Saturday, 7 November 2009

Kenangan

Kurasakan desiran angin…
Kuhirup dalam-dalam udara segar…
Sejauh mata memandang,
Hanya sawah dan ladang terhampar…
Di depan mataku…

Kurasakan sekali lagi,
Desiran angin, sejuknya udara… dan rasa bahagia yang sangat…
Aku seakan-akan tak bisa meninggalkan tempat itu…
Aku seakan-akan terpaku…

Tetapi…
Sekarang semua itu tinggal kenangan…
Tidak ada desiran angin lagi…
Yang ada hanya asap-asap polusi…
Tidak ada lagi udara segar…
Yang ada udara yang penuh debu dan asap…
Aku tak dapat melihat sawah ladang yang hijau lagi…
Yang kulihat hanya gedung-gedung tinggi yang menjulang…

Aku tak dapat mendengar lagi suara kicauan burung…
Yang terdengar hanya suara deruman kendaraan bermotor…
Aku tak dapat lagi mendengar suara gesekan bambu…
Suara itu digantikan suara bising alat-alat pengebor…
Aku tak dapat lagi melihat bulir-bulir padi…
Yang dapat kulihat hanya jalan-jalan beraspal…
Aku tak dapat lagi melihat perkebunan yang asri…
Yang kulihat hanya sampah-sampah yang tertimbun,
Sampah yang berbau busuk… dan dihinggapi lalat-lalat…

Oh, kemana perginya angin itu…(?)
Kemana perginya udara segar itu…(?)
Dan diapakan sawah-ladang itu…(?)

Oh, Kemana perginya suara kicauan burung… dan suara gesekan bambu…(?)
Kemana perginya bulir-bulir padi itu…(?)
Dan kemana perginya kebun-kebun itu…(?)
Semuanya digantikan …
Oleh asap polusi, gedung-gedung, jalanan beraspal…dan tumpukan sampah…
Bagaimana itu semua terjadi…(?)
Bagaimana itu bisa terjadi…(?)

Digubah pada tanggal 7 Oktober 2009,
Oleh Fadhilah Fitri Primandari

0 Komentar:

Post a Comment