Friday, 31 December 2010

Semua Telah Berlalu

Kulihat kenangan di belakangku
Setiap detik terasa makin menjauh
Setiap hari terasa makin sulit 'tuk digapai lagi
Kulihat lagi kenangan di belakangku
Rasanya ingin menitikkan air mata
Melihat begitu banyak hal indah
Yang telah kami lalui bersama

Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali berhasil berdiri
Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali bersepeda
Semua itu terasa begitu indah
Dan begitu jauh

Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku lulus kelas satu
Kulihat mereka berdua tersenyum
Saat aku menujukkan raporku
Semua itu begitu indah
Terlalu indah untuk dilihat


Semua pertengkaran yang kami lalui
Terasa menyakitkan di hatiku
Membuatku sadar
Betapa sayangnya Ayah Bunda padaku
Betapa pedulinya mereka padaku
Dan hanya aku yang belum bisa merasakannya


Semua telah berlalu
Semua sudah tertinggal jauh di belakang
Semua sudah terlalu jauh 'tuk digapai lagi
Aku tak bisa apa-apa

Thursday, 9 December 2010

Kemarahan Alam...

Kemarahan alam membuatku gundah
Lihatlah air di pantai membuncah
Dan suara gemuruh membuatku gelisah
Dengan suara petir yang membuat resah
Lihat hujan membuat semuanya basah
Tapi untuk lari aku terlalu lelah
Dan melawan takdir juga terlalu susah
Tak ada yang bisa kami lakukan selain pasrah


Mungkin sebentar lagi aku akan hancur
Selain hancur juga lebur dan membaur
Tampaknya aku dan alam takkan bisa akur
Karena aku begitu kecil hingga tak bisa diukur
Aku menyesal tak pernah bersyukur
Aku menyesal tak pernah bertafakur


Lihatlah daratan sudah mulai retak
Manusia-manusia sudah memutar otak
Dan berusaha keras hingga berbunyi mirip mesin cetak
Tapi akhirnya manusia malah lupa letak


Kulihat air laut hilang dari tepi
Tapi aku yakin sebentar lagi akan kembali
Dalam wujud sebuah tsunami
Jadi sebaiknya kita lari
Kalau kita tak ingin cepat mati
Tapi seperti apapun kita menghindari
Tak mungkin bisa selamat dari bencana ini
Karena Tuhan sudah menakdirkan kita mati di sini

Tuesday, 7 December 2010

Kita Lalui Bersama

Temanku
Kita telah bersama sejak lama
Dan segalanya yang kita derita
Menjadi kisah kami bersama
Genggamlah erat tanganku
Dan aku yakin, Temanku
Kita bisa lalui derita-derita yang baru


Temanku
Dunia boleh berpaling dari kita
Tapi ingatlah kita bisa lalui semua derita
Karena kita punya kekuatan yang tidak mereka miliki
Yaitu keteguhan dan keyakinan hati
Jadi yakinlah bahwa kita benar
Dan mereka suatu hari akan sadar
Kita selama ini tidak bersalah
Dan mereka akan terpaksa mengalah
Karena mereka tak berani dikatakan kalah


Temanku
Genggam erat tanganku
Ayo kita tembus semua derita ini
Kita akan terus bersama sampai kita keluar dari sini
Ingat janji kita hari ini (?)
Kita tak akan hiarukan apa yang mereka katakan
Karena yang mereka katakan itu yang bukan-bukan


Temanku
Biarkanlah kata-kata yang lewat
Yang mereka katakan itu bukan sesuatu yang hebat
Yang mereka katakan hanyalah dusta
Jadi lupakan saja apa kata mereka
Mari kita lihat lurus ke depan
Masa depan yang indah menanti kita
Jangan biarkan kata-kata kotor itu hancurkan kita
Karena kita masih punya hak menggapai cita-cita
Yang mereka lakukan itu bukan apa-apa
Karena ingatlah, hati kita sekuat baja


Temanku
Biarlah air mata menghiasi mata kita
Biarlah air mata menhapus masa lalu yang penuh derita
Biarlah air mata mengobati hati kita yang terluka
Tapi janganlah kita sampai putus asa
Karena bila kita hentikan usaha kita
Mereka semua akan bersorak gembira
Temanku ingatlah janji kita bersama
Kita takkan biarkan mereka kilah kita kalah
Akan kita tunjukkan kalau kita berhak menang
Menang dari semua yang mereka katakan tentang kita
Ingatlah Temanku
Dari awal sampai akhir, deritamu juga deritaku


Temanku
Biarkan apapun yang mereka katakan
Yakin lah mereka bisa kita kalahkan
Karena kita masih punya masa depan
Yang tak mungkin bisa mereka hancurkan


Temanku
Semua akan kita lalui bersama
Jadi marilah kita lawan derita
Genggamlah tanganku
Kita mulai awal yang baru
Ingatlah aku akan selalu ada di sisimu

Friday, 3 December 2010

Ingatlah

Saat kau lepas genggamanku
Aku tahu ini saat kulepas kau pergi
Anakku, nanti lihatlah ke belakang
Dan lihat semua masa-masa indah kita

Saat kau masih balita
Dan belum bisa berjalan
Aku menjunjungmu tinggi-tinggi
Aku berdoa supaya kau bia meraih langit

Saat kau berumur lima tahun
Kulihat kau bermain dengan anak-anak seusiamu
Dan aku berpikir,
Saat itulah, kau meninggalkanku


Saat kau tiga belas tahun
Kau seakan lepas dari tanganku
Aku tak bisa mengendalikanmu
Kau seperti tidak kenal aku lagi
Kau seperti sudah lupa...

Dan saat kau pergi kuliah
Yang bisa kukatakan hanya satu...
"Ingatlah aku"
Itu saja, karena yang kuinginkan
Hanya kau mengenang masa-masa lalu
Masa-masa indah dulu, Anakku...

Thursday, 25 November 2010

Mari Lihat ke Belakang

Mama Papa
Sebelum kalian lepas aku pergi
Mari kita lihat ke belakang
Ke masa-masa indah dulu
Ketika aku masih seorang gadis kecil

Mama Papa
Tidakkah kalian ingat
Ketika aku belum bisa berjalan
Kalian menjunjungku tinggi-tinggi
Dan berkata aku pasti bisa meraih bintang

Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku masih belajar berjalan
Dan kalian berdua membiarkanku mencoba sendiri
Kalian membiarkanku jatuh dan bangun
Karena kalian ingin aku merasakan
Jatuh dan bangunnya kehidupanku nanti

Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku pertama kali masuk sekolah
Kalian membimbingku dalam semua pelajaran
Dan tak pernah lelah menjelaskan semuanya
Karena kalian aku mendapat perhatian yang cukup
Kalian ingin aku bisa, selalu bisa

Mama Papa
Tidak ingatkah kalian
Ketika aku dan Mama Papa bertengkar
Aku menginginkan telepon genggam yang bagus
Tapi kalian justru membelikanku yang biasa-biasa saja
Aku tidak mengerti waktu itu
Tapi sekarang aku mengerti
Kalian tidak ingin aku melupakan pelajaran
Kalian tidak ingin aku menyalah-gunakan teknologi
Kalian ingin aku paham
Bahwa dunia ini tidak selamanya milik kita

Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku menulis surat pertamaku pada guru konseling
Dan kalian tidak mau aku mengirimkannya
Karena kalian ingin aku mengerti
Karena kalian ingin hanya kalian yang mengerti aku
Karena kalian ingin aku menceritakan semuanya pada kalian

Mama Papa
Ingatlah semua itu
Ketika kami masih bersama
Menyatu erat dengan rajutan kenangan kita

Mama Papa
Aku pergi sekarang
Menghadap masa depan
Dan membawa masa laluku bersamaku

Saturday, 13 November 2010

13 Tahun dan Aku...

Aku sudah tiga belas tahun
Dan aku...
Merasa seperti mau meledak
Hidup rasanya serba-salah
Segalanya seperti membuatku marah

Aku sudah tiga belas tahun
Dan aku...
Merasa ingin menangis tiap hari
Hidup seperti membuatku sengsara
Hujan sembilu seakan tak ada habisnya
Tapi hatiku juga seakan tak ada habisnya


Aku sudah tiga belas tahun
Dan aku...
Rasanya ingin mati saja
Hidup ini rasanya seperti membuatku terperangkap
Segalanya seperti dikungkung
Dan aku tak bisa lari


Aku sudah tiga belas tahun
Tapi aku...
Tidak mau mati di umur ini
Karena meski dunia terasa bagai neraka
Dan segalanya seperti siksaan
Aku ingin melihat sisa dunia
Aku ingin melihat semuanya sebelum semuanya terlambat

Sunday, 7 November 2010

Bila Aku Buta

Bila aku buta
Aku takkan bisa melihat apa-apa
Aku takkan bisa melihat indahnya dunia
Aku takkan bisa melihat apapun
Yang sekarang bisa kulihat


Bila aku buta
Yang bisa kulihat hanya kegelapan
Tanpa warna sama sekali
Yang bisa kulihat hanya semburat-semburat harapan
Yang entah kapan akan terwujud


Bila aku buta
Aku yakin Bunda akan selalu ada untukku
Aku yakin Bunda akan menemaniku
Melalui siang dan malam


Bila aku buta
Hanya akan ada satu hal yang bisa kulihat
Yaitu cahaya kehangatan
Dan pelangi kasih sayang
Yang datangnya dari Bunda

Wednesday, 27 October 2010

Genggam Erat Tanganku

Bunda
Saat aku sendirian
Kau selalu ada di sampingku
Menggenggam erat tanganku
Dan berkata aku tidak sendiri


Bunda
Saat aku ketakutan
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Dan berkata semua akan baik-baik saja

Bunda
Saat aku kedinginan
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Menghangatkanku

Bunda
Saat aku menangis
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Dan menenangkanku


Dan oh Bunda,
Aku ingin
Ketika kau hendak pergi
Aku ingin kau ada di sampingku
Menggenggam erat tanganku
Dan berkata bahwa kau akan selalu ada untukku


Dan Bunda,
Aku ingin
Ketika kau telah pergi
Kau ada di hatiku
Menggenggam erat nyaliku
Untuk meyakinkanku
Aku mampu melewati hari-hari tanpamu


Bunda
Aku ingin
Kau selalu ada di dekatku
Menggenggam erat tangaku
Dan berkata,
"Aku selalu bersamamu"

Saturday, 16 October 2010

Innocence

Innocence is:

1. Ketika kau berpikir bahwa ibumu akan selalu ada untukmu
2. Ketika kau berpikir semuanya akan berjalan sesuai kemauanmu
3. Ketika kau merasa kau pasti bisa menaklukkan semua tantangan
4. Ketika kau tidak mengenal rasa minder atau patah semangat
5. Ketika kau punya semangat yang membara di hatimu yang tidak padam-padam
6. Ketika kau merasa sangat yakin cita-citamu akan tercapai


   Saat-saat seperti itu adalah saat-saat emas, saat-saat kau bisa melakukan semuanya...

   Saat-saat kita mampu menaklukkan semua rasa takut kita...


   Dan saat-saat itu bisa rusak begitu saja karena kata-kata yang sepele...

Wednesday, 13 October 2010

Saat Kiamat Tiba...

Oh Bunda,
Saat Kiamat tiba
Apa kau akan ada untukku (?)
Apa kau akan ada untuk melindungiku (?)
Atau...
Apa kau akan pergi meninggalkanku
Dan membiarkanku sendiri (?)


Bunda
Saat Kiamat tiba
Apa kau akan masih ada di sampingku
Menggandeng tanganku dan menenangkanku (?)
Apa kau akan masih ada di sampingku
Memelukku dan mengatakan semuanya baik-baik saja (?)
Atau...
Apa kau akan membiarkanku di antara reruntuhan
Dan tertimpa maut (?)


Bunda
Saat Kiamat tiba
Jangan kau tinggalkan aku
Gandenglah aku, genggam tanganku erat-erat
Bawalah aku bersamamu, Bunda
Jangan kau tinggalkan aku sendiri
Bawalah aku bersamamu

Tuesday, 12 October 2010

Bintang-bintang

Aku melihatmu di langit malam, Bunda
Tersenyum di antara bintang-bintang
Matamu bercahaya, dan senyumanmu berkilau
Bunda...

Kau melambai padaku
Dan mengatakan:
"Semuanya akan baik-baik saja"
Seakan kau tahu semua isi hatiku
Semua kegalauanku
Semua perasaanku

Kau berkata:
"Aku akan selalu berada di sini untukmu, Sayang,
Aku akan melihatmu, apapun yang kau kerjakan
Di manapun kau berada
Jangan ragu untuk menatapku, Sayang
Karena aku akan selalu ada untukmu" ...


Kau tersenyum padaku
Kau mengatakan semua akan baik-baik saja
Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Kau akan selalu ada untukku
Kau akan selalu ada untuk menyinari jalanku


Ya, Bunda,
Kau akan selalu ada untukku
Kau akan selalu berada di sana untukku
Kau akan selalu menjadi malaikat-ku
Kau akan selalu ada...


Kau akan selalu menjadi orang
Yang paling menyayangiku
Kau akan selalu menjadi orang pertama
Yang ada untuk membantuku
Kau akan selalu menjadi rembulan dan bintangku
Di langit, yang selalu menyinariku

Ya, Bunda, kau akan selalu menjadi orang pertama
Yang kusayangi


Kau akan selalu menjadi bunda-ku
Ke manapun aku pergi
Kapanpun
Di manapun...

Saturday, 11 September 2010

Kata Mutiara.... (lagi....)

"Anak-anak selalu beranggapan bahwa orangtua selalu kuat, selalu bisa segalanya, dan selalu berani, padahal orangtua punya rasa takut sendiri, yaitu takut kalau anak mereka tidak lagi percaya pada mereka."

"Terkadang mengetahui sesuatu tidak menyenangkan, terkadang lebih baik kita tidak tahu."

"Dunia ini indah, kalau kita lihat dari sisi indahnya. Kalau kita lihat dari sisi buruknya, duniapun akan buruk."

"Kekuatan fisik tidak ada artinya bila dibandingkan dengan semangat. Coba buktikan sendiri."


"Semua orang cinta televisi karena mereka selalu berpikir yang menyenangkan tentang benda itu. Coba bila kau berpikir yang menyenangkan mengenai buku, kau akan mencintainya juga."


Semua ini di gubah oleh Fadhilah Fitri P.

Tuesday, 7 September 2010

Tangis Hantu Seorang Anak Perempuan

   Aku mati setahun yang lalu, karena tertabrak mobil. Sekarang aku kembali dalam wujud hantu, dan itu tidak bisa diubah lagi.


Suatu malam.... tengah malam
Aku terbangun dari tidurku di kuburan, dan aku memutuskan untuk kembali ke rumahku dulu, ketika aku masih hidup
Di rumah sudah gelap... gelap sekali
Aku pergi ke kamarku dulu...
Kamar itu juga gelap, namun rapi sekali...seperti tak tersentuh selama beberapa bulan
Aku berbaring di kasurku... merasakan lagi bagaimana rasanya tidur di kasurku lagi
Namun rasanya berbeda
Aku tidak nyaman...aku kesepian....
Aku butuh Mama di sisiku...aku ingin bicara dengan Mama...


Jadi aku keluar lagi, ke kamar Mama...
Aku lihat Mama sedang tidur
Aku memanggil nama Mama...
Tapi Mama tak bergerak
Aku menggoyang-goyangkan tangan Mama...
Tapi Mama juga tidak merespon...
Aku mencoba lagi...dan lagi...dan lagi...
Tapi tetap sama...
Mama tidak bergerak...tidak meresponku sama sekali...

Sesaat kukira Mama sudah pergi...
Sudah tidak ada...
Tapi saat berikutnya...aku sadar...
Aku yang sudah tidak ada...
Aku mulai menangis
Aku mulai menarik tangan Mama...
Aku mulai menggoyang-goyangkan tubuh Mama...
Dan tidak ada yang terjadi

Aku mulai menjerit putus asa
Dan tak ada yang mendengar

Aku berlari keluar...putus asa...
Aku berdiri di jalan, sendirian...
Memandangi rumahku dulu...

Aku ingat...saat-saat aku masih ada di sana...
Rumah penuh canda tawa...
Penuh kebahagiaan
Dan sekarang...
Aku sudah tidak ada
Tak bisa merasakan semua itu lagi...

Sunday, 5 September 2010

Air Mata Ibu

Lihat
Air mata Ibu
Tergenang dan siap tumpah

Lihat
Tangan Ibu
Mengusap air mata
Yang sudah tumpah
Yang sudah menetes
Pelan

Oh, mengapa Ibu menangis?
Kenapa?
Apa aku salah?
Apa yang telah kulakukan?
Apa yang telah kukatakan?

Lalu Ibu berkata,
"Sebentar lagi
Ibu mau pergi
Jaga diri baik-baik
Doakan Ibu ya, Nak
Jaga diri baik-baik
Kaulah satu-satunya permata Ibu
Permata Ibu yang paling berharga
Jaga diri baik-baik
Ibu akan pergi sebentar lagi"


Lalu aku ikut menangis
Dan berkata,
"Ibu, jangan pergi
Kaulah matahariku
Kaulah bintangku
Kaulah yang membuatku tetap hidup"

Lalu aku memeluk Ibu
Ibu memelukku
Dan ketika kulepaskan

Ibu...
Ibu...
Ibu sudah tidak ada...

Lihatlah Ibu
Berbaring di sisiku
Dengan air mata masih tergenang
Dengan wajah pilu yang menyedihkan

Lihatlah air mata Ibu
Benda terakhir yang dikeluarkannya
Bersama cintanya padaku

Tuesday, 31 August 2010

Aku

Aku hanyalah
Seorang gadis biasa
Dengan penderitaan
Yang tidak biasa

Aku hanyalah seorang
Yang mempunyai harapan besar
Yang sama sekali mustahil

Aku adalah
Seorang gadis kecil
Yang menunggu
Menunggu bencana selanjutnya
Menunggu musibah selanjutnya
Yang seakan tak ada habisnya

Aku adalah
Seorang gadis kecil
Dengan hati kecil
Namun dengan beban banyak
Beban yang berat

Aku adalah
Seorang gadis kecil
Di ujung penantian
Menunggu

Menunggu nasib
Menunggu derita
Menunggu...

Aku ada di ujung penantian
Menunggu nasib yang akan datang

Sunday, 29 August 2010

Hari Ini...

   Hari ini aku depressi...tak ada yang bisa diandalkan...semua terasa sebagai beban dan tidak bisa dihilangkan...
Semua terasa hambar...dan makin lama terasa makin buruk...terasa makin redup...

   Hari ini banyak hal buruk terjadi...semua orang mengumbar-umbar rahasiaku...seakan itu lelucon...semua orang menghina dan mencaciku...seakan itu lucu...
Dan banyak hal tentangku menjadi bahan tertawaan di sekolah....

Hari ini... tak banyak yang dapat kusimpulkan...tak banyak yang bisa kupikirkan... karena semua bencana yang menimpaku membuatku nyaris haancur...
Tak ada yang bisa diharapkan dari orang-orang sekitar...tak ada sama sekali... tak ada yang bisa diandalkan..
Tak ada yang bisa dipercaya...
Tak ada yang benar-benar jujur...


   Bahkan teman terdekatpun sama dengan musuh...karena dia juga menyebar-nyebarkan rahasia... dia juga membuatku sedih, membuatku susah...
Membuatku menyesal telah mempercayainya...

   Hari ini... aku telah belajar satu hal...
   Tak ada yang bisa dipercaya di dunia ini


 

Saturday, 28 August 2010

Rasanya Iri...

1. Seperti tidak diperhatikan
2. Marah
3. Ingin sesuatu namun hanya anagan-angan
4. Tidak ada yang peduli
5. Sedih
6. Frustasi
7. Sebal
8. Ingin menangis
9. Beban seperti bertambah
10. Seperti masalah itu tidak selesai-selesai
11. Pedih dan perih di hati

Friday, 27 August 2010

Aku dan Alam

Saat awan mendung
Dan badai bergemuruh
Suasana hatiku ikut redup
Dan bergetar seperti bor

Saat matahari bersinar
Dan mencerahkan dunia
Aku tersenyum
Dan hatiku terasa ringan bagai kapas

Saat angin berhembus
Dan tumbuhan bergoyang
Rasanya aku ingin menari
Melihat segalanya bagaikan ajaib



Dan
Bila awan mendung
Dan matahari bersinar
Walau gelap
Dan angin bertiup
Disertai raungan badai
Dengan redupnya sinar dan cahaya
Dengan bergetarnya tanah pijakan
Aku akan bertanya,
"Apakah ini kiamat?"

Wednesday, 25 August 2010

Fakta Menarik

Ini ada beberapa fakta yang kutemukan sendiri...setelah kupikir-pikir:


"Kata-kata orang yang sakit hati lebih menyakitkan dari kata-kata orang yang bahagia"




"Manusia merasa dirinya normal karena dia sama dengan yang lainnya"

Tuesday, 24 August 2010

Quotes:

"Mata adalah tempat tersimpannya semua rahasia manusia"

"Semua kebenaran tergantung pada hatimu"

"Cinta berasal dari hati, dan tidak bisa dipaksakan, seberapapun kerasnya paksaan itu"

"Ikuti kata hatimu dan kau berada di jalan yang benar"

Thursday, 19 August 2010

Jangan Pergi

Aku membanting pintu
Aku membanting segalanya
Aku merusak semuanya

Lalu kau masuk, Bunda
Kau mengatakan aku membuat segalanya ribut
Kau bilang aku mengganggu seisi rumah
Kau bilang aku harus berhenti

Lalu aku bilang
Kalau Bunda hanya membuatku marah
Kalau Bunda hanya mengganggu
Kalau Bunda hanya merepotkan
Kalau Bunda tidak mengerti aku

Lalu kau berkata
Dengan suara bergetar perih,
"Aku tahu aku takkan mampu membahagiakanmu
Aku tahu aku hanya mengganggu
Aku tahu aku takkan dapat mengerti
Tapi aku hanya ingin bilang
Waktuku di dunia tinggal sedikit
Aku ingin kau ingat aku
Aku ingin kau tidak melupakanku
Aku ingin kau menyayangiku"

Lalu kau keluar
Meninggalkanku
Termenung

Bunda
Aku tak dapat hidup tanpamu
Kau hidupku
Tanpamu aku 'kan merana

Bunda
Jangan pergi
Kaulah satu-satunya orang yang mengerti
Jangan tinggalkan aku sendiri
Aku masih butuh kau

Bunda
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bawalah aku bersamamu
Ke manapun kau pergi

Jangan tinggalkan aku sendiri

Sunday, 15 August 2010

Ramadhan...

Ramadhan
Kupikir aku akan sangat bahagia
Begitu kau datang
Begitu aku membuka pintu dan kau masuk

Kupikir aku bisa melepas rindu
Akan dirimu
Yang selama ini kupendam
Tapi rupanya...
Aku salah

Karena, Ramadhan
Tahun ini
Aku tidak merasakanmu seperti dulu
Aku tidak melihatmu seperti dulu
Aku tidak mendengarmu seperti dulu

Rasa rinduku seakan tidak terhapus
Rasanya hampa
Rasanya tetap rindu
Seakan aku telah salah

Apa aku salah (?)
Apa yang telah kulakukan (?)
Apa yang terjadi (?)
Apa yang terjadi padaku
Sehingga segalanya berubah
Saat kau datang (?)

Apa salahku (?)
Apa salahku (?)
Apa yang telah kulakukan padamu (?)
Apa yang telah kulakukan pada diriku (?)
Sehingga segalanya seperti tak berarti
Segalanya seperti berlalu begitu saja
Tanpa makna (?)

Ramadhan
Katakan padaku
Katakan
Agar semuanya ringan
Tanpa beban
Karena sekarang
Semua ini menjadi beban
Semua ini membebaniku

Apa yang telah kulakukan padamu (?)
Apa yang telah kulakukan pada diriku (?)
Apa yang telah terjadi dalam diriku
Sehingga kali ini
Kau berbeda (?)

Berbeda...

Friday, 13 August 2010

Another Quote of Mine

"Every single tear comes from love.
"Your closest enemy is the closest person to you."

Friday, 6 August 2010

Biasanya.... (quote)

   "Yang kita lihat di luar, sama sekali beda dengan yang ada di dalam."

Wednesday, 28 July 2010

Another Quote

~ Guru yang bijak tidak akan marah bila muridnya tidak menyukai mata pelajarannya. Dia akan berusaha membuat mereka suka.

Tuesday, 20 July 2010

Fakta Menarik Tentang Saya

~ Dari sekian banyak sakit hati yang pernah saya rasakan, kebanyakan terjadi karena gerakan lawan bicara saya. Saya jarang sakit hati karena kata-kata; kebanyakan karena orang-orang mencibir dan, istilah bahasa inggrisnya, smirk.

Saturday, 17 July 2010

Tempat Curhat

   Seringkali anak-anak tidak curhat pada orangtuanya, melainkan pada teman, atau bahkan bercurhat pada suatu situs di internet. Ini karena mereka tidak pecaya lagi pada orangtuanya, tidak merasa bahwa orangtua adalah tempat yang aman untuk curhat.
   Mereka lebih senang mendengar komentar dan saran teman-teman daripada saran-saran orangtuanya. Ini karena mereka bosan dan jengkel akan komentar orangtua mereka. Mereka ingin komentar yang setiap kali curhat berubah, tidak yang itu-itu terus. Mereka butuh kata-kata yang setidaknya membuat mereka lebih tenang.

   Jadi...buatlah anak Anda percaya pada Anda. Jangan ejek anak Anda, sekalipun jangan, karena itu akan membuat mereka makin menjauh.

Monday, 12 July 2010

Untuk Para Orangtua...

   Anda harus bersyukur anak Anda masih bercerita tentang harinya kepada Anda. Anda harus bersyukur anak Anda masih mempercayai Anda untuk mendengarkan ceritanya. Karena seiring dengan bertambah umurnya, seiring dengan berjalannya waktu, rasa percayanya pada orangtua akan pelan-pelan memudar. Mungkin tidak seluruhnya, tapi dia tidak akan terus-terusan berserita seperti ketika dia masih kecil dulu. Dia hanya akan bercerita tentang hal-hal yang dianggapnya 'aman untuk diceritakan'.
   Anak-anak akan semakin banyak merahasiakan hal-hal yang dialaminya seiring dengan pertumbuhan mereka. Mereka menjadi semakin tertutup. Mereka lebih percaya untuk menceritakan semuanya pada temannya. Jarang ada anak berumur 15 tahun yang memberitahu orangtuanya semua yang dilakukannya seharian. Dia tidak akan seperti ketika dia masih menjadi anak TK dulu, menceritakan segalanya pada orangtuanya, mulai dari apa yang dilihatnya saat memasuki halaman sekolah, sampai apa saja yang dikatakan teman-temannya padanya, secara rinci.
   Jadi, para orangtua harus sangat bersyukur anak-anaknya yang beranjak remaja masih bercerita dan memberi laporan apa saja yang terjadi di sekolah hari itu. Karena, itu berarti, mereka masih mempercayai Anda...


               Maaf, bagi yang merasa tulisna saya ini kurang berkenan, silakan menghubungi saya. Lewat e-mail bisa, lewat komentar juga bisa.

Friday, 9 July 2010

Kata Mutiara (lagi...)

"Nothing's impossible if you have enough faith."

"Bukan orangtua yang mengarahkan anaknya, melainkan temannya."

"Anak itu seperti benih bunga dandelion; begitu mereka siap, mereka akan pergi."

Tuesday, 6 July 2010

Teman-teman yang Akan Kita Ingat

   Teman-teman yang akan kita ingat selamanya adalah teman-teman semasa SD. Tidak percaya???
Teman-teman semasa SD akan kita ingat selamanya karena mereka teman-teman yang paling lama bersama kita. Saat itu kita masih nakal, bandel, lugu... dan hal-hal lucu yang pernah kita lalui bersama akan menjadi kenangan paling indah. Meski kita sebenarnya membenci mereka, meski kita ingin jauh-jauh dari mereka, suatu saat pasti kita akan rindu saat-saat kita bermain bersama, mengobrol...semuanya akan terpeta jelas di benak kita sampai tua.
                                                                            ~ Fadhilah Fitri Primandari  -- 6  July 2010

Air Mata

  "Air mata adalah teman kita yang paling baik, karena dia yang melegakan kita, dia yang membuat kita merasa segalanya sudah selesai, dia yang membuat kita tenang. Saat ia mengalir di pipi kita, ia mengeluarkan semua duka hati kita, dia membuat kita melupakan sebagian dari masalah kita. Makin banyak kita mengeluarkan air mata, makin banyak beban hati kita yang berkurang."
                                                                                                  
                                                                     ~ Fadhilah Fitri Primandari--6 July 2010

Saat Paling Sedih Bukan Saat Yang Paling Sedih

Pernah merasa sedih, putus asa atau kecewa? Rasanya tidak akan bahagia lagi? Itu hanya perasaan.
   Sebenarnya saat itu bukan saat yang paling sedih. Mungkin kita akan menangis terus, menyesal mengapa begini-mengapa begitu, tapi setelah beberapa saat, kita akan melihat bahwa sebenarnya kejadian itu menguntungkan. Atau mungkin kita bisa melihat sisi lain dari kejadian itu.
 :)

Sunday, 13 June 2010

Just Can't Believe

I sat down
I look around
I'm alone

I sat alone
And remember
I went back through memories
The time when I was just a little girl

And I just can't believe
I used to play with dolls
I used to play with barbies
I used to play pretend

I just can't believe
I used to smile
Laugh and talk

I just can't believe
I had swore to myself
That I would be happy always
I would be strong always
I would never cry

'Coz look at me now
Look at me now
I can barely laugh
I can't even smile
I'm not the little girl
Who used to be cheerful
Seven years ago

Look at me now
I cry everyday
And never say anything
Other than moans and wails

Here I am now
Far away from the hopes
And promises
That I have said
Long long ago

Long long ago

Thursday, 10 June 2010

Lucky

I'm a normal girl
With no special abilities
With no special things

But I'm lucky
To have a good mother
Who understands me
To have a great father
Who wants me to be happy
Always

I'm lucky
To have the most meanest girls
In the whole wide world
As friends
'Coz they make me understand
How life goes
'Coz they make me feel alone
On my own

I'm lucky to be free
I can do things I want
When my friends can't
I can have the free life I want
When my friends can't

I'm lucky
To be alone
I can do things my friends don't want me to do
And have it my own way
I can forget the mean words my friends say
And remember
The time when we play together

I'm lucky
To be left out of the gang
I can say no whenever I want
When others can't
I can go away
While the others have to stay
I can stay
While the others have to go
I can have things my own way
When the others can't

I'm lucky
To have a strange life
That most people hate to have
That most people say no to when they can choose

And I'm lucky
To have the most over-protected parents
Who says no when I want to play outside at night
Who says no when I want to have my own phone
But allows me to work on the computer
Whenever I want
Whenever I like
When my friends are not allowed
When my friends have to do chores to get their time

And
I'm lucky
To have books as my best friends
'Coz they don't taunt me
'Coz they're never mean to me
'Coz they love me
Just the same way
I love them

Monday, 31 May 2010

Jangan Mengaku Sebelum Ada Bukti

Apakah Anda pernah pernah merasa jengkel pada sesuatu atau orang lain? Belum pernah? Jangan mengaku belum pernah, sebelum menjawab test ini:
1. Apa pernah terbesit di benak Anda untuk mengubah nama Anda?
2. Apa Anda pernah merasa gembira bahwa salah satu rekan Anda tidak hadir dalam suatu pertemuan?
3. Pernahkah Anda menghindar untuk bertemu dengan seseorang?
4. Pernahkah Anda berpikir untuk minggat dari suatu tempat?

   Kalau Anda menjawab ya, untuk satu atau lebih dari pertanyaan di atas, berarti Anda pernah merasa tidak suka atau jengkel pada sesuatu atau orang lain.

Tuesday, 25 May 2010

Rindu Rasa Itu...

   Biasanya...aku tak ingin terus menangis, karena itu hanya akan membuatku terlihat lemah. Biasanya...aku benci rasa tercekat yang menyakitkan di tenggorokan bila menahan tangis...
   Tapi, sekarang...aku rindu rasa itu...rasa sakitnya tercekat...rasanya menangis...rasanya menghilangkan perasaan sakit itu...

Wednesday, 19 May 2010

Marah

Di saat 'ku gemetar
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku menatap dengan kaku
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku merapatkan rahang
Kau bilang aku marah
Di saat aku mengepalkan tangan
Kau bilang aku marah
Dan saat 'ku bernafas dengan susah
Kau bilang aku marah

Sungguh
Aku tak marah
Tapi aku menahan tangis
Yang sudah siap keluar

Aku tak pernah marah
Bila kau hina aku
Bila kau caci aku
Aku hanya sedih
Dan sakit hati
Tapi tak ada kata marah
Tak ada kata marah
Tak ada

Aku hanya ingin bahagia
Bahagia
Bahagia
Aku hanya ingin tersenyum

Aku tak akan marah
Bila kau terus mencaciku
Bila kau terus menghinaku
Karena percuma
Karena kau tak akan pernah peduli
Karena aku tak bisa marah
Tak bisa


Digubah oleh Fadhilah Fitri
19 Mei 2010

Tuesday, 18 May 2010

Selamat Tinggal Dunia

   Apabila kita teringat tentang kematian, apa yang kau pikirkan? Kalau aku, sudah pasti menangis. Ya, hidupku memang penuh hal-hal yang memuakkan, tapi aku tetap akan menangis. Kenapa? Karena teringat akan kedua orang tuaku. Ya, aku selalu ingin menangis bila teringat keduanya, mungkin karena aku anak yang sangat buruk dan kurang ajar sekali. 

   Tapi kadang aku ingin kematian datang. Ya, saat semuanya memandangku penuh jijik dan menghinaku seakan aku ini tuli. Dan aku seringkali berharap aku dapat menjadi hantu yang melayang-layang dan menghantui orang-orang yang sering membuatku sedih dan sakit hati. Aku sering berharap seperti itu, bisa kembali lagi dalam bentuk hantu yang seperti kabut dan melayang-layang dan membuat orang-orang yang menghinaku itu menyesal setengah mati untuk kata-kata menyakitkan yang telah keluar dari mulut-mulut mereka yang tak bisa dikendalikan. 

   Dan setelah membayangkan aku menjadi hantu dengan gembira dan senang, aku menjadi ingin menangis. Karena teringat kedua orang tuaku. Yah, itu kan sudah kuceritakan. Mungkin sih, ini omong kosong tidak bermutu, tapi mungkin saja, salah satu dari kalian mengerti, bahwa mengucapkan selamat tinggal pada dunia tidak segampang yang selalu dipikir orang...


Quotes of Mine

"Bagiku sangat mudah merasa terharu dan bahagia karena aku jarang merasa bahagia atau terharu, mengingat hidupku sangat suram."
"Bagiku saat aku sendiri adalah kesempatan emasku untuk melepaskan segala rasa sedih dan sakit hati."
"Buku adalah sahabat terbaikku yang tak akan pernah pergi dariku."
"Sahabat terbaikku yang pertama adalah buku, sedangkan yang kedua adalah air mata, karena air mata-lah yang selalu menemaniku menghilangkan semua rasa sakitku." 

Monday, 17 May 2010

Bagaimana Rasanya Amarah yang Ditahan

   Bagi yang belum pernah menahan marah, aku akan beritahu: rasanya sungguh menyakitkan. Rasanya dada ingin meledak dan kau harus merapatkan rahangmu supaya tidak keluar kata-kata yang tidak diinginkan. Marah bagiku sangat menyakitkan, karena hampir setiap hari aku merasakannya. Di sekolah. Sebenarnya sih aku jarang marah berlama-lama dan mengingat kesalahan orang, tapi kalau sakit hati, itu lain. Hampir setiap  hari aku sakit hati. Dan sungguh, kadang yang membuatku sakit hati sungguh keterlaluan dan rasanya ingin marah---tapi sulit. Salah satu langkah, salah kata, salah ekspresi, salah gerakan, maka aku yang akan menanggung segalanya. Dan itu membuatku MUAK. Sangat muak. Kadang aku tak tahu apa-apa, tahu-tahu dicegat dan kata-kata pedas dan menusuk dilontarkan padaku, dan hatiku rasanya ingin meledak. Aku jarang bisa menangis kalau diejek atau dihina; biasanya aku hanya diam dan membuka buku paling tebal yang aku bawa. Atau, menulis puisi. Sering kali ada yang melontarkan kata-kata kurang ajar dan menghina padaku, sambil begitu selalu saja ada yang melotot dan mengernyitkan hidung seakan aku sampah paling bau di dunia. Atau, mungkin memang iya. Tapi, tetap saja aku tak suka.
   Biasanya yang begitu orang-orang yang hampir setiap hari kujumpai. Rahasia sih, tapi begitulah. Rasanya selalu berat kalau aku memandang wajah mereka, karena sedikit-sedikit selalu saja ada yang berkomentar dengan kata-kata paling mengenaskan untuk hati seorang anak berumur 12 tahun.
   Kata-kata pedas mereka membuatku tak bisa bersosialisasi dan selalu menutup diri. Aku bahkan tak berani berpendapat gara-gara tajamnya kata-kata mereka!!!

Tuesday, 11 May 2010

Kata-Kata Mutiaraku

"Tak ada yang berbada dari buku yang lusuh dan buku yang rapi, karena bagiku, keduanya sama-sama sahabat yang baik."

"Buku yang paling istimewa adalah buku yang lusuh dan kumal, karena buku itu mampu membuatmu merasa kasihan dan menyesal."

"Tak ada yang lebih berharga dari cinta seorang ibu."

Monday, 10 May 2010

Quote of the Day

"Jangan anggap halangan sebagai sebuah penghalang, tapi anggaplah halangan sebagai sebuah pelindung."

(Ini karanganku sendiri! Jangan diplagiat! Hehehehe ^_^ bercanda...)

Saturday, 24 April 2010

Gadis Berbalut Duka

Gadis berbalut duka
Itulah aku
Setiap hari
Yang ditelannya hanyalah
Cacian, makian, dan hinaan


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Pakaiannya hanyalah tangis dan derita
Yang tak pernah lepas dari dirinya


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Tangisnya berupa darah
Dan suaranya berupa ratapan


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Yang dihirupnya hanyalah hembusan kematian
Dan yang dipandangnya hanyalah maut


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Dunianya begitu dingin
Dan hidupnya begitu beku


Gadis berbalut duka
Itulah aku
Matanya abu-abu
Tatapannya sayu
Kulitnya pucat kebiruan
Dan bibirnya hampir tak berwarna
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Sekarang ia telah mati
Mayatnya terbaring di sini
Dan arwahnya telah pergi
Dia tak akan kembali
Karena dia telah cukup
Menelan derita
Di sini



23 April 2010
Oleh Fadhilah Fitri Primandari

Friday, 16 April 2010

Kucing!




Ini kucing-kucingku! Lucu gak?


Wednesday, 14 April 2010

Merajut Kenangan

Bunda,
Mari kita rajut kenangan
Kenangan yang abadi
Yang tak akan hilang dari lubuk hati

Bunda,
Rajutan kenangan kita belum selesai
Tapi aku yakin kita bisa memenuhinya
Agar nanti tak akan ada yang terlewatkan
Agar tak ada yang perlu disesali

Bunda,
Aku tahu kau tak akan abadi
Aku tahu kau akan pergi tak lama lagi
Aku tahu kau takkan bersamaku ’tuk selamanya

Bunda,
Aku tahu tangisku takkan membuatmu berhenti
Aku tahu aku tak akan bisa membuatmu tetap di sini
Tapi aku yakin cintamu tak akan pergi

Bunda,
Mari kita rajut kenangan
Agar aku tak menghapusmu dari ingatan
Agar aku bisa mengenang semua

Bunda,
Aku tahu suatu saat kau akan pergi
Aku tahu kau akan meninggalkanku sendiri
Tapi Bunda,
Biarkan rajutan kenangan kita di sini
Siapa tahu kita bisa melanjutkannya suatu hari nanti

Oleh Fadhilah F.P

Saturday, 3 April 2010

Kata Mutiaraku

You can lie about love but love can't lie about you

(Kau bisa berbohong tentang cinta, tetapi cinta tak bisa berbohong tentangmu)

Sajak Tak Berjudul

Di saat ku merasa sendiri

Kau datang menghibur

Bagai rembulan di atas yang tersenyum

Menemaniku di saat badai bergemuruh

                                                                                                               Oleh Fadhilah F.P, digubah pada tanggal 9 Maret 2010

Kata Mutiara

Jangan ributkan bakat

Biarkan ia mengalir bebas

Dan kau akan lihat bahwa ia lebih sempurna dari yang kau kira

Tulisan Tanpa Judul

~  Betapa girang hatiku

    Dapat terjun ke lautan buku




Tuesday, 9 March 2010

ADUH

Aduh... kok gak ada yang memberi komentar siehhhh??? Padahal kutunggu lho... (Grrr)

 

Hmmmm... padahal aku slalu mengomentari blog orang, kenapa yach blog-ku sepi banget?

Sunday, 28 February 2010

Hmmm?

Ini teman-temanku...








Friday, 26 February 2010

Kapak dan Api Peperangan

Kubur saja kapakmu...
Buat apa kau terus mengasahnya...(?)
Menjadikannya tajam dan siap membunuh...(?)


Kau acungkan kapak itu padaku...
Seakan itu bendera kebangsaan...
Lalu kau sulut api kebencian...
Dan bekukan air perdamaian...


Apa kau ingin terus berperang...(?)
Melempar pisau dan jarum...
Dan menebas kepala siapa saja yang kau lihat...(?)


Lihat api yang kau sulut...
Tidak saja membakar hatiku...
Namun juga hatimu...
Hati nuranimu...


Kapak dan apimu tidak hanya menyiksaku...
Namun juga menyiksamu...
Menyiksa orang-orang yang kau cintai...


Kapakmu tak akan tajam selamanya...
Dan apimu akan padam esok hari...
Air perdamaian akan mencair...


Api di hatimu tak akan terus membara...
Batinmu tak akan buta selamanya...
Kebengisanmu akan berakhir...
Dan kau akan menyesal telah menyulut api kebencian...
Dan asah kapak peperangan...

24 Februari 2010
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari

Dulu dan Sekarang

Dulu...
Bila jarum menusuk hatiku...
Dan pisau berdesing melewati telinga...
Dan kapak nyaris menebas kepala...
Ku masih bisa berdiri...
Tegar...


Sekarang...
Bila jarum menyentuh kulitku...
Ku mengerang kesakitan...
Bila pisau melayang ke arahku...
Ku menjerit-jerit nelangsa...
Dan bila kapak menyapu rambut...
Ku menggelepar-gelepar bagai mayat hidup...


Dulu dan sekarang...
Ku makin lemah...
Air mataku sering tumpah dari kantong...
Dan darah makin deras mengucur...


Dulu dan sekarang...
Musuhku makin banyak...
Padahal ku tak tahu apa-apa...
Yang ku tahu hanya kapak, jarum dan pisau...
Yang terus menyiksa batin...


Dulu...
Di kala ku sedih dan menangis...
Dan hati penuh duka...
Kau masih mengulurkan tangan...


Sekarang...
Di kala ku bersimbah darah...
Dengan mata kuning lapuk oleh air mata...
Kau tertawa...
Kau melontarkan kata-kata menyakitkan bagai mata kapak...
Dan bernyanyi dengan suka cita..


Dulu dan sekarang...
Segalanya berbeda...
Dulu ku hidup...
Sekarang ku mati...
Semangat melayang pergi...
Meninggalkan tubuh kakuku...


23 Februari 2010,
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari