Wednesday, 14 April 2010

Merajut Kenangan

Bunda,
Mari kita rajut kenangan
Kenangan yang abadi
Yang tak akan hilang dari lubuk hati

Bunda,
Rajutan kenangan kita belum selesai
Tapi aku yakin kita bisa memenuhinya
Agar nanti tak akan ada yang terlewatkan
Agar tak ada yang perlu disesali

Bunda,
Aku tahu kau tak akan abadi
Aku tahu kau akan pergi tak lama lagi
Aku tahu kau takkan bersamaku ’tuk selamanya

Bunda,
Aku tahu tangisku takkan membuatmu berhenti
Aku tahu aku tak akan bisa membuatmu tetap di sini
Tapi aku yakin cintamu tak akan pergi

Bunda,
Mari kita rajut kenangan
Agar aku tak menghapusmu dari ingatan
Agar aku bisa mengenang semua

Bunda,
Aku tahu suatu saat kau akan pergi
Aku tahu kau akan meninggalkanku sendiri
Tapi Bunda,
Biarkan rajutan kenangan kita di sini
Siapa tahu kita bisa melanjutkannya suatu hari nanti

Oleh Fadhilah F.P

1 Komentar:

Fadhilah Fitri said...

Hehehe... ini aku loh...! ^_^
Gimana puisinya? Kalo menurutku sih menharukan. Pas menggubah puisi ini, aku hampir nangis sendiri loh! Gak keluar air mata, tapi rasanya mo nangis sampe' kerongkonganku sakit....

Post a Comment