau bilang aku seperti iblis dari neraka
Atau debu di celana
Aku tak bisa apa-apa
Ingat rahasia itu hakku juga
Dan kalian tak bisa mengubahnya

Friday, 7 January 2011

Semua yang Kuingini

Banyak hal yang kuingini
Tapi tak ada satupun yang terwujud
Aku tak tahu kenapa
Semua seakan belum cukup bagiku
Semua seakan berpaling dariku


Yang terjadi selama ini
Hanya segala yang tidak kuingini
Seakan dunia sengaja melakukan semua ini
Sengaja melakukan semua ini
Untuk mengsengsarakanku


Tapi setelah berbagai hal kulalui
Aku tahu aku salah
Tuhan dan dunia tidak melakukan ini
Untuk mengsengsarakanku
Semua ini terjadi
Karena Tuhan sayang diriku
Karena Tuhan peduli padaku
Dan ingin aku merasakan bagaimana hidup yang sebenarnya
Dengan jalan penuh derita
Luka di hati dengan simbilu
Dan angin sengsara yang terasa terus berhembus
Tuhan peduli padaku
Tuhan sayang padaku