Thursday, 19 July 2012
Panahmu
Langsung kena hati tujuan
Hatiku, asal kau tahu
Kau paku aku denganpesonamu
Kau bekukanku dengan pandangan matamu
Kemudian kau berbalik, mengejar kupu-kupu
Apa kau tak peduli perasaanku?
Panahmu masih membekas di hatiku
| Reactions: |
Sunday, 29 April 2012
Sakit
Menjerit-jerit, sakit
'Ku gagal meraih cinta walau sedikit
'Ku terjebak dalam lubang sempit
Dan tak bisa keluar
| Reactions: |
Dan buah padi bergulir
Semut-semut pun melipir
Memberi jalan daun yang berkusir
| Reactions: |
Friday, 27 April 2012
Aku Ingin Tahu
Di atas undakan teratas
Menatap langit
Angin memainkan rambutku
Aku ingin tahu
Kapan semua ini akan selesai
Kapan beban batin ini akan usai
Aku hanya ingin tahu
Apakah masa depanku akan berbintang
Atau berawan kelabu
Aku hanya ingin tahu
Apakah semua ini akan berubah
Karena aku merasa berada di dunia antah-berantah
| Reactions: |
Sunday, 13 November 2011
Semudah Itu
Karena semua yang kutulis
Kau tidak terima
Karena kau merasa dijelek-jelekkan
Kau bilang aku tidak bisa menjaga rahasia
Tapi rahasia apa?
Sudah rahasia negara kau bertingkah jahat
Dan sebenarnya mudah saja
Bila kau tidak ingin aku menulis semuanya
Maka jangan lakukan apa-apa
Bila kau tidak ingin namamu tercoreng
Maka jangan coreng namamu dengan tindakanmu
Semudah itu
| Reactions: |
Kau Salah
Mengotori tanah yang kecokelatan
Aku termangu, duduk diam
Menangis
Karena tidak ada yang mengerti
Tidak ada yang mau tahu
Dan yang tahu pun tak peduli
Tidak ada yang peduli pada keringat yang aku keluarkan
Tidak ada yang peduli pada sakit yang kurasakan
Dan tidak ada yang peduli pada air mata yang berjatuhan
Yang ada bukan simpati atau peduli
Namun cacian, makian, ejekan, cemoohan
Kata-kata kasar, tudingan-tudingan
Dan dengan begitu beraninya mereka menunjuk-nunjuk diriku
Mengatakan aku lemah, aku cengeng, aku masih kecil
Dengan alasan satu : aku menangis
Tapi mereka salah, kau salah, semua salah
Ya, kau salah
Kau salah mempertimbangkan aku
Kau salah menafsirkanku
Dan kau salah melakukan ini padaku
Dan suatu saat nanti
Akan kubuktikan bahwa kau salah
Di depan seluruh sekolah, kota, negara bahkan mungkin dunia
Seperti ketika kau membentakku
Di depan semua orang
| Reactions: |
Sunday, 4 September 2011
Bagaimana Rasanya ...
Tentang hal-hal yang dianggap terlalu jauh?
Seperti bagaimana rasanya digantung
Tercekik dan kesakitan
Kesulitan bernafas, tenggorokan perih
Dan kaki menendang-nendang?
Bagaimana rasanya terbang
Kaki jauh di atas tanah
Memandang ke bawah
Dan melambai pada yang lain?
Atau bagaimana perasaan orang-orang bila kau tak ada
Apa mereka bersedih?
Apa mereka gembira?
Apakah mereka bahkan tidak merindukanmu?
| Reactions: |
Friday, 2 September 2011
Jangan Lihat ke Belakang
Jutaan kalimat telah kita ukir
Di halaman-halaman pengalaman kita
Jangan lihat ke belakang
Lihatlah terus ke depan
Di mana halaman-halaman masih kosong
Kita isi mereka
Dengan hal-hal baru
| Reactions: |
Friday, 26 August 2011
Yang Tak Pernah Kutahu
Membuatku berpikir, sangat dalam
Yang mungkin terjadi
Keesokan hari?
Apakah besok hari akan cerah
Seperti sekarang?
Apakah besok aku masih bisa melihat awan
Mengambang di langit dengan begitu ringan
Apa esok aku masih bisa tersenyum
Tanpa beban apapun?
Apa esok aku masih bisa melihat bunga
Yang ada diluar taman?
Apakah kita masih bisa menari
Seperti saat ini?
Apakah kita masih bisa melihat dunia
Dan tersenyum bahagia?
Apa esok kita masih bisa berdiri
Tepat di tempat ini lagi?
Apa esok kita masih bisa bernafas
Menghirup udara yang hangat?
| Reactions: |
Saturday, 16 July 2011
(Untitled)
Tentang diriku
Kaupikir tak menyakitkan mendengarmu?
Kau membuatku nyaris beku
Karena sebenarnya ini bukan salahku
Ini semua salahmu
Bila kautadi bicara baik-baik padaku
Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini
Asalkan kau tahu saja
Bila kau tadi tidak memanggilku dengan nama benda
Kau mungkin akan mendapatkan pinjamannya
Bukan malah musuh yang tak pernah kauduga
Kemarahanku lebih mengerikan dari Hantu Gua
Aku bisa membuatmu terkapar di tanah
Berlumuran darah, bila kau minta
Tanganku sudah gatal ingin menamparmu
Tapi aku mencoba bersabar
Mungkin ini hanya cobaan bagimu
Tapi syukurlah kau mendapat balasanmu
Belum ada lima menit kau sudah mati kutu
Terpaku di tempatmu itu
Berlumuran lumpur yang bau
| Reactions: |
Saturday, 25 June 2011
Mimpi Buruk
Membuat hati sakit tak terperi
Aku mimpi ia terbang pergi
Sungguh mengerikan sekali
Aku mimpi arwahnya datag padaku
Dan berkata agar jangan sedih terlalu
Tapi sepertinya tak mungkin mimpi ini palsu
Karena biasanya mimpi yang datang padaku
Benar-benar terjadi setelah beberapa hari berlalu
Aku berharap ini tak menjadi kenyataan
Mimpinya sungguh mengerikan
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Apa harus duduk dan terus memikirkan
Atau berusaha melawan apa yang sudah ditakdirkan
Karena aku belum siap kehilangan
Salah satu anggota keluarga
Yang manyayangiku apa adanya
| Reactions: |
Saturday, 21 May 2011
Tak Akan Menyesal
Jauh di belakang, terlupakan
Mereka bilang aku bodoh
Mereka bilang aku konyol
Mereka bilang aku pasti menyesal
Esok hari
Tapi aku tak akan menyesal
Aku tahu itu
Aku tidak akan melihat ke belakang
Aku yakin itu
Karena semuanya telah berlalu
Aku tak mau mengingat-ingat hal itu
Aku tidak akan menyesal
Apapun yang kaukatakan
Aku masih punya jalan hidup di depan
Dan aku tidak mau menyesal
Aku akan terus berjalan
| Reactions: |
Tuesday, 17 May 2011
Biarlah Aku Bermimpi
Seperti sukar dipercaya
Segalanya seperti petir
Membuatku merasa getir
Hati ini sangat sakit
Menerima semua ini sangat sulit
Jadi biarlah aku bermimpi
Melupakan semua ini
Aku tak mau tahu apa yang terjadi
Aku tidak mau lari
Tapi melihat aku tak berani
Jadi biarlah aku bermimpi
| Reactions: |
Thursday, 12 May 2011
Masih Menunggu
Dan aku masih menunggu
Angin malam menyapu
Menyambut malam tahun baru
Dan aku menunggu
Menunggu kepastian darimu
Aku tak pernah lelah
Aku melupakan segala yang sudah
Aku memang pasrah
Membiarkan takdir berbuat terserah
Tapi harapanku tak pernah punah
Kau memang tak pernah memandang
Bagaimana aku tak patah arang
Tapi aku tak peduli
Harapanku takkan pernah mati
Jadi tolonglah lihat ke sini
Sebentar saja
Buatlah aku bahagia
Sudah tiba, tahun baru
Dan aku masih menunggu
Kehadiran dirimu
Dalam relung hatiku
| Reactions: |
Tuesday, 10 May 2011
Kesepian
Aku Rachel Fortnight, dan aku mati lima tahun yang lalu. Angela, saudara tiriku, 'tidak sengaja' mendorongku dari balkon lantai dua rumah kami, dan aku jatuh. Dan mati. Seperti sekarang ini. Menyebalkan.
Aku bisa melihat Angela menyiapkan wig hitam panjangnya untuk pesta Halloween nanti. Ia bolak-balik melihat bayangan dirinya di cermin kamarnya, memastikan ia terlihat sempurna. Ya, ia memang cantik. Ia mengibaskan rambut merahnya lalu mengerucutkan bibirnya untuk melihat kilauan lipgloss-nya. Rasa marahku menggelegak melihatnya. Ia bisa hidup dan melakukan banyak hal sementara aku terjebak di dunia MATI selamanya. Angela kembali menengok bayangan dirinya di cermin, dan kali ini aku menampakkan diri di belakangnya. Ingin ketawa rasanya melihat Angela menjerit. Aku cepat-cepat membuat diriku tak tampak lagi dan menonton Angela mencari-cari diriku di sekeliling ruangan.
"Rachel?" Bisiknya cemas. "Apa itu kau?"
Sunyi. Yeah, tentu saja sunyi, aku tidak mau menjawabnya.
(bersambung)
NB. cerita ini hanya bisa kulanjutkan bila ada yang menyukainya. Jadi tolong centang salah satu 'reaction' di bawah bila Anda ingin membaca kelanjutannya.
| Reactions: |
Sunday, 8 May 2011
Picture Quotes
![]() | |||||||||||||||
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
![]() |
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
![]() |
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
![]() |
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
![]() |
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
![]() | ||||||
| Picture found by: Google.com Picture edited by: Fadhilah Fitri |
NB. Gambar-gambar di atas bukan milik saya, namun quotes serta tulisan yang ada di gambar-gambar di atas milik saya.
| Reactions: |
Menunggu di Batu Nisan
Menunggu seorang teman
Dan aku kedinginan
Sudah lama aku tak merasakan kehangatan
Di sekelilingku hanya kegelapan
Di sini tak ada lagi penerangan
Dan aku menunggu
Di batu nisan
Burung gagak melayang di atas
Sekarang aku merasa kemampuanku sangat terbatas
Aku pun tak bisa menulis di atas kertas
Seperti apapun aku menangis
Tak ada seorangpun yang menggubris
Karena aku tak terlihat
Sejak aku mengalami sekarat
Aku kesepian
Sudah lima tahun aku dihampiri kematian
Meninggalkan segala kehidupan
Dan sekali lagi, aku kesepian
Aku menunggu seorang teman
Aku menunggu di batu nisan
Ayo kemari, bisakah kita berteman?
| Reactions: |
Sunday, 24 April 2011
Tak Mau Lagi
Mengira aku masih lugu seperti dulu
Beratus-ratus kali kau berbohong padaku
Sudah simpan saja kebohongan selanjutnya
Aku sudah tahu kenyataannya
Kau bilang ini untuk kebaikanku juga
Tapi sekarang aku tak percaya
Aku tak mau lagi
Tak mau lagi
Kaubohongi
Aku tak mau lagi
Tak mau lagi
Mendengar kata-katamu lagi
Kata-katamu sungguh menyakitkan hati
Apalagi
Ketika aku tahu aku dibohongi
| Reactions: |
Saturday, 23 April 2011
Aku Benci Kamu
Tapi jangan kira aku tak tahu
Karena aku sudah tahu dari dulu
Kau menghalang-halangi jalanku
Selalu membuatku menunggu
Menahan apa yang ingin kucapai
Mambuatku selalu gagal menggapai
Tak bisakah kau membiarkanku bebas
Membiarkanku di alam, lepas
Lepas dari siapapun
Tak bisakah kau terima kenyataan
Aku tak butuh lagi pengawasan
Bukannya aku ingin sendirian
Hanya saja, aku ingin merasakan
Aku ingin dilepaskan
Aku tidak mau terus berada di kurungan
Katamu ini untuk kebaikanku
Tapi kau menunda melulu
Aku ingin lepas darimu
Jauh-jauh dari peraturan konyolmu
Karena, lihatlah aku sudah tumbuh
Kau tahu apa?
Aku BENCI padamu
| Reactions: |
Friday, 22 April 2011
Edited Photos
![]() |
| Di depan kelas ... |
![]() |
| Lagi iseng-iseng sama kamera |
![]() |
| Aku dan Tata ... |
![]() |
| Sehabis berdiri di lapangan, kami foto-foto hehe |
![]() |
| Sayang skali Tata gak liat kamera |
![]() |
| Aku kelihatan gendut ya? Hahahaaa |
| Reactions: |
Saturday, 9 April 2011
Jadi Diriku Sendiri
Aku tahu kau cantik bagaikan kupu-kupu
Aku sudah tahu suaramu lebih dari merdu
Tapi aku tidak ingin menjadi dirimu
Aku hanya ingin menjadi diriku
Diriku sendiri
Apa adanya
Kau boleh populer
Kau bisa saja terkenal
Tapi kehidupanku yang paling indah bagiku
Aku tak butuh kecantikan untuk bahagia
Ataupun ketenaran
Ataupun suara yang merdu
Aku bahagia apa adanya
Dan tak perlu lagi kau tanyakan padaku
Apakah aku ingin menjadi sepertimu
Aku ingin menjadi diriku
Diriku sendiri
| Reactions: |
Thursday, 7 April 2011
Foto Kenangan
| Reactions: |
Monday, 4 April 2011
Mereka Siapa
Dirongrong oleh berbagai paksaan
Dan disakiti oleh bermacam siksaan
Oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan
Benar-benar memalukan
Mereka berpikir kekuasaan segalanya
Mereka tak pernah berpikir
Mereka siapa
Mereka bukan siapa-siapa
Mereka boleh berkuasa
Tapi itu bukan apa-apa
Karena bagiku mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Jadi mau apa
Silahkan bilang aku keras kepala
Memang begitu kenyataannya
Bilang saja aku seenaknya
Karena bukannya sebenarnya itu mereka ?
Biar mereka berkata apa
Aku bisa hidup tanpa mereka
Mereka bilang yang bisa mengatur hanya mereka
Tapi tak pernah terbesit di kepala
Mereka siapa
Mereka bukan siapa-siapa
Mereka boleh berkuasa
Tapi itu bukan apa-apa
Karena bagiku mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Jadi mau apa
Karena mereka bukan segalanya
Tanpa mereka aku bisa bahagia
Tanpa mereka aku tidak akan mati sengsara
Jadi lupakan saja
Siapa mereka
Siapa mereka
Bukan siapa-siapa
| Reactions: |
Wednesday, 30 March 2011
My Quotes of the Day
"Tidak ada cinta tanpa terbesit perasaan benci, dan tidak ada rasa benci yang sepenuhnya benci. Tidak ada cinta yang sempurna, tapi itu yang membuat cinta begitu nyata."
"Love isn't a fairytale. Love isn't so wonderful. But that makes love powerful."
"Hidup tak selamanya hitam, hidup tak selamanya putih. Hidup tak selamanya baik, hidup tak selamanya buruk. Hidup itu abu-abu. Di mana ada kebaikan di balik itu pasti ada keburukan."
"Satu kata cinta tak cukup untuk membuat kita bahagia. Tapi satu kata benci cukup untuk membuat kita hancur."
"Love is when they are at their worst, we see them as they are at their best."
"Cinta yang kuat ialah ketika dua perasaan sulit bertemu, dan kau tidak pernah lelah mengejarnya."
| Reactions: |
Sunday, 27 March 2011
My Quote
| Reactions: |
Saturday, 26 March 2011
Jangan Dengarkan
Tapi mereka juga bukan siapa-siapa
Jangan kau anggap mereka
Karena itu hanya kata-kata belaka
Mereka bilang kau jelek
Tapi kadang kecantikan itu hanya merek
Mereka bilang kau rendah
Tapi mereka juga tak indah
Mereka bilang kau bodoh
Sebenarnya bibir mereka itu yang ceroboh
Karena mereka bicara tak senonoh
Kau indah seperti itu
Mereka hanya iri padamu
Dan mereka ingin menjatuhkanmu
Tak ada yang mampu menyamaimu
Jadi jangan kau ragu
Jangan kau ragu
Dan jangan kau dengarkan mereka
Mereka hanya berkata-kata
Itu bukan apa-apa
| Reactions: |
Sunday, 13 March 2011
Pic Quote
| Reactions: |
Wednesday, 9 March 2011
Berontak
Orang-orang tertawa tapi bagiku tak lucu
Aku baru saja mengalami derita baru
Dan aku sama sekali tak tahu apa yang harus kulakukan untuk itu
Orang-orang selalu menyiksaku
Seakan hanya itu pekerjaan yang mereka tahu
Aku tak terima, dengarkan aku!
Aku bukanlah kuman di sepatumu
Yang bau dan tak bermutu
Aku bukan serangga macam kutu
Yang bisa kalian injak seenak perutmu
Asalkan kalian tahu
Hatiku sudah sesak
Aku berontak
Dan jiwaku berteriak
Aku tak suka gayamu yang seperti merak!
Kata-katamu menusuk seperti duri landak
Suaramu berkaok-kaok mirip suara gagak
Dan kalian sombong seakan kalian setinggi cagak
Kalian sok dan gemar berlagak
Dan aku berontak
Biarkan aku sendiri
Atau aku akan mati
Liang kubur sudah menunggu jasadku ini
Jadi selamat tinggal dunia yang menyakitkan hati
Aku tidak akan kembali
Mungkin kalian akan kuhantui
Jadi siap-siap saja nanti
Kalian akan ketakutan setengah mati
Sampai ajal kalian menghampiri
| Reactions: |
Monday, 7 March 2011
Khawatir
Bulu kudukku rasanya tak mau melemas
Aku merasa sangat aneh
Apa yang akan terjadi ?
Aku biasa terbangun pada malam hari
Menatap dalam kegelapan
Lalu tiba-tiba aku menangis
Aku tak tahu apa yang membuatku begini
Biasanya aku tak seperti ini
Aku terkadang menatap ke luar jendela
Pada saat matahari masih bertengger di angkasa
Dan tiba-tiba air mata sudah membanjir
Aku tak tahu kenapa
Aku menjadi seperti ini
Terkadang aku melihat perbedaan
Dan aku jatuh dalam lautan kekelaman
Aku seperti lemah
Seperti menjadi kecil lagi
Aku khawatir
Diriku berubah total
Apa ini berarti ...
| Reactions: |
Sunday, 6 March 2011
Aku Ingin ...
Tentang kematian dan derita
Tentang jalan hidup yang nelangsa
Dan tanda-tanda mata merana
Makin lama aku memikirkannya
Batinku menjadi semakin hampa
Dan aku memutuskan
Hanya ada satu hal yang kuinginkan
Ya, dan itu berhubungan dengan kematian
Aku ingin ...
Tidak harus merasakan derita itu
Ketika nyawaku melepaskan diri dari jasadku
Aku ingin kematian itu setenang melodi lagu
Dan cepat seperti mematikan lampu
Aku ingin ...
Kematianku tidak berat
Aku tidak ingin lama sekarat
Aku ingin ...
Mati dalam ketenangan
Yang diamnya menghanyutkan
Menghanyutkanku dalam kesunyian
Hingga aku tak perlu kesakitan
Aku ingin ...
Mati cepat
Sebelum aku terbunuh
| Reactions: |
Melawan Takdir
Aku terperangkap
Dan aku tak bisa keluar
Aku terkungkung dalam duniaku sendiri
Dalam deritaku ini
Dan aku ingin sekali keluar
Tempat ini mirip sangkar
Orang bilang ini takdir
Bagiku ini derita
Dan aku kerap kali berpikir
Bisakah aku melawan takdir
Karena takdir itu sebenarnya apa
Aku pun tak tahu pasti
Karena takdir terkadang membingungkan
Dan aku ingin mendobraknya
Aku mendorong segalanya
Semua gelap
Aku menangis
Dan orang bilang ini takdir
Aku tak tahu takdir itu apa
Tapi takdir terkadang tak pasti
Dan aku ingin keluar dari sini
Membangun hidupku sendiri
Oh Tuhan
Berilah aku kesempatan
Mendobrak dinding takdir yang kokoh ini
Karena di sini hanya ada derita
Orang bilang ini takdir
Tapi terkadang takdir tak pasti
Jadi bisakah aku melawan maut
Dan menangkan pertarungan ini ?
| Reactions: |
Saturday, 5 March 2011
Rindu
Ketika kita harus berpisah
Kita sudah bertahun-tahun bersama
Sekelas, dan berbagai hal luar biasa kita lalui
Pertengkaran tiap hari, lalu tangis tak menentu
Dan sekarang kita berpisah
Ingatkah
Ketika kita kabur bersama
Berlari dalam hutan
Menghadang semak belukar yang berduri
Dan berjalan menyusuri sungai ?
Bersembunyi di balik semak berduri
Dan melintasi kuburan yang sepi ?
Tertawa dan menangis bersama
Apa kalian masih ingat ?
Ingatkah
Ketika kita membolos pelajaran
Bagaimana guru-guru membujuk kita
Aku ingin menangis bila teringat masa-masa itu
Karena mungkinkah
Kita bertemu lagi sesudah ini ?
Aku rindu saat-saat itu
Ketika kita menangis dan pertengkar
Ketika kita menyanyi bersama
Lalu memperdebatkan syair
Aku masih ingat jelas
Saat-saat itu terpeta dengan rapi di benakku
Dan pertanyaan ini sering mengusikku
Akankah kita bertemu lagi setelah ini ?
| Reactions: |
Tuesday, 1 March 2011
Pintar vs Beruntung
Pertama-tama, aku ingin bilang apapun yang tadi diucapkan oleh guruku, aku tetap memilih pintar. Karena berbagai hal, aku akan menjelaskannya.
Bagiku kepintaran adalah kunci berbagai hal. Meskipun keberuntungan juga bisa menjadi kunci tapi bagiku kepintaran tetap nomor satu. Aku tak peduli apapun yang guruku bilang mengenai keberuntungan, karena meskipun kita beruntung, belum tentu kita bisa menjadi pintar. Dan meskipun orang pintar tak selalu beruntung aku percaya orang yang beruntung karena pintar pasti memiliki kepuasan tersendiri daripada orang yang beruntung cuma-cuma. Karena untuk menjadi pintar membutuhkan usaha, dan orang yang berusaha akan merasa bangga meskipun terkadang hasilnya tak sesempurna yang diharapkan. Itu yang aku pilih, daripada beruntung bagai kejatuhan bulan permata tapi bodohnya tidak karuan.
Orang bilang untuk menjadi pintar membutuhkan uang. Memang, tapi jika kau bisa sekolah gratis dan kau bisa menjadi pintar luar biasa di sana, aku yakin pasti keberuntungan menghampirimu. Tergantung seberapa kerasnya kau berusaha. Orang bilang kau harus kaya, tapi jika kau bisa menjadi pintar dari awal, maka kau akan menjadi kaya karena pintar, bukan pintar karena kaya.
Menurutku, bukan keberuntungan yang membawa kesuksesan. Karena meski beruntung, itu akan berlangsung hanya sesaat karena keberuntungan bisa menjadi kesialan sewaktu-waktu. Bila kau pintar dan tiba-tiba menjadi bodoh, kau bisa belajar dan berusaha menjadi pintar kembali, tapi bila keberuntunganmu berubah menjadi kesialan, kau tidak bisa mempelajari cara menjadi beruntung. Kau tidak bisa mengubah kesialanmu kecuali dengan berdoa. Doa itu mujarab tapi apa kepuasan yang terima bila kau tak berusaha dengan tenaga dan pikiranmu sendiri? Sama seperti tidak ada artinya. Bila kau beruntung, kau akan senang, gembira bukan main, tapi di mana letak kepuasanmu? Puas hanya sesaat, itupun hanya karena yang kau ingini bisa tercapai. Tapi bila kau pintar, lalu kau berhasil, kau akan puas, puas selamanya, meski setelah itu kau jatuh. Karena kepuasanmu berasal dari usaha yang kau kerahkan, usahamu sendiri. Karena meski kau jatuh kau akan tetap merasa bangga atas usahamu. Aku yakin, aku percaya akan hal itu.
Orang bilang, bila kau ingin menjadi orang, kau harus kaya. Bila kau ingin bekerja, kau harus kaya dulu. Itu aneh. Karena bukankah kau bekerja agar menjadi kaya? Lalu apa point-nya bekerja bila kau sudah kaya? Untuk menambah kekayaan? Bisa jadi, tapi sebenarnya tujuan bekerja itu untuk memperoleh penghasilan. Kau memang harus punya modal, tapi bila kau lebih pintar, kau tak butuh embel-embel yang disebut uang itu. Kau tak perlu bingung mencari pekerjaan, karena aku yakin, aku percaya, pekerjaan itu yang akan mencarimu. Kau perlu berusaha, mengeluarkan pikiran, kau harus pintar. Itu sudah menjadi dasar yang cukup mengapa aku lebih memilih pintar daripada beruntung.
Orang beruntung pasti menang bila dibandingkan dengan orang pintar. Semua orang tahu itu. Tapi kepuasan yang dimiliki orang beruntung jauh lebih rendah daripada orang yang pintar. Mengapa kau bisa beruntung? Karena keberuntungan menghampirimu? Karena kau berdoa? Susah dianalisa. Tapi mengapa kau pintar? Karena kau berusaha, dan berusaha, berusaha, berusaha itu yang menjadi dasar kesuksesan.
Aku yakin, suatu hari, kau akan setuju. Meski tidak nanti, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau berpuluh-puluh tahun ke depan. Tapi aku yakin, kau akan terpaksa mengakui itu benar, karena kepuasan itu yang mendasari segalanya. Untuk apa kau beruntung, bila kau tidak bangga? Kau beruntung hanya sesaat, lalu bagaimana bila kau jatuh? Kau tak bisa mencari ilmu untuk menjadi beruntung. Tapi kau bisa mempelajari caranya menjadi pintar.
| Reactions: |
Saturday, 26 February 2011
Kenyataan
Saat kenyataan muncul di hadapanku
Aku akan berpaling, menjauh
Karena terkadang
Kenyataan terlalu menyakitkan
Kenyataan selalu menghantuiku
Memenuhi seluruh rongga kepalaku
Membuatku frustasi, tak mampu berpikir lagi
Kenyataan selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi
Seperti lalat, seperti nyamuk yang mengganggu
Aku tahu kenyataan itu nyata
Lebih nyata daripada apapun
Tapi terkadang
Memilih untuk terus berkhayal
Terasa paling baik untuk hatiku
Membiarkan segala yang menyakitkan namun benar
Lewat begitu saja
Hingga hati ini tak terlalu sakit, tak terlalu perih
Aku tahu kenyataan itu yang membangun hidup
Tapi terkadang
Membangun kehidupan sendiri dalam bayangan
Terasa paling benar, paling baik
Aku takkan perlu mengkhawatirkan apapun
Karena ini duniaku, duniaku
Aku tak mau melihat kenyataan
Terkadang kenyataan terlalu menyakitkan
Aku ingin membangun duniaku sendiri
Membatasinya dari segala kenyataan
Membuat semuanya tak nyata
Karena yang nyata itu menyakitkan
| Reactions: |
Wednesday, 23 February 2011
Dusta
Ketika aku bilang aku bahagia
Semua tampak berbeda dari apa yang terjadi pada mulanya
Yang semula putih sekarang sehitam jelaga
Segala kebahagiaanku takkan tahan lama
Karena pasti esok hari aku harus membayarnya
Dengan kesedihan yang seperti siksa
Semua yang tampak seperti bunga
Esok akan seperti layu dimakan cuaca
Bagaimanapun aku memohon pada Yang Maha Kuasa
Hidupku akan terus seperti ini juga
Tapi aku ingin mencoba
Melawan takdir yang tampak sebebal baja
Hanya untuk sekali saja
Merasakan sulitnya melawan derita
| Reactions: |
Monday, 21 February 2011
Hanya Ingin Membaur
Tapi guru-guru menanggapku tak sama
Hanya karena sebuah kesempatan yang telah kuambil
Itu bukan salahku
Ataupun pilihanku
Tapi tampaknya mereka menganggapnya begitu
Oh Tuhan tolonglah aku
Aku hanya ingin membaur
Bila aku tak pernah mengambil kesempatan itu
Apakah aku akan diperlakukan seperti ini oleh para guru
Oh sungguh aku tak tahu
Terkadang aku berharap sesuatu akan terjadi
Seperti muncul bintang di siang hari
Aku sering berharap aku bisa mati
Karena terkadang ini tak mampu kuatasi
Sungguh bisakah mukjizat terjadi di sini
Untuk membantuku yang terpuruk sendiri
Mereka bilang aku beruntung
Tapi aku tidak menanggapnya begitu
Karena aku selalu dianggap kuman di ujung sepatu
Meski terkadang mereka yang memintaku untuk membantu
Mereka sama sekali tak tahu
Bahwa sebenarnya hatiku telah membatu
Bisakah mereka membiarkanku membaur
Aku tidak bermaksud sombong
Ataupun meremehkan yang lain
Tapi terkadang aku tak bisa mencegah tanganku
Mengulas lukisan di kertas
Aku hanya ingin membaur
| Reactions: |
Sunday, 20 February 2011
Hidup
Yang dulu tidak bisa kau buat baru
Kau terus berjalan ke depan
Mengalahkan apa yang bisa kau kalahkan
Dan menangkan semua yang bisa kau menangkan
Dan jangan pernah kau lewatkan segala kesempatan
Karena masa-masa itu takkan bisa kau kembalikan
Jadi jangan kau lewatkan
Hidup itu tak selamanya indah
Kau akan merasakan bagaimana bunga mawar merekah
Tapi akan merasakan bagaimana kristal bisa pecah
Dan menghilang tanpa bekas
Seperti kau membakar kertas
Bila kau terus berjalan
Dan kau melihat ke belakang
Kau akan melihat sejarah terukir di sana
Segala kenangan bersama Ayah Bunda
Yang penuh cinta dan bahagia
Oh bisakah kau kembali ke sana
Saat kau dan mereka sedang tertawa
Kembali pada saat kalian bercanda
Hidup selalu berubah
Seperti kuning menjadi merah
Dan bahagia menjadi amarah
Air menjadi darah
Gelap menjadi cerah
Tapi jangan kau biarkan perubahan itu
Merubah dirimu
Karena meskipun hidup berubah
Kau harus tetap berdiri di tempat yang sama
Seperti dulu
| Reactions: |
Saturday, 19 February 2011
Menjadi Diriku
Kau lewat di mana-mana tak ada yang tahu
Kau seperti asap di balik batu
Kau pergi takkan ada yang melihatmu
Tapi jangan sampai kau buat kesalahan
Kau bisa mendapat berbagai siksaan
Sampai kau merasa kau tak pernah dilahirkan
Jangan sampai kau berharap menjadi diriku
Tahu tidak, aku dianggap kuman di ujung sepatu
Aku dianggap serangga yang bau
Cobalah kau jadi aku
Pasti kau rasanya ingin membeku
Karena kaudekati saja takkan ada yang mau ...
Menjadi aku sungguh menyakitkan
Layaknya aku telah mengalami kematian
Dan menerima banyak siksaan
Aku ingin menjerit keras-keras
Seakan aku telah disiram air panas
Ini sama sekali tidak patut ditertawakan
Aku bukanlah tokoh guyonan
Aku telah menggali liang kuburku sendiri
Aku telah bersiap-siap mati
Selamat tinggal kawanku yang baik hati
Jangan lupakan aku nanti
Dan bilang pada orang yang telah membuatku sakit hati
Dia akan kuhantui
Sampai dia pun pergi
Pergi dari dunia penuh siksa ini
| Reactions: |
Kau Sakiti Aku Lagi
Seakan itu tak membuatku sakit hati
Kau tahu rasanya aku ingin sekali mati
Meninggalkanmu dengan dosamu sendiri
Yang telah membuatku tak mampu bangkit lagi
Kau pikir menyakiti itu menyenangkan
Padahal di sini aku yang merasakan
Betapa kejamnya kata-kata yang kau katakan
Seperti racun yang tak tersembuhkan
Bisakah kau berhenti melontarkan leluconmu
Yang sama sekali tidak lucu
Aku sama sekali tidak menganggapmu melucu
Aku menganggapmu membunuhku
Hanya dengan kata-katamu itu
Kau sakiti aku lagi
Kau telah mendorongku untuk mati
Kau akan kuhantui nanti
Sampai nafasmu itu berhenti
Dan aku akan tertawa melepas sakit hati
Yang telah kauberi sebelum aku meninggalkan dunia ini
| Reactions: |
Wednesday, 16 February 2011
Pembunuh
Mengapa kau tak bilang dari awal
Kau takkan perlu menyamar
Sebagai guru yang sok sabar
Yang sebenarnya membuat hati kami memar
Kata-katamu bukan petunjuk
Tapi hanya duri yang menusuk
Membuat perasaan kami remuk
Kau pembunuh
Kau mencabik-cabik semangat kami
Kau menghancurkan nyali kami
Kau melukai perasaan kami
Dan kau pikir kami menyukai dirimu
Teruslah bermimpi, karena itu tak mungkin terjadi
Karena kau terus sakiti hati kami
Kau pembunuh
Dan kau menganggap dirimu peri
Sungguh memalukan
| Reactions: |
Friday, 11 February 2011
Curhat Perasaan
Yah, aku punya masalah. Dengan teman, yang orang seharusnya kuanggap teman, tapi menurutku dia hanya orang yang kebetulan saja berada dalam kelas yang sama denganku. Ya, lalu aku curhat ke BK. Dan tampaknya guru konselingku sama sekali tak menaruh perhatian. Aku benci itu. Dia hanya mengangguk-angguk, tersenyum, dan berkata semua baik-baik saja. Tapi masalahnya, ini tidak akan selesai dengan baik-baik saja! Dan guru konselingku sama sekali tak mengerti perasaanku. Rasanya aku semakin sakit ketika guru itu bilang ini persoalan biasa yang akan selesai dengan sendirinya, dan yang perlu aku lakukan hanya tersenyum pada semua orang seperti orang sinting, tapi aku SUDAH ramah pada semua orang, bahkan melebihi yang kumau. Tapi guru tak ada yang tahu masalah itu, dan tampaknya juga tak mau tahu. Kalau begitu kenapa menjadi guru konseling? Benar-benar tak masuk akal.
Dan tampaknya teman-bukan-teman-ku itu menjadi semakin jijik padaku seakan aku seonggok kotoran anjing yang ditempatkan di bangku terdepan di kelas. Aku sakit. Tak ada yang tahu air mataku berusaha melewati dinding kokoh yang kupasang di mataku. Tak ada yang tahu, dan tak ada yang mau tahu. Aku tak melakukan apa-apa! Aku tak salah apa-apa ... Aku tidak tahu apa yang telah kuperbuat padanya sehingga dia menjadi kejam padaku. Semenjak aku LDK, padahal aku menghadiri LDK itu bukan urusannya, bukan haknya untuk ikut campur dan menilai, dan sama sekali bukan urusan yang bisa dia cium di hidungnya! Dia mungkin berpikir aku tak layak menjadi OSIS, tapi kenapa? Aku toh tidak minta, aku disuruh, dan biarpun dibayar aku tak mau mundur sebelum waktunya. Dia mungkin berpikir aku sombong, tapi bila aku sombong aku takkan sekalipun berpikir mengapa dia tak suka padaku. Bila aku sombong aku takkan bicara pada teman-temanku. Benar-benar tak masuk akal, dan guru konselingku sama sekali tak mau mendengarkan aku meratapi nasibku yang malangnya jauh melebihi malang. Dia malah berusaha menghentikanku sambil berkata semua akan baik-baik saja. Ingin rasanya menambahkan, "Ya, baik-baik saja bila aku MATI!!!" Ihhh ...
Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku tak ingin dibenci, dan tampaknya hanya dia yang perilakuknya membuatku sakit. Aku tak tahu, aku tak tahu apa-apa. Hanya satu yang kutahu. Aku ingin mati.
Titik.
Aku MATI ...
| Reactions: |
Thursday, 10 February 2011
Aku Benci
Tapi bagiku kau pembunuh
Kau pembunuh semangat muridmu
Kau membunuh hati kami
Kata-katamu bukan ilmu
Tapi pedang beracun yang buta
Kau tak tahu betapa bencinya kami padamu
Betapa jengkelnya kami pada dirimu
Kau selalu mengomeliku
Berkata sekolah bukanlah milikku
Tapi sebenarnya
Sekolah juga bukan milikmu
Kau tak punya hak berkata semaumu
Kau bilang aku harus menuruti kata guru
Tapi sebenarnya siapa sih guru
Hingga bisa menyuruh dengan siapa aku harus duduk
Atau menentukan metode-metode yang harus kuikuti
Dan lagipula
Sekolah bukan milik guru
Jadi kau tak punya hak apa-apa atas diriku
Sama denganku, yang tak punya hak melakukan yang kumau
Tapi bukan berarti kau bisa menguasaiku
Tahu tidak,
Aku benci dirimu
| Reactions: |
Tuesday, 8 February 2011
Perubahan
Semua cepat sekali menghilang
Bagai abu ditelan angin
Begitu juga pertemanan kita
Begitu cepat menguap
Dan hilang tak berbekas
Seakan dunia tak ingin pertemanan kita meninggalkan sejarah
Sulit melupakan betapa eratnya kita dulu
Seperti kertas dan pena
Sangat sulit dipisahkan
Aku tak tahu bagaimana semua begitu cepat berubah
Begitu cepat menghilang
Sulit dan sakit sekali rasanya
Melihat jauhnya jarak antara kita sekarang
Seakan terpisahkan jurang kematian
Dunia seakan berkata tak ada yang bisa memperbaiki hubungan kita
Terkadang aku melihat ke belakang
Berharap segala kenangan masih terukir di jalan
Tapi tampaknya sejarah tak ingin menyimpannya
| Reactions: |
Saturday, 5 February 2011
Aku Takut
Aku takut pada kegelapan ?
Tidak
Aku takut pada kesepian ?
Tidak
Aku takut pada keadaan ?
Tidak
Aku takut pada diriku sendiri
Aku takut pada pikiranku
Aku takut pada semua yang kupikirkan
Aku takut pada diriku sendiri
Aku takut
Rasa takut membayangiku
Aku tak bisa menghilangkannya
Rasa takut menghantuiku
Aku tak bisa mengusirnya
Aku sangat takut, sangat takut !
Aku terperangkap dalam pikiranku sendiri
Aku terjatuh dalam lubang pikiranku sendiri
Dan aku tak bisa keluar, tak bisa keluar
Aku hanya bisa memanjat
Tapi tepi lubang tak pernah terlihat
Aku terperangkap di antara jeruji
Jeruji ketakutan
Aku takut, aku takut !
Tapi aku tak bisa menghilangkannya
Aku jatuh lebih dalam lagi
Semua semakin gelap, gelap
Aku terperangkap lebih jauh lagi
Aku terpuruk lebih dalam
Aku tak bisa keluar, aku tak bisa keluar !
Aku bisa mendengar bisikan di sekelilingku
Aku bisa mendengar apa yang mereka katakan
Mereka mengatakan apa yang aku pikirkan
Mereka mendesis-desis
Mereka mengatakan segalanya
Dan aku terjatuh lagi, lebih dalam lagi
Aku terperangkap, aku tak bisa keluar
Karena aku takut
| Reactions: |
Tuesday, 18 January 2011
Beri Aku Kesempatan
Dan kalian harap aku melihat wajah murungmu
Kalian tahu aku berusaha menghilangkan sakit hatiku
Tapi kalian malah menambah parah beban pikiranku
Kalian berkata aku egois
Tapi bukan maksudku aku menjadi seperti keris
Aku bukannya sombong
Hanya saja kalian tak mampu mengisi hidupku yang kosong
Aku bukannya merasa tinggi
Tapi kalian tak bisa menghargai diri
Jadi mau apa kalian ini
Mengejek diriku yang sakit hati
Tanpa merasa malu pada diri sendiri
Kalian memarahiku seakan aku anjing yang nakal
Mungkin kelakukanku memang seperti berandal
Tapi aku masih punya pikiran dan akal
Kalian saja yang jahat bermental barbar
Aku bukannya kurang ajar
Tapi terkadang aku memang kasar
Pada orang-orang yang memperlakukanku seperti serangga kena cacar
Beri aku kesempatan
'Tuk buktikan aku bukan anak yang merasa seperti Tuhan
Aku bukan mau melawan
Tapi aku tak tahu kalian harus kuapakan
Beri aku kesempatan lagi
'Tuk buktikan aku bukan anak yang keras hati
Aku tak bisa ungkapkan apa yang sebenarnya ada di hati ini
Ini rahasiaku sampai nanti
Beri aku kesempatan
Akan kubuktikan
Aku bukan seperti yang kalian katakan
| Reactions: |
Aku Tak Bisa Mengatakan
Aku seakan tak bisa mengatakannya
Dan kalian semua yang menatapku tak percaya
Kalian bicara yang sama sekali beda
Berbeda dengan apa yang ada di hatiku yang tersiksa
Kalian bicara dengan lirih
Seakan mendengar itu semua hatiku tak perih
Apa kalian tak tahu hati ini sangat pedih (?)
Kalian tak lihat mataku yang menangis sedih
Meski wajahku tak terlihat mendidih
Aku ingin bisa mengutarakan apa isi hati ini
Tapi mulutku seakan terkunci
Seakan bila aku bicara aku akan mati
Apa kalian tak melihat tangis di mataku ini
Yang sama sekali tak bisa kutahan lagi
Karena kalian telah membuatku sakit hati
Yang tampaknya tak bisa diobati
Dengarlah ratapan hatiku yang merana
Yang sudah sering kalian siksa
Kalian tak bisa percaya
Kalau aku bukan seperti yang kalian kira
Apa salahku pada kalian
Hingga semua ini kalian lakukan
Kalian telah membuatku merasa seperti air selokan
Yang sama sekali tak bisa disucikan
Apa seperti itu mau kalian
Aku mati karena berbagai siksaan
Yang kalian lakukan tapi aku yang merasakan
Apa kalian tak lihat air mataku
Menderas karena sudah banyak jarum di hatiku
Apa kalian tak bisa merasakan sakitnya diriku
Kalian injak-injak dan hina seperti kutu
Seakan aku ini kuman di sepatumu
Yang sama sekali tak bermutu
Yang hanya bisa mengeluarkan bau
Aku bukan yang kalian kira
Tapi aku juga tak bisa mengungkapkan rahasia
Semua guru bicara hal-hal yang membuatku tersiksa
Tapi aku tak bisa bilang apa-apa
Biarlah mereka mau bilang apa
Mau bilang aku seperti iblis dari neraka
Atau debu di celana
Aku tak bisa apa-apa
Ingat rahasia itu hakku juga
Dan kalian tak bisa mengubahnya
| Reactions: |
Friday, 7 January 2011
Semua yang Kuingini
Tapi tak ada satupun yang terwujud
Aku tak tahu kenapa
Semua seakan belum cukup bagiku
Semua seakan berpaling dariku
Yang terjadi selama ini
Hanya segala yang tidak kuingini
Seakan dunia sengaja melakukan semua ini
Sengaja melakukan semua ini
Untuk mengsengsarakanku
Tapi setelah berbagai hal kulalui
Aku tahu aku salah
Tuhan dan dunia tidak melakukan ini
Untuk mengsengsarakanku
Semua ini terjadi
Karena Tuhan sayang diriku
Karena Tuhan peduli padaku
Dan ingin aku merasakan bagaimana hidup yang sebenarnya
Dengan jalan penuh derita
Luka di hati dengan simbilu
Dan angin sengsara yang terasa terus berhembus
Tuhan peduli padaku
Tuhan sayang padaku
| Reactions: |
Friday, 31 December 2010
Semua Telah Berlalu
Setiap detik terasa makin menjauh
Setiap hari terasa makin sulit 'tuk digapai lagi
Kulihat lagi kenangan di belakangku
Rasanya ingin menitikkan air mata
Melihat begitu banyak hal indah
Yang telah kami lalui bersama
Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali berhasil berdiri
Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku pertama kali bersepeda
Semua itu terasa begitu indah
Dan begitu jauh
Kulihat Bunda dan Ayah tersenyum
Saat aku lulus kelas satu
Kulihat mereka berdua tersenyum
Saat aku menujukkan raporku
Semua itu begitu indah
Terlalu indah untuk dilihat
Semua pertengkaran yang kami lalui
Terasa menyakitkan di hatiku
Membuatku sadar
Betapa sayangnya Ayah Bunda padaku
Betapa pedulinya mereka padaku
Dan hanya aku yang belum bisa merasakannya
Semua telah berlalu
Semua sudah tertinggal jauh di belakang
Semua sudah terlalu jauh 'tuk digapai lagi
Aku tak bisa apa-apa
| Reactions: |
Thursday, 9 December 2010
Kemarahan Alam...
Lihatlah air di pantai membuncah
Dan suara gemuruh membuatku gelisah
Dengan suara petir yang membuat resah
Lihat hujan membuat semuanya basah
Tapi untuk lari aku terlalu lelah
Dan melawan takdir juga terlalu susah
Tak ada yang bisa kami lakukan selain pasrah
Mungkin sebentar lagi aku akan hancur
Selain hancur juga lebur dan membaur
Tampaknya aku dan alam takkan bisa akur
Karena aku begitu kecil hingga tak bisa diukur
Aku menyesal tak pernah bersyukur
Aku menyesal tak pernah bertafakur
Lihatlah daratan sudah mulai retak
Manusia-manusia sudah memutar otak
Dan berusaha keras hingga berbunyi mirip mesin cetak
Tapi akhirnya manusia malah lupa letak
Kulihat air laut hilang dari tepi
Tapi aku yakin sebentar lagi akan kembali
Dalam wujud sebuah tsunami
Jadi sebaiknya kita lari
Kalau kita tak ingin cepat mati
Tapi seperti apapun kita menghindari
Tak mungkin bisa selamat dari bencana ini
Karena Tuhan sudah menakdirkan kita mati di sini
| Reactions: |
Tuesday, 7 December 2010
Kita Lalui Bersama
Kita telah bersama sejak lama
Dan segalanya yang kita derita
Menjadi kisah kami bersama
Genggamlah erat tanganku
Dan aku yakin, Temanku
Kita bisa lalui derita-derita yang baru
Temanku
Dunia boleh berpaling dari kita
Tapi ingatlah kita bisa lalui semua derita
Karena kita punya kekuatan yang tidak mereka miliki
Yaitu keteguhan dan keyakinan hati
Jadi yakinlah bahwa kita benar
Dan mereka suatu hari akan sadar
Kita selama ini tidak bersalah
Dan mereka akan terpaksa mengalah
Karena mereka tak berani dikatakan kalah
Temanku
Genggam erat tanganku
Ayo kita tembus semua derita ini
Kita akan terus bersama sampai kita keluar dari sini
Ingat janji kita hari ini (?)
Kita tak akan hiarukan apa yang mereka katakan
Karena yang mereka katakan itu yang bukan-bukan
Temanku
Biarkanlah kata-kata yang lewat
Yang mereka katakan itu bukan sesuatu yang hebat
Yang mereka katakan hanyalah dusta
Jadi lupakan saja apa kata mereka
Mari kita lihat lurus ke depan
Masa depan yang indah menanti kita
Jangan biarkan kata-kata kotor itu hancurkan kita
Karena kita masih punya hak menggapai cita-cita
Yang mereka lakukan itu bukan apa-apa
Karena ingatlah, hati kita sekuat baja
Temanku
Biarlah air mata menghiasi mata kita
Biarlah air mata menhapus masa lalu yang penuh derita
Biarlah air mata mengobati hati kita yang terluka
Tapi janganlah kita sampai putus asa
Karena bila kita hentikan usaha kita
Mereka semua akan bersorak gembira
Temanku ingatlah janji kita bersama
Kita takkan biarkan mereka kilah kita kalah
Akan kita tunjukkan kalau kita berhak menang
Menang dari semua yang mereka katakan tentang kita
Ingatlah Temanku
Dari awal sampai akhir, deritamu juga deritaku
Temanku
Biarkan apapun yang mereka katakan
Yakin lah mereka bisa kita kalahkan
Karena kita masih punya masa depan
Yang tak mungkin bisa mereka hancurkan
Temanku
Semua akan kita lalui bersama
Jadi marilah kita lawan derita
Genggamlah tanganku
Kita mulai awal yang baru
Ingatlah aku akan selalu ada di sisimu
| Reactions: |
Friday, 3 December 2010
Ingatlah
Aku tahu ini saat kulepas kau pergi
Anakku, nanti lihatlah ke belakang
Dan lihat semua masa-masa indah kita
Saat kau masih balita
Dan belum bisa berjalan
Aku menjunjungmu tinggi-tinggi
Aku berdoa supaya kau bia meraih langit
Saat kau berumur lima tahun
Kulihat kau bermain dengan anak-anak seusiamu
Dan aku berpikir,
Saat itulah, kau meninggalkanku
Saat kau tiga belas tahun
Kau seakan lepas dari tanganku
Aku tak bisa mengendalikanmu
Kau seperti tidak kenal aku lagi
Kau seperti sudah lupa...
Dan saat kau pergi kuliah
Yang bisa kukatakan hanya satu...
"Ingatlah aku"
Itu saja, karena yang kuinginkan
Hanya kau mengenang masa-masa lalu
Masa-masa indah dulu, Anakku...
| Reactions: |
Thursday, 25 November 2010
Mari Lihat ke Belakang
Sebelum kalian lepas aku pergi
Mari kita lihat ke belakang
Ke masa-masa indah dulu
Ketika aku masih seorang gadis kecil
Mama Papa
Tidakkah kalian ingat
Ketika aku belum bisa berjalan
Kalian menjunjungku tinggi-tinggi
Dan berkata aku pasti bisa meraih bintang
Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku masih belajar berjalan
Dan kalian berdua membiarkanku mencoba sendiri
Kalian membiarkanku jatuh dan bangun
Karena kalian ingin aku merasakan
Jatuh dan bangunnya kehidupanku nanti
Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku pertama kali masuk sekolah
Kalian membimbingku dalam semua pelajaran
Dan tak pernah lelah menjelaskan semuanya
Karena kalian aku mendapat perhatian yang cukup
Kalian ingin aku bisa, selalu bisa
Mama Papa
Tidak ingatkah kalian
Ketika aku dan Mama Papa bertengkar
Aku menginginkan telepon genggam yang bagus
Tapi kalian justru membelikanku yang biasa-biasa saja
Aku tidak mengerti waktu itu
Tapi sekarang aku mengerti
Kalian tidak ingin aku melupakan pelajaran
Kalian tidak ingin aku menyalah-gunakan teknologi
Kalian ingin aku paham
Bahwa dunia ini tidak selamanya milik kita
Mama Papa
Ingatkah kalian
Ketika aku menulis surat pertamaku pada guru konseling
Dan kalian tidak mau aku mengirimkannya
Karena kalian ingin aku mengerti
Karena kalian ingin hanya kalian yang mengerti aku
Karena kalian ingin aku menceritakan semuanya pada kalian
Mama Papa
Ingatlah semua itu
Ketika kami masih bersama
Menyatu erat dengan rajutan kenangan kita
Mama Papa
Aku pergi sekarang
Menghadap masa depan
Dan membawa masa laluku bersamaku
| Reactions: |
Saturday, 13 November 2010
13 Tahun dan Aku...
Dan aku...
Merasa seperti mau meledak
Hidup rasanya serba-salah
Segalanya seperti membuatku marah
Aku sudah tiga belas tahun
Dan aku...
Merasa ingin menangis tiap hari
Hidup seperti membuatku sengsara
Hujan sembilu seakan tak ada habisnya
Tapi hatiku juga seakan tak ada habisnya
Aku sudah tiga belas tahun
Dan aku...
Rasanya ingin mati saja
Hidup ini rasanya seperti membuatku terperangkap
Segalanya seperti dikungkung
Dan aku tak bisa lari
Aku sudah tiga belas tahun
Tapi aku...
Tidak mau mati di umur ini
Karena meski dunia terasa bagai neraka
Dan segalanya seperti siksaan
Aku ingin melihat sisa dunia
Aku ingin melihat semuanya sebelum semuanya terlambat
| Reactions: |
Sunday, 7 November 2010
Bila Aku Buta
Aku takkan bisa melihat apa-apa
Aku takkan bisa melihat indahnya dunia
Aku takkan bisa melihat apapun
Yang sekarang bisa kulihat
Bila aku buta
Yang bisa kulihat hanya kegelapan
Tanpa warna sama sekali
Yang bisa kulihat hanya semburat-semburat harapan
Yang entah kapan akan terwujud
Bila aku buta
Aku yakin Bunda akan selalu ada untukku
Aku yakin Bunda akan menemaniku
Melalui siang dan malam
Bila aku buta
Hanya akan ada satu hal yang bisa kulihat
Yaitu cahaya kehangatan
Dan pelangi kasih sayang
Yang datangnya dari Bunda
| Reactions: |
Wednesday, 27 October 2010
Genggam Erat Tanganku
Saat aku sendirian
Kau selalu ada di sampingku
Menggenggam erat tanganku
Dan berkata aku tidak sendiri
Bunda
Saat aku ketakutan
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Dan berkata semua akan baik-baik saja
Bunda
Saat aku kedinginan
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Menghangatkanku
Bunda
Saat aku menangis
Kau selalu ada di sampingku
Mengganggam erat tanganku
Dan menenangkanku
Dan oh Bunda,
Aku ingin
Ketika kau hendak pergi
Aku ingin kau ada di sampingku
Menggenggam erat tanganku
Dan berkata bahwa kau akan selalu ada untukku
Dan Bunda,
Aku ingin
Ketika kau telah pergi
Kau ada di hatiku
Menggenggam erat nyaliku
Untuk meyakinkanku
Aku mampu melewati hari-hari tanpamu
Bunda
Aku ingin
Kau selalu ada di dekatku
Menggenggam erat tangaku
Dan berkata,
"Aku selalu bersamamu"
| Reactions: |
Saturday, 16 October 2010
Innocence
1. Ketika kau berpikir bahwa ibumu akan selalu ada untukmu
2. Ketika kau berpikir semuanya akan berjalan sesuai kemauanmu
3. Ketika kau merasa kau pasti bisa menaklukkan semua tantangan
4. Ketika kau tidak mengenal rasa minder atau patah semangat
5. Ketika kau punya semangat yang membara di hatimu yang tidak padam-padam
6. Ketika kau merasa sangat yakin cita-citamu akan tercapai
Saat-saat seperti itu adalah saat-saat emas, saat-saat kau bisa melakukan semuanya...
Saat-saat kita mampu menaklukkan semua rasa takut kita...
Dan saat-saat itu bisa rusak begitu saja karena kata-kata yang sepele...
| Reactions: |
Wednesday, 13 October 2010
Saat Kiamat Tiba...
Saat Kiamat tiba
Apa kau akan ada untukku (?)
Apa kau akan ada untuk melindungiku (?)
Atau...
Apa kau akan pergi meninggalkanku
Dan membiarkanku sendiri (?)
Bunda
Saat Kiamat tiba
Apa kau akan masih ada di sampingku
Menggandeng tanganku dan menenangkanku (?)
Apa kau akan masih ada di sampingku
Memelukku dan mengatakan semuanya baik-baik saja (?)
Atau...
Apa kau akan membiarkanku di antara reruntuhan
Dan tertimpa maut (?)
Bunda
Saat Kiamat tiba
Jangan kau tinggalkan aku
Gandenglah aku, genggam tanganku erat-erat
Bawalah aku bersamamu, Bunda
Jangan kau tinggalkan aku sendiri
Bawalah aku bersamamu
| Reactions: |
Tuesday, 12 October 2010
Bintang-bintang
Tersenyum di antara bintang-bintang
Matamu bercahaya, dan senyumanmu berkilau
Bunda...
Kau melambai padaku
Dan mengatakan:
"Semuanya akan baik-baik saja"
Seakan kau tahu semua isi hatiku
Semua kegalauanku
Semua perasaanku
Kau berkata:
"Aku akan selalu berada di sini untukmu, Sayang,
Aku akan melihatmu, apapun yang kau kerjakan
Di manapun kau berada
Jangan ragu untuk menatapku, Sayang
Karena aku akan selalu ada untukmu" ...
Kau tersenyum padaku
Kau mengatakan semua akan baik-baik saja
Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Kau akan selalu ada untukku
Kau akan selalu ada untuk menyinari jalanku
Ya, Bunda,
Kau akan selalu ada untukku
Kau akan selalu berada di sana untukku
Kau akan selalu menjadi malaikat-ku
Kau akan selalu ada...
Kau akan selalu menjadi orang
Yang paling menyayangiku
Kau akan selalu menjadi orang pertama
Yang ada untuk membantuku
Kau akan selalu menjadi rembulan dan bintangku
Di langit, yang selalu menyinariku
Ya, Bunda, kau akan selalu menjadi orang pertama
Yang kusayangi
Kau akan selalu menjadi bunda-ku
Ke manapun aku pergi
Kapanpun
Di manapun...
| Reactions: |
Saturday, 11 September 2010
Kata Mutiara.... (lagi....)
"Terkadang mengetahui sesuatu tidak menyenangkan, terkadang lebih baik kita tidak tahu."
"Dunia ini indah, kalau kita lihat dari sisi indahnya. Kalau kita lihat dari sisi buruknya, duniapun akan buruk."
"Kekuatan fisik tidak ada artinya bila dibandingkan dengan semangat. Coba buktikan sendiri."
"Semua orang cinta televisi karena mereka selalu berpikir yang menyenangkan tentang benda itu. Coba bila kau berpikir yang menyenangkan mengenai buku, kau akan mencintainya juga."
Semua ini di gubah oleh Fadhilah Fitri P.
| Reactions: |
Tuesday, 7 September 2010
Tangis Hantu Seorang Anak Perempuan
Suatu malam.... tengah malam
Aku terbangun dari tidurku di kuburan, dan aku memutuskan untuk kembali ke rumahku dulu, ketika aku masih hidup
Di rumah sudah gelap... gelap sekali
Aku pergi ke kamarku dulu...
Kamar itu juga gelap, namun rapi sekali...seperti tak tersentuh selama beberapa bulan
Aku berbaring di kasurku... merasakan lagi bagaimana rasanya tidur di kasurku lagi
Namun rasanya berbeda
Aku tidak nyaman...aku kesepian....
Aku butuh Mama di sisiku...aku ingin bicara dengan Mama...
Jadi aku keluar lagi, ke kamar Mama...
Aku lihat Mama sedang tidur
Aku memanggil nama Mama...
Tapi Mama tak bergerak
Aku menggoyang-goyangkan tangan Mama...
Tapi Mama juga tidak merespon...
Aku mencoba lagi...dan lagi...dan lagi...
Tapi tetap sama...
Mama tidak bergerak...tidak meresponku sama sekali...
Sesaat kukira Mama sudah pergi...
Sudah tidak ada...
Tapi saat berikutnya...aku sadar...
Aku yang sudah tidak ada...
Aku mulai menangis
Aku mulai menarik tangan Mama...
Aku mulai menggoyang-goyangkan tubuh Mama...
Dan tidak ada yang terjadi
Aku mulai menjerit putus asa
Dan tak ada yang mendengar
Aku berlari keluar...putus asa...
Aku berdiri di jalan, sendirian...
Memandangi rumahku dulu...
Aku ingat...saat-saat aku masih ada di sana...
Rumah penuh canda tawa...
Penuh kebahagiaan
Dan sekarang...
Aku sudah tidak ada
Tak bisa merasakan semua itu lagi...
| Reactions: |
Sunday, 5 September 2010
Air Mata Ibu
Air mata Ibu
Tergenang dan siap tumpah
Lihat
Tangan Ibu
Mengusap air mata
Yang sudah tumpah
Yang sudah menetes
Pelan
Oh, mengapa Ibu menangis?
Kenapa?
Apa aku salah?
Apa yang telah kulakukan?
Apa yang telah kukatakan?
Lalu Ibu berkata,
"Sebentar lagi
Ibu mau pergi
Jaga diri baik-baik
Doakan Ibu ya, Nak
Jaga diri baik-baik
Kaulah satu-satunya permata Ibu
Permata Ibu yang paling berharga
Jaga diri baik-baik
Ibu akan pergi sebentar lagi"
Lalu aku ikut menangis
Dan berkata,
"Ibu, jangan pergi
Kaulah matahariku
Kaulah bintangku
Kaulah yang membuatku tetap hidup"
Lalu aku memeluk Ibu
Ibu memelukku
Dan ketika kulepaskan
Ibu...
Ibu...
Ibu sudah tidak ada...
Lihatlah Ibu
Berbaring di sisiku
Dengan air mata masih tergenang
Dengan wajah pilu yang menyedihkan
Lihatlah air mata Ibu
Benda terakhir yang dikeluarkannya
Bersama cintanya padaku
| Reactions: |
Tuesday, 31 August 2010
Aku
Seorang gadis biasa
Dengan penderitaan
Yang tidak biasa
Aku hanyalah seorang
Yang mempunyai harapan besar
Yang sama sekali mustahil
Aku adalah
Seorang gadis kecil
Yang menunggu
Menunggu bencana selanjutnya
Menunggu musibah selanjutnya
Yang seakan tak ada habisnya
Aku adalah
Seorang gadis kecil
Dengan hati kecil
Namun dengan beban banyak
Beban yang berat
Aku adalah
Seorang gadis kecil
Di ujung penantian
Menunggu
Menunggu nasib
Menunggu derita
Menunggu...
Aku ada di ujung penantian
Menunggu nasib yang akan datang
| Reactions: |
Sunday, 29 August 2010
Hari Ini...
Semua terasa hambar...dan makin lama terasa makin buruk...terasa makin redup...
Hari ini banyak hal buruk terjadi...semua orang mengumbar-umbar rahasiaku...seakan itu lelucon...semua orang menghina dan mencaciku...seakan itu lucu...
Dan banyak hal tentangku menjadi bahan tertawaan di sekolah....
Hari ini... tak banyak yang dapat kusimpulkan...tak banyak yang bisa kupikirkan... karena semua bencana yang menimpaku membuatku nyaris haancur...
Tak ada yang bisa diharapkan dari orang-orang sekitar...tak ada sama sekali... tak ada yang bisa diandalkan..
Tak ada yang bisa dipercaya...
Tak ada yang benar-benar jujur...
Bahkan teman terdekatpun sama dengan musuh...karena dia juga menyebar-nyebarkan rahasia... dia juga membuatku sedih, membuatku susah...
Membuatku menyesal telah mempercayainya...
Hari ini... aku telah belajar satu hal...
Tak ada yang bisa dipercaya di dunia ini
| Reactions: |
Saturday, 28 August 2010
Rasanya Iri...
2. Marah
3. Ingin sesuatu namun hanya anagan-angan
4. Tidak ada yang peduli
5. Sedih
6. Frustasi
7. Sebal
8. Ingin menangis
9. Beban seperti bertambah
10. Seperti masalah itu tidak selesai-selesai
11. Pedih dan perih di hati
| Reactions: |
Friday, 27 August 2010
Aku dan Alam
Dan badai bergemuruh
Suasana hatiku ikut redup
Dan bergetar seperti bor
Saat matahari bersinar
Dan mencerahkan dunia
Aku tersenyum
Dan hatiku terasa ringan bagai kapas
Saat angin berhembus
Dan tumbuhan bergoyang
Rasanya aku ingin menari
Melihat segalanya bagaikan ajaib
Dan
Bila awan mendung
Dan matahari bersinar
Walau gelap
Dan angin bertiup
Disertai raungan badai
Dengan redupnya sinar dan cahaya
Dengan bergetarnya tanah pijakan
Aku akan bertanya,
"Apakah ini kiamat?"
| Reactions: |
Wednesday, 25 August 2010
Fakta Menarik
"Kata-kata orang yang sakit hati lebih menyakitkan dari kata-kata orang yang bahagia"
"Manusia merasa dirinya normal karena dia sama dengan yang lainnya"
| Reactions: |
Tuesday, 24 August 2010
Quotes:
"Semua kebenaran tergantung pada hatimu"
"Cinta berasal dari hati, dan tidak bisa dipaksakan, seberapapun kerasnya paksaan itu"
"Ikuti kata hatimu dan kau berada di jalan yang benar"
| Reactions: |
Thursday, 19 August 2010
Jangan Pergi
Aku membanting segalanya
Aku merusak semuanya
Lalu kau masuk, Bunda
Kau mengatakan aku membuat segalanya ribut
Kau bilang aku mengganggu seisi rumah
Kau bilang aku harus berhenti
Lalu aku bilang
Kalau Bunda hanya membuatku marah
Kalau Bunda hanya mengganggu
Kalau Bunda hanya merepotkan
Kalau Bunda tidak mengerti aku
Lalu kau berkata
Dengan suara bergetar perih,
"Aku tahu aku takkan mampu membahagiakanmu
Aku tahu aku hanya mengganggu
Aku tahu aku takkan dapat mengerti
Tapi aku hanya ingin bilang
Waktuku di dunia tinggal sedikit
Aku ingin kau ingat aku
Aku ingin kau tidak melupakanku
Aku ingin kau menyayangiku"
Lalu kau keluar
Meninggalkanku
Termenung
Bunda
Aku tak dapat hidup tanpamu
Kau hidupku
Tanpamu aku 'kan merana
Bunda
Jangan pergi
Kaulah satu-satunya orang yang mengerti
Jangan tinggalkan aku sendiri
Aku masih butuh kau
Bunda
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bawalah aku bersamamu
Ke manapun kau pergi
Jangan tinggalkan aku sendiri
| Reactions: |
Sunday, 15 August 2010
Ramadhan...
Kupikir aku akan sangat bahagia
Begitu kau datang
Begitu aku membuka pintu dan kau masuk
Kupikir aku bisa melepas rindu
Akan dirimu
Yang selama ini kupendam
Tapi rupanya...
Aku salah
Karena, Ramadhan
Tahun ini
Aku tidak merasakanmu seperti dulu
Aku tidak melihatmu seperti dulu
Aku tidak mendengarmu seperti dulu
Rasa rinduku seakan tidak terhapus
Rasanya hampa
Rasanya tetap rindu
Seakan aku telah salah
Apa aku salah (?)
Apa yang telah kulakukan (?)
Apa yang terjadi (?)
Apa yang terjadi padaku
Sehingga segalanya berubah
Saat kau datang (?)
Apa salahku (?)
Apa salahku (?)
Apa yang telah kulakukan padamu (?)
Apa yang telah kulakukan pada diriku (?)
Sehingga segalanya seperti tak berarti
Segalanya seperti berlalu begitu saja
Tanpa makna (?)
Ramadhan
Katakan padaku
Katakan
Agar semuanya ringan
Tanpa beban
Karena sekarang
Semua ini menjadi beban
Semua ini membebaniku
Apa yang telah kulakukan padamu (?)
Apa yang telah kulakukan pada diriku (?)
Apa yang telah terjadi dalam diriku
Sehingga kali ini
Kau berbeda (?)
Berbeda...
| Reactions: |
Friday, 13 August 2010
Another Quote of Mine
"Your closest enemy is the closest person to you."
| Reactions: |
Friday, 6 August 2010
Biasanya.... (quote)
| Reactions: |
Wednesday, 28 July 2010
Another Quote
| Reactions: |
Tuesday, 20 July 2010
Fakta Menarik Tentang Saya
| Reactions: |
Saturday, 17 July 2010
Tempat Curhat
Mereka lebih senang mendengar komentar dan saran teman-teman daripada saran-saran orangtuanya. Ini karena mereka bosan dan jengkel akan komentar orangtua mereka. Mereka ingin komentar yang setiap kali curhat berubah, tidak yang itu-itu terus. Mereka butuh kata-kata yang setidaknya membuat mereka lebih tenang.
Jadi...buatlah anak Anda percaya pada Anda. Jangan ejek anak Anda, sekalipun jangan, karena itu akan membuat mereka makin menjauh.
| Reactions: |
Monday, 12 July 2010
Untuk Para Orangtua...
Anak-anak akan semakin banyak merahasiakan hal-hal yang dialaminya seiring dengan pertumbuhan mereka. Mereka menjadi semakin tertutup. Mereka lebih percaya untuk menceritakan semuanya pada temannya. Jarang ada anak berumur 15 tahun yang memberitahu orangtuanya semua yang dilakukannya seharian. Dia tidak akan seperti ketika dia masih menjadi anak TK dulu, menceritakan segalanya pada orangtuanya, mulai dari apa yang dilihatnya saat memasuki halaman sekolah, sampai apa saja yang dikatakan teman-temannya padanya, secara rinci.
Jadi, para orangtua harus sangat bersyukur anak-anaknya yang beranjak remaja masih bercerita dan memberi laporan apa saja yang terjadi di sekolah hari itu. Karena, itu berarti, mereka masih mempercayai Anda...
Maaf, bagi yang merasa tulisna saya ini kurang berkenan, silakan menghubungi saya. Lewat e-mail bisa, lewat komentar juga bisa.
| Reactions: |
Friday, 9 July 2010
Kata Mutiara (lagi...)
"Bukan orangtua yang mengarahkan anaknya, melainkan temannya."
"Anak itu seperti benih bunga dandelion; begitu mereka siap, mereka akan pergi."
| Reactions: |
Tuesday, 6 July 2010
Teman-teman yang Akan Kita Ingat
Teman-teman semasa SD akan kita ingat selamanya karena mereka teman-teman yang paling lama bersama kita. Saat itu kita masih nakal, bandel, lugu... dan hal-hal lucu yang pernah kita lalui bersama akan menjadi kenangan paling indah. Meski kita sebenarnya membenci mereka, meski kita ingin jauh-jauh dari mereka, suatu saat pasti kita akan rindu saat-saat kita bermain bersama, mengobrol...semuanya akan terpeta jelas di benak kita sampai tua.
~ Fadhilah Fitri Primandari -- 6 July 2010
| Reactions: |
Air Mata
~ Fadhilah Fitri Primandari--6 July 2010
| Reactions: |
Saat Paling Sedih Bukan Saat Yang Paling Sedih
Sebenarnya saat itu bukan saat yang paling sedih. Mungkin kita akan menangis terus, menyesal mengapa begini-mengapa begitu, tapi setelah beberapa saat, kita akan melihat bahwa sebenarnya kejadian itu menguntungkan. Atau mungkin kita bisa melihat sisi lain dari kejadian itu.
:)
| Reactions: |
Sunday, 13 June 2010
Just Can't Believe
I look around
I'm alone
I sat alone
And remember
I went back through memories
The time when I was just a little girl
And I just can't believe
I used to play with dolls
I used to play with barbies
I used to play pretend
I just can't believe
I used to smile
Laugh and talk
I just can't believe
I had swore to myself
That I would be happy always
I would be strong always
I would never cry
'Coz look at me now
Look at me now
I can barely laugh
I can't even smile
I'm not the little girl
Who used to be cheerful
Seven years ago
Look at me now
I cry everyday
And never say anything
Other than moans and wails
Here I am now
Far away from the hopes
And promises
That I have said
Long long ago
Long long ago
| Reactions: |
Thursday, 10 June 2010
Lucky
With no special abilities
With no special things
But I'm lucky
To have a good mother
Who understands me
To have a great father
Who wants me to be happy
Always
I'm lucky
To have the most meanest girls
In the whole wide world
As friends
'Coz they make me understand
How life goes
'Coz they make me feel alone
On my own
I'm lucky to be free
I can do things I want
When my friends can't
I can have the free life I want
When my friends can't
I'm lucky
To be alone
I can do things my friends don't want me to do
And have it my own way
I can forget the mean words my friends say
And remember
The time when we play together
I'm lucky
To be left out of the gang
I can say no whenever I want
When others can't
I can go away
While the others have to stay
I can stay
While the others have to go
I can have things my own way
When the others can't
I'm lucky
To have a strange life
That most people hate to have
That most people say no to when they can choose
And I'm lucky
To have the most over-protected parents
Who says no when I want to play outside at night
Who says no when I want to have my own phone
But allows me to work on the computer
Whenever I want
Whenever I like
When my friends are not allowed
When my friends have to do chores to get their time
And
I'm lucky
To have books as my best friends
'Coz they don't taunt me
'Coz they're never mean to me
'Coz they love me
Just the same way
I love them
| Reactions: |
Monday, 31 May 2010
Jangan Mengaku Sebelum Ada Bukti
1. Apa pernah terbesit di benak Anda untuk mengubah nama Anda?
2. Apa Anda pernah merasa gembira bahwa salah satu rekan Anda tidak hadir dalam suatu pertemuan?
3. Pernahkah Anda menghindar untuk bertemu dengan seseorang?
4. Pernahkah Anda berpikir untuk minggat dari suatu tempat?
Kalau Anda menjawab ya, untuk satu atau lebih dari pertanyaan di atas, berarti Anda pernah merasa tidak suka atau jengkel pada sesuatu atau orang lain.
| Reactions: |
Tuesday, 25 May 2010
Rindu Rasa Itu...
Tapi, sekarang...aku rindu rasa itu...rasa sakitnya tercekat...rasanya menangis...rasanya menghilangkan perasaan sakit itu...
| Reactions: |
Wednesday, 19 May 2010
Marah
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku menatap dengan kaku
Kau bilang aku marah
Di saat 'ku merapatkan rahang
Kau bilang aku marah
Di saat aku mengepalkan tangan
Kau bilang aku marah
Dan saat 'ku bernafas dengan susah
Kau bilang aku marah
Sungguh
Aku tak marah
Tapi aku menahan tangis
Yang sudah siap keluar
Aku tak pernah marah
Bila kau hina aku
Bila kau caci aku
Aku hanya sedih
Dan sakit hati
Tapi tak ada kata marah
Tak ada kata marah
Tak ada
Aku hanya ingin bahagia
Bahagia
Bahagia
Aku hanya ingin tersenyum
Aku tak akan marah
Bila kau terus mencaciku
Bila kau terus menghinaku
Karena percuma
Karena kau tak akan pernah peduli
Karena aku tak bisa marah
Tak bisa
Digubah oleh Fadhilah Fitri
19 Mei 2010
| Reactions: |
Tuesday, 18 May 2010
Selamat Tinggal Dunia
Apabila kita teringat tentang kematian, apa yang kau pikirkan? Kalau aku, sudah pasti menangis. Ya, hidupku memang penuh hal-hal yang memuakkan, tapi aku tetap akan menangis. Kenapa? Karena teringat akan kedua orang tuaku. Ya, aku selalu ingin menangis bila teringat keduanya, mungkin karena aku anak yang sangat buruk dan kurang ajar sekali.
Tapi kadang aku ingin kematian datang. Ya, saat semuanya memandangku penuh jijik dan menghinaku seakan aku ini tuli. Dan aku seringkali berharap aku dapat menjadi hantu yang melayang-layang dan menghantui orang-orang yang sering membuatku sedih dan sakit hati. Aku sering berharap seperti itu, bisa kembali lagi dalam bentuk hantu yang seperti kabut dan melayang-layang dan membuat orang-orang yang menghinaku itu menyesal setengah mati untuk kata-kata menyakitkan yang telah keluar dari mulut-mulut mereka yang tak bisa dikendalikan.
Dan setelah membayangkan aku menjadi hantu dengan gembira dan senang, aku menjadi ingin menangis. Karena teringat kedua orang tuaku. Yah, itu kan sudah kuceritakan. Mungkin sih, ini omong kosong tidak bermutu, tapi mungkin saja, salah satu dari kalian mengerti, bahwa mengucapkan selamat tinggal pada dunia tidak segampang yang selalu dipikir orang...
| Reactions: |
Quotes of Mine
"Bagiku saat aku sendiri adalah kesempatan emasku untuk melepaskan segala rasa sedih dan sakit hati."
"Buku adalah sahabat terbaikku yang tak akan pernah pergi dariku."
"Sahabat terbaikku yang pertama adalah buku, sedangkan yang kedua adalah air mata, karena air mata-lah yang selalu menemaniku menghilangkan semua rasa sakitku."
| Reactions: |
Monday, 17 May 2010
Bagaimana Rasanya Amarah yang Ditahan
Biasanya yang begitu orang-orang yang hampir setiap hari kujumpai. Rahasia sih, tapi begitulah. Rasanya selalu berat kalau aku memandang wajah mereka, karena sedikit-sedikit selalu saja ada yang berkomentar dengan kata-kata paling mengenaskan untuk hati seorang anak berumur 12 tahun.
Kata-kata pedas mereka membuatku tak bisa bersosialisasi dan selalu menutup diri. Aku bahkan tak berani berpendapat gara-gara tajamnya kata-kata mereka!!!
| Reactions: |
Tuesday, 11 May 2010
Kata-Kata Mutiaraku
"Buku yang paling istimewa adalah buku yang lusuh dan kumal, karena buku itu mampu membuatmu merasa kasihan dan menyesal."
"Tak ada yang lebih berharga dari cinta seorang ibu."
| Reactions: |
Monday, 10 May 2010
Quote of the Day
(Ini karanganku sendiri! Jangan diplagiat! Hehehehe ^_^ bercanda...)
| Reactions: |
Saturday, 24 April 2010
Gadis Berbalut Duka
Itulah aku
Setiap hari
Yang ditelannya hanyalah
Cacian, makian, dan hinaan
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Pakaiannya hanyalah tangis dan derita
Yang tak pernah lepas dari dirinya
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Tangisnya berupa darah
Dan suaranya berupa ratapan
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Yang dihirupnya hanyalah hembusan kematian
Dan yang dipandangnya hanyalah maut
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Dunianya begitu dingin
Dan hidupnya begitu beku
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Matanya abu-abu
Tatapannya sayu
Kulitnya pucat kebiruan
Dan bibirnya hampir tak berwarna
Gadis berbalut duka
Itulah aku
Sekarang ia telah mati
Mayatnya terbaring di sini
Dan arwahnya telah pergi
Dia tak akan kembali
Karena dia telah cukup
Menelan derita
Di sini
23 April 2010
Oleh Fadhilah Fitri Primandari
| Reactions: |
Friday, 16 April 2010
Kucing!
| Reactions: |
Wednesday, 14 April 2010
Merajut Kenangan
Mari kita rajut kenangan
Kenangan yang abadi
Yang tak akan hilang dari lubuk hati
Bunda,
Rajutan kenangan kita belum selesai
Tapi aku yakin kita bisa memenuhinya
Agar nanti tak akan ada yang terlewatkan
Agar tak ada yang perlu disesali
Bunda,
Aku tahu kau tak akan abadi
Aku tahu kau akan pergi tak lama lagi
Aku tahu kau takkan bersamaku ’tuk selamanya
Bunda,
Aku tahu tangisku takkan membuatmu berhenti
Aku tahu aku tak akan bisa membuatmu tetap di sini
Tapi aku yakin cintamu tak akan pergi
Bunda,
Mari kita rajut kenangan
Agar aku tak menghapusmu dari ingatan
Agar aku bisa mengenang semua
Bunda,
Aku tahu suatu saat kau akan pergi
Aku tahu kau akan meninggalkanku sendiri
Tapi Bunda,
Biarkan rajutan kenangan kita di sini
Siapa tahu kita bisa melanjutkannya suatu hari nanti
Oleh Fadhilah F.P
| Reactions: |
Saturday, 3 April 2010
Kata Mutiaraku
You can lie about love but love can't lie about you
(Kau bisa berbohong tentang cinta, tetapi cinta tak bisa berbohong tentangmu)
| Reactions: |
Sajak Tak Berjudul
Di saat ku merasa sendiri
Kau datang menghibur
Bagai rembulan di atas yang tersenyum
Menemaniku di saat badai bergemuruh
Oleh Fadhilah F.P, digubah pada tanggal 9 Maret 2010
| Reactions: |
Kata Mutiara
Jangan ributkan bakat
Biarkan ia mengalir bebas
Dan kau akan lihat bahwa ia lebih sempurna dari yang kau kira
| Reactions: |
Tulisan Tanpa Judul
~ Betapa girang hatiku
Dapat terjun ke lautan buku
| Reactions: |
Tuesday, 9 March 2010
ADUH
Aduh... kok gak ada yang memberi komentar siehhhh??? Padahal kutunggu lho... (Grrr)
Hmmmm... padahal aku slalu mengomentari blog orang, kenapa yach blog-ku sepi banget?
| Reactions: |
Sunday, 28 February 2010
Hmmm?
| Reactions: |
Friday, 26 February 2010
Kapak dan Api Peperangan
Buat apa kau terus mengasahnya...(?)
Menjadikannya tajam dan siap membunuh...(?)
Kau acungkan kapak itu padaku...
Seakan itu bendera kebangsaan...
Lalu kau sulut api kebencian...
Dan bekukan air perdamaian...
Apa kau ingin terus berperang...(?)
Melempar pisau dan jarum...
Dan menebas kepala siapa saja yang kau lihat...(?)
Lihat api yang kau sulut...
Tidak saja membakar hatiku...
Namun juga hatimu...
Hati nuranimu...
Kapak dan apimu tidak hanya menyiksaku...
Namun juga menyiksamu...
Menyiksa orang-orang yang kau cintai...
Kapakmu tak akan tajam selamanya...
Dan apimu akan padam esok hari...
Air perdamaian akan mencair...
Api di hatimu tak akan terus membara...
Batinmu tak akan buta selamanya...
Kebengisanmu akan berakhir...
Dan kau akan menyesal telah menyulut api kebencian...
Dan asah kapak peperangan...
24 Februari 2010
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari
| Reactions: |
Dulu dan Sekarang
Bila jarum menusuk hatiku...
Dan pisau berdesing melewati telinga...
Dan kapak nyaris menebas kepala...
Ku masih bisa berdiri...
Tegar...
Sekarang...
Bila jarum menyentuh kulitku...
Ku mengerang kesakitan...
Bila pisau melayang ke arahku...
Ku menjerit-jerit nelangsa...
Dan bila kapak menyapu rambut...
Ku menggelepar-gelepar bagai mayat hidup...
Dulu dan sekarang...
Ku makin lemah...
Air mataku sering tumpah dari kantong...
Dan darah makin deras mengucur...
Dulu dan sekarang...
Musuhku makin banyak...
Padahal ku tak tahu apa-apa...
Yang ku tahu hanya kapak, jarum dan pisau...
Yang terus menyiksa batin...
Dulu...
Di kala ku sedih dan menangis...
Dan hati penuh duka...
Kau masih mengulurkan tangan...
Sekarang...
Di kala ku bersimbah darah...
Dengan mata kuning lapuk oleh air mata...
Kau tertawa...
Kau melontarkan kata-kata menyakitkan bagai mata kapak...
Dan bernyanyi dengan suka cita..
Dulu dan sekarang...
Segalanya berbeda...
Dulu ku hidup...
Sekarang ku mati...
Semangat melayang pergi...
Meninggalkan tubuh kakuku...
23 Februari 2010,
Digubah oleh Fadhilah Fitri Primandari
| Reactions: |


















