Sunday, 28 February 2010

Hmmm?

Ini teman-temanku...








Friday, 26 February 2010

Kapak dan Api Peperangan

Kubur saja kapakmu...
Buat apa kau terus mengasahnya...(?)
Menjadikannya tajam dan siap membunuh...(?)


Kau acungkan kapak itu padaku...
Seakan itu bendera kebangsaan...
Lalu kau sulut api kebencian...
Dan bekukan air perdamaian...


Apa kau ingin terus berperang...(?)
Melempar pisau dan jarum...
Dan menebas kepala siapa saja yang kau lihat...(?)


Lihat api yang kau sulut...
Tidak saja membakar hatiku...
Namun juga hatimu...
Hati nuranimu...


Kapak dan apimu tidak hanya menyiksaku...
Namun juga menyiksamu...
Menyiksa orang-orang yang kau cintai...


Kapakmu tak akan tajam selamanya...
Dan apimu akan padam esok hari...
Air perdamaian akan mencair...


Api di hatimu tak akan terus membara...
Batinmu tak akan buta selamanya...
Kebengisanmu akan berakhir...
Dan kau akan menyesal telah menyulut api kebencian...
Dan asah kapak peperangan...

24 Februari 2010
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari

Dulu dan Sekarang

Dulu...
Bila jarum menusuk hatiku...
Dan pisau berdesing melewati telinga...
Dan kapak nyaris menebas kepala...
Ku masih bisa berdiri...
Tegar...


Sekarang...
Bila jarum menyentuh kulitku...
Ku mengerang kesakitan...
Bila pisau melayang ke arahku...
Ku menjerit-jerit nelangsa...
Dan bila kapak menyapu rambut...
Ku menggelepar-gelepar bagai mayat hidup...


Dulu dan sekarang...
Ku makin lemah...
Air mataku sering tumpah dari kantong...
Dan darah makin deras mengucur...


Dulu dan sekarang...
Musuhku makin banyak...
Padahal ku tak tahu apa-apa...
Yang ku tahu hanya kapak, jarum dan pisau...
Yang terus menyiksa batin...


Dulu...
Di kala ku sedih dan menangis...
Dan hati penuh duka...
Kau masih mengulurkan tangan...


Sekarang...
Di kala ku bersimbah darah...
Dengan mata kuning lapuk oleh air mata...
Kau tertawa...
Kau melontarkan kata-kata menyakitkan bagai mata kapak...
Dan bernyanyi dengan suka cita..


Dulu dan sekarang...
Segalanya berbeda...
Dulu ku hidup...
Sekarang ku mati...
Semangat melayang pergi...
Meninggalkan tubuh kakuku...


23 Februari 2010,
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari