Saturday, 24 April 2010

Gadis Berbalut Duka

Gadis berbalut duka
Itulah aku
Setiap hari
Yang ditelannya hanyalah
Cacian, makian, dan hinaan


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Pakaiannya hanyalah tangis dan derita
Yang tak pernah lepas dari dirinya


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Tangisnya berupa darah
Dan suaranya berupa ratapan


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Yang dihirupnya hanyalah hembusan kematian
Dan yang dipandangnya hanyalah maut


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Dunianya begitu dingin
Dan hidupnya begitu beku


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Matanya abu-abu
Tatapannya sayu
Kulitnya pucat kebiruan
Dan bibirnya hampir tak berwarna
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Sekarang ia telah mati
Mayatnya terbaring di sini
Dan arwahnya telah pergi
Dia tak akan kembali
Karena dia telah cukup
Menelan derita
Di sini



23 April 2010
Oleh Fadhilah Fitri Primandari

0 Komentar:

Post a Comment