Friday, 31 December 2010

Semua Telah Berlalu

Kulihat kenangan di belakangku
Setiap detik terasa makin menjauh
Setiap hari terasa makin sulit 'tuk digapai lagi
Kulihat lagi kenangan di belakangku
Rasanya ingin menitikkan air mata
Melihat begitu banyak hal indah
Yang telah kami lalui bersama

Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali berhasil berdiri
Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali bersepeda
Semua itu terasa begitu indah
Dan begitu jauh

Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku lulus kelas satu
Kulihat mereka berdua tersenyum
Saat aku menujukkan raporku
Semua itu begitu indah
Terlalu indah untuk dilihat


Semua pertengkaran yang kami lalui
Terasa menyakitkan di hatiku
Membuatku sadar
Betapa sayangnya Ayah Bunda padaku
Betapa pedulinya mereka padaku
Dan hanya aku yang belum bisa merasakannya


Semua telah berlalu
Semua sudah tertinggal jauh di belakang
Semua sudah terlalu jauh 'tuk digapai lagi
Aku tak bisa apa-apa

Thursday, 9 December 2010

Kemarahan Alam...

Kemarahan alam membuatku gundah
Lihatlah air di pantai membuncah
Dan suara gemuruh membuatku gelisah
Dengan suara petir yang membuat resah
Lihat hujan membuat semuanya basah
Tapi untuk lari aku terlalu lelah
Dan melawan takdir juga terlalu susah
Tak ada yang bisa kami lakukan selain pasrah


Mungkin sebentar lagi aku akan hancur
Selain hancur juga lebur dan membaur
Tampaknya aku dan alam takkan bisa akur
Karena aku begitu kecil hingga tak bisa diukur
Aku menyesal tak pernah bersyukur
Aku menyesal tak pernah bertafakur


Lihatlah daratan sudah mulai retak
Manusia-manusia sudah memutar otak
Dan berusaha keras hingga berbunyi mirip mesin cetak
Tapi akhirnya manusia malah lupa letak


Kulihat air laut hilang dari tepi
Tapi aku yakin sebentar lagi akan kembali
Dalam wujud sebuah tsunami
Jadi sebaiknya kita lari
Kalau kita tak ingin cepat mati
Tapi seperti apapun kita menghindari
Tak mungkin bisa selamat dari bencana ini
Karena Tuhan sudah menakdirkan kita mati di sini

Tuesday, 7 December 2010

Kita Lalui Bersama

Temanku
Kita telah bersama sejak lama
Dan segalanya yang kita derita
Menjadi kisah kami bersama
Genggamlah erat tanganku
Dan aku yakin, Temanku
Kita bisa lalui derita-derita yang baru


Temanku
Dunia boleh berpaling dari kita
Tapi ingatlah kita bisa lalui semua derita
Karena kita punya kekuatan yang tidak mereka miliki
Yaitu keteguhan dan keyakinan hati
Jadi yakinlah bahwa kita benar
Dan mereka suatu hari akan sadar
Kita selama ini tidak bersalah
Dan mereka akan terpaksa mengalah
Karena mereka tak berani dikatakan kalah


Temanku
Genggam erat tanganku
Ayo kita tembus semua derita ini
Kita akan terus bersama sampai kita keluar dari sini
Ingat janji kita hari ini (?)
Kita tak akan hiarukan apa yang mereka katakan
Karena yang mereka katakan itu yang bukan-bukan


Temanku
Biarkanlah kata-kata yang lewat
Yang mereka katakan itu bukan sesuatu yang hebat
Yang mereka katakan hanyalah dusta
Jadi lupakan saja apa kata mereka
Mari kita lihat lurus ke depan
Masa depan yang indah menanti kita
Jangan biarkan kata-kata kotor itu hancurkan kita
Karena kita masih punya hak menggapai cita-cita
Yang mereka lakukan itu bukan apa-apa
Karena ingatlah, hati kita sekuat baja


Temanku
Biarlah air mata menghiasi mata kita
Biarlah air mata menhapus masa lalu yang penuh derita
Biarlah air mata mengobati hati kita yang terluka
Tapi janganlah kita sampai putus asa
Karena bila kita hentikan usaha kita
Mereka semua akan bersorak gembira
Temanku ingatlah janji kita bersama
Kita takkan biarkan mereka kilah kita kalah
Akan kita tunjukkan kalau kita berhak menang
Menang dari semua yang mereka katakan tentang kita
Ingatlah Temanku
Dari awal sampai akhir, deritamu juga deritaku


Temanku
Biarkan apapun yang mereka katakan
Yakin lah mereka bisa kita kalahkan
Karena kita masih punya masa depan
Yang tak mungkin bisa mereka hancurkan


Temanku
Semua akan kita lalui bersama
Jadi marilah kita lawan derita
Genggamlah tanganku
Kita mulai awal yang baru
Ingatlah aku akan selalu ada di sisimu

Friday, 3 December 2010

Ingatlah

Saat kau lepas genggamanku
Aku tahu ini saat kulepas kau pergi
Anakku, nanti lihatlah ke belakang
Dan lihat semua masa-masa indah kita

Saat kau masih balita
Dan belum bisa berjalan
Aku menjunjungmu tinggi-tinggi
Aku berdoa supaya kau bia meraih langit

Saat kau berumur lima tahun
Kulihat kau bermain dengan anak-anak seusiamu
Dan aku berpikir,
Saat itulah, kau meninggalkanku


Saat kau tiga belas tahun
Kau seakan lepas dari tanganku
Aku tak bisa mengendalikanmu
Kau seperti tidak kenal aku lagi
Kau seperti sudah lupa...

Dan saat kau pergi kuliah
Yang bisa kukatakan hanya satu...
"Ingatlah aku"
Itu saja, karena yang kuinginkan
Hanya kau mengenang masa-masa lalu
Masa-masa indah dulu, Anakku...