Sunday, 5 September 2010

Air Mata Ibu

Lihat
Air mata Ibu
Tergenang dan siap tumpah

Lihat
Tangan Ibu
Mengusap air mata
Yang sudah tumpah
Yang sudah menetes
Pelan

Oh, mengapa Ibu menangis?
Kenapa?
Apa aku salah?
Apa yang telah kulakukan?
Apa yang telah kukatakan?

Lalu Ibu berkata,
"Sebentar lagi
Ibu mau pergi
Jaga diri baik-baik
Doakan Ibu ya, Nak
Jaga diri baik-baik
Kaulah satu-satunya permata Ibu
Permata Ibu yang paling berharga
Jaga diri baik-baik
Ibu akan pergi sebentar lagi"


Lalu aku ikut menangis
Dan berkata,
"Ibu, jangan pergi
Kaulah matahariku
Kaulah bintangku
Kaulah yang membuatku tetap hidup"

Lalu aku memeluk Ibu
Ibu memelukku
Dan ketika kulepaskan

Ibu...
Ibu...
Ibu sudah tidak ada...

Lihatlah Ibu
Berbaring di sisiku
Dengan air mata masih tergenang
Dengan wajah pilu yang menyedihkan

Lihatlah air mata Ibu
Benda terakhir yang dikeluarkannya
Bersama cintanya padaku

0 Komentar:

Post a Comment