Monday, 31 May 2010

Jangan Mengaku Sebelum Ada Bukti

Apakah Anda pernah pernah merasa jengkel pada sesuatu atau orang lain? Belum pernah? Jangan mengaku belum pernah, sebelum menjawab test ini:
1. Apa pernah terbesit di benak Anda untuk mengubah nama Anda?
2. Apa Anda pernah merasa gembira bahwa salah satu rekan Anda tidak hadir dalam suatu pertemuan?
3. Pernahkah Anda menghindar untuk bertemu dengan seseorang?
4. Pernahkah Anda berpikir untuk minggat dari suatu tempat?

   Kalau Anda menjawab ya, untuk satu atau lebih dari pertanyaan di atas, berarti Anda pernah merasa tidak suka atau jengkel pada sesuatu atau orang lain.

Tuesday, 25 May 2010

Rindu Rasa Itu...

   Biasanya...aku tak ingin terus menangis, karena itu hanya akan membuatku terlihat lemah. Biasanya...aku benci rasa tercekat yang menyakitkan di tenggorokan bila menahan tangis...
   Tapi, sekarang...aku rindu rasa itu...rasa sakitnya tercekat...rasanya menangis...rasanya menghilangkan perasaan sakit itu...

Wednesday, 19 May 2010

Marah

Di saat 'ku gemetar
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku menatap dengan kaku
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku merapatkan rahang
Kau bilang aku marah
Di saat aku mengepalkan tangan
Kau bilang aku marah
Dan saat 'ku bernafas dengan susah
Kau bilang aku marah

Sungguh
Aku tak marah
Tapi aku menahan tangis
Yang sudah siap keluar

Aku tak pernah marah
Bila kau hina aku
Bila kau caci aku
Aku hanya sedih
Dan sakit hati
Tapi tak ada kata marah
Tak ada kata marah
Tak ada

Aku hanya ingin bahagia
Bahagia
Bahagia
Aku hanya ingin tersenyum

Aku tak akan marah
Bila kau terus mencaciku
Bila kau terus menghinaku
Karena percuma
Karena kau tak akan pernah peduli
Karena aku tak bisa marah
Tak bisa


Digubah oleh Fadhilah Fitri
19 Mei 2010

Tuesday, 18 May 2010

Selamat Tinggal Dunia

   Apabila kita teringat tentang kematian, apa yang kau pikirkan? Kalau aku, sudah pasti menangis. Ya, hidupku memang penuh hal-hal yang memuakkan, tapi aku tetap akan menangis. Kenapa? Karena teringat akan kedua orang tuaku. Ya, aku selalu ingin menangis bila teringat keduanya, mungkin karena aku anak yang sangat buruk dan kurang ajar sekali. 

   Tapi kadang aku ingin kematian datang. Ya, saat semuanya memandangku penuh jijik dan menghinaku seakan aku ini tuli. Dan aku seringkali berharap aku dapat menjadi hantu yang melayang-layang dan menghantui orang-orang yang sering membuatku sedih dan sakit hati. Aku sering berharap seperti itu, bisa kembali lagi dalam bentuk hantu yang seperti kabut dan melayang-layang dan membuat orang-orang yang menghinaku itu menyesal setengah mati untuk kata-kata menyakitkan yang telah keluar dari mulut-mulut mereka yang tak bisa dikendalikan. 

   Dan setelah membayangkan aku menjadi hantu dengan gembira dan senang, aku menjadi ingin menangis. Karena teringat kedua orang tuaku. Yah, itu kan sudah kuceritakan. Mungkin sih, ini omong kosong tidak bermutu, tapi mungkin saja, salah satu dari kalian mengerti, bahwa mengucapkan selamat tinggal pada dunia tidak segampang yang selalu dipikir orang...


Quotes of Mine

"Bagiku sangat mudah merasa terharu dan bahagia karena aku jarang merasa bahagia atau terharu, mengingat hidupku sangat suram."
"Bagiku saat aku sendiri adalah kesempatan emasku untuk melepaskan segala rasa sedih dan sakit hati."
"Buku adalah sahabat terbaikku yang tak akan pernah pergi dariku."
"Sahabat terbaikku yang pertama adalah buku, sedangkan yang kedua adalah air mata, karena air mata-lah yang selalu menemaniku menghilangkan semua rasa sakitku." 

Monday, 17 May 2010

Bagaimana Rasanya Amarah yang Ditahan

   Bagi yang belum pernah menahan marah, aku akan beritahu: rasanya sungguh menyakitkan. Rasanya dada ingin meledak dan kau harus merapatkan rahangmu supaya tidak keluar kata-kata yang tidak diinginkan. Marah bagiku sangat menyakitkan, karena hampir setiap hari aku merasakannya. Di sekolah. Sebenarnya sih aku jarang marah berlama-lama dan mengingat kesalahan orang, tapi kalau sakit hati, itu lain. Hampir setiap  hari aku sakit hati. Dan sungguh, kadang yang membuatku sakit hati sungguh keterlaluan dan rasanya ingin marah---tapi sulit. Salah satu langkah, salah kata, salah ekspresi, salah gerakan, maka aku yang akan menanggung segalanya. Dan itu membuatku MUAK. Sangat muak. Kadang aku tak tahu apa-apa, tahu-tahu dicegat dan kata-kata pedas dan menusuk dilontarkan padaku, dan hatiku rasanya ingin meledak. Aku jarang bisa menangis kalau diejek atau dihina; biasanya aku hanya diam dan membuka buku paling tebal yang aku bawa. Atau, menulis puisi. Sering kali ada yang melontarkan kata-kata kurang ajar dan menghina padaku, sambil begitu selalu saja ada yang melotot dan mengernyitkan hidung seakan aku sampah paling bau di dunia. Atau, mungkin memang iya. Tapi, tetap saja aku tak suka.
   Biasanya yang begitu orang-orang yang hampir setiap hari kujumpai. Rahasia sih, tapi begitulah. Rasanya selalu berat kalau aku memandang wajah mereka, karena sedikit-sedikit selalu saja ada yang berkomentar dengan kata-kata paling mengenaskan untuk hati seorang anak berumur 12 tahun.
   Kata-kata pedas mereka membuatku tak bisa bersosialisasi dan selalu menutup diri. Aku bahkan tak berani berpendapat gara-gara tajamnya kata-kata mereka!!!

Tuesday, 11 May 2010

Kata-Kata Mutiaraku

"Tak ada yang berbada dari buku yang lusuh dan buku yang rapi, karena bagiku, keduanya sama-sama sahabat yang baik."

"Buku yang paling istimewa adalah buku yang lusuh dan kumal, karena buku itu mampu membuatmu merasa kasihan dan menyesal."

"Tak ada yang lebih berharga dari cinta seorang ibu."

Monday, 10 May 2010

Quote of the Day

"Jangan anggap halangan sebagai sebuah penghalang, tapi anggaplah halangan sebagai sebuah pelindung."

(Ini karanganku sendiri! Jangan diplagiat! Hehehehe ^_^ bercanda...)